<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Peredaran Uang Palsu Bontang Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/peredaran-uang-palsu-bontang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/peredaran-uang-palsu-bontang/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jul 2025 06:05:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Peredaran Uang Palsu Bontang Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/peredaran-uang-palsu-bontang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sindikat Uang Palsu Terbongkar di Samarinda, Transaksi Lewat WhatsApp</title>
		<link>https://bontangpost.id/sindikat-uang-palsu-terbongkar-di-samarinda-transaksi-lewat-whatsapp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 06:05:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peredaran Uang Palsu Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[uang palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=139803</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Penangkapan Rudi Cahyadi (39), pelaku peredaran uang palsu dengan modus top up saldo aplikasi Dana di kawasan Sempaja Utara, membuka dugaan adanya jaringan pemalsuan uang berbasis daring. Polisi kini mendalami kemungkinan pelaku lain yang terlibat dalam sindikat tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, Rudi ditangkap tim Reskrim Polsekta Sungai Pinang pada Sabtu (31/5/2025), setelah aksinya memperdaya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sindikat-uang-palsu-terbongkar-di-samarinda-transaksi-lewat-whatsapp/">Sindikat Uang Palsu Terbongkar di Samarinda, Transaksi Lewat WhatsApp</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Penangkapan Rudi Cahyadi (39), pelaku peredaran uang palsu dengan modus top up saldo aplikasi Dana di kawasan Sempaja Utara, membuka dugaan adanya jaringan pemalsuan uang berbasis daring. Polisi kini mendalami kemungkinan pelaku lain yang terlibat dalam sindikat tersebut.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Rudi ditangkap tim Reskrim Polsekta Sungai Pinang pada Sabtu (31/5/2025), setelah aksinya memperdaya pemilik warung terendus. Ia kedapatan menggunakan uang palsu pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu saat melakukan transaksi. Dari hasil penggeledahan di rumahnya, polisi menyita 267 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu serta satu lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.</p>
<p>Kapolsekta Sungai Pinang, AKP Aksaruddin Adam, dalam keterangan lanjutan pada Selasa (1/7/2025), menyebut pelaku mendapatkan uang palsu tersebut melalui Facebook.</p>
<p>Rudi awalnya tergiur iklan yang menawarkan penukaran uang asli dengan uang palsu dalam jumlah lebih besar. Ia kemudian diarahkan bergabung ke dalam grup WhatsApp, tempat transaksi dilakukan.</p>
<p>“Ini bukan sekadar kasus pemalsuan biasa. Ada indikasi kuat keterlibatan jaringan yang lebih besar di balik peredaran uang palsu ini. Rudi mengaku sudah dua kali membeli dari penjual yang identitasnya belum diketahui, dan komunikasi dilakukan hanya melalui aplikasi,” ungkap Aksaruddin.</p>
<p>Transaksi ilegal itu cukup menggiurkan. Untuk setiap Rp1 juta uang asli, pelaku mendapatkan Rp4 juta uang palsu. Polisi menduga penjual memanfaatkan celah digital untuk menjangkau calon pembeli seperti Rudi, yang kemudian menjadi bagian dari distribusi di lapangan.</p>
<p>Polisi masih memburu identitas pembuat dan penyedia uang palsu yang beroperasi melalui media sosial. Beberapa nomor telepon dan akun yang digunakan dalam transaksi sedang dilacak oleh tim siber kepolisian.</p>
<p>“Kami bekerja sama dengan unit cyber crime Polresta Samarinda untuk menelusuri asal uang palsu dan akun yang berperan sebagai penghubung. Tidak menutup kemungkinan ada korban atau pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini,” kata Aksaruddin.</p>
<p>Warga pun diimbau meningkatkan kewaspadaan saat menerima uang tunai, terutama dari transaksi informal seperti jual beli pulsa, token listrik, atau top up dompet digital.</p>
<p>Kini Rudi harus mendekam di balik jeruji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat Pasal 244 KUHP tentang pemalsuan uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.</p>
<p>“Kami mengingatkan, penggunaan, penyimpanan, atau penyebaran uang palsu, baik secara sadar maupun tidak, tetap merupakan tindak pidana serius yang membahayakan stabilitas ekonomi masyarakat,” tegas Kapolsekta. <strong>(kis/beb/sapos)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sindikat-uang-palsu-terbongkar-di-samarinda-transaksi-lewat-whatsapp/">Sindikat Uang Palsu Terbongkar di Samarinda, Transaksi Lewat WhatsApp</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toko di Jalan Poros Bontang Jadi Target Peredaran Uang Palsu, Berikut Ciri-Ciri dan Cara Mengenalinya</title>
		<link>https://bontangpost.id/toko-di-jalan-poros-bontang-jadi-target-peredaran-uang-palsu-berikut-ciri-ciri-dan-cara-mengenalinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 06:36:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Peredaran Uang Palsu Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[uang palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=132120</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Uang palsu merupakan salah satu bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat dan perekonomian negara. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri dan cara mengenali uang palsu agar terhindar dari risiko penipuan. Berikut adalah beberapa ciri yang dapat diperhatikan untuk membedakan uang asli dengan uang palsu dirangkum dari website Bank Indonesia dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/toko-di-jalan-poros-bontang-jadi-target-peredaran-uang-palsu-berikut-ciri-ciri-dan-cara-mengenalinya/">Toko di Jalan Poros Bontang Jadi Target Peredaran Uang Palsu, Berikut Ciri-Ciri dan Cara Mengenalinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Uang palsu merupakan salah satu bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat dan perekonomian negara. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri dan cara mengenali uang palsu agar terhindar dari risiko penipuan.</p>
<p>Berikut adalah beberapa ciri yang dapat diperhatikan untuk membedakan uang asli dengan uang palsu dirangkum dari website Bank Indonesia dan OJK.</p>
<p><strong> 1. Kualitas Kertas</strong></p>
<p>Uang asli biasanya menggunakan bahan kertas khusus yang berbeda dari kertas biasa. Kertas uang asli terasa lebih kasar dan tidak mudah sobek, sementara uang palsu sering kali menggunakan kertas yang lebih tipis atau licin.</p>
<p><b>2. Tekstur dan Cetakan Timbul</b></p>
<p>Pada uang asli, terdapat beberapa bagian yang memiliki tekstur timbul, misalnya pada gambar pahlawan, angka nominal, atau logo Bank Indonesia. Sentuh permukaan uang untuk merasakan cetakan timbul ini. Pada uang palsu, tekstur timbul ini biasanya tidak jelas atau bahkan tidak ada.</p>
<p><b>3. Watermark</b></p>
<p>Watermark atau tanda air merupakan gambar pahlawan yang terlihat ketika uang diterawang ke arah cahaya. Pada uang asli, watermark ini jelas dan tidak terputus. Sedangkan pada uang palsu, watermark sering kali tidak tampak atau terlihat buram.</p>
<p><strong>4. Benang Pengaman</strong></p>
<p>Uang asli memiliki benang pengaman yang ditanam di dalam kertas uang dan dapat terlihat bila diterawang. Benang pengaman ini juga memiliki teks kecil yang menunjukkan nominal uang. Pada uang palsu, benang pengaman ini biasanya hanya berupa cetakan atau garis tiruan.</p>
<p><strong>5. Perubahan Warna pada Tinta</strong></p>
<p>Ciri lainnya adalah penggunaan tinta yang dapat berubah warna bila dilihat dari sudut tertentu. Sebagai contoh, pada uang Rp100.000, angka nominal di sudut kanan bawah akan berubah warna dari hijau menjadi ungu saat diputar. Pada uang palsu, perubahan warna ini biasanya tidak ada atau tidak sempurna.</p>
<p><strong>6. Gambar Tersembunyi (Rectoverso)</strong></p>
<p>Rectoverso adalah teknik pengamanan di mana bagian depan dan belakang uang membentuk gambar tertentu yang hanya terlihat sempurna bila diterawang. Pada uang asli, gambar rectoverso ini sangat rapi dan presisi. Pada uang palsu, gambar ini sering kali tidak sejajar atau buram.</p>
<p><b> Cara Mengenali Uang Palsu dengan Metode 3D</b></p>
<p>Bank Indonesia menganjurkan masyarakat untuk menggunakan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) sebagai cara mengenali uang palsu:</p>
<p>&#8211; Dilihat: Perhatikan warna, gambar, dan nomor seri pada uang.<br />
&#8211; Diraba: Rasakan tekstur uang, terutama pada bagian yang memiliki cetakan timbul.<br />
&#8211; Diterawang: Terawang uang ke arah cahaya untuk memeriksa watermark, rectoverso, dan benang pengaman.</p>
<p><b>Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Uang Palsu?</b></p>
<p>Jika Anda mendapati uang palsu, sebaiknya jangan mencoba untuk menggunakannya kembali. Segera laporkan kepada pihak berwajib, seperti kepolisian atau Bank Indonesia. Melaporkan uang palsu penting untuk membantu pihak berwenang menelusuri sumber peredarannya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/toko-di-jalan-poros-bontang-jadi-target-peredaran-uang-palsu-berikut-ciri-ciri-dan-cara-mengenalinya/">Toko di Jalan Poros Bontang Jadi Target Peredaran Uang Palsu, Berikut Ciri-Ciri dan Cara Mengenalinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cetak Uang Palsu Belajar dari YouTube, Targetnya Toko Sepanjang Jalan Poros Samarinda-Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/cetak-uang-palsu-belajar-dari-youtube-targetnya-toko-sepanjang-jalan-poros-samarinda-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 05:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Peredaran Uang Palsu Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=132056</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Sepak terjang Wahyu Effendi ternyata bukan baru pertama tersandung kasus peredaran uang palsu. Dia merupakan spesialis tindak kejahatan serupa yang pernah ditindak pada 2020. Warung atau toko kelontongan menjadi sasaran pria berusia 47 tahun tersebut untuk memuluskan aksinya. Beraksi jelang tengah malam hingga dini hari, tersangka memanfaatkan kelengahan penjual. “Di jam-jam seperti [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cetak-uang-palsu-belajar-dari-youtube-targetnya-toko-sepanjang-jalan-poros-samarinda-bontang/">Cetak Uang Palsu Belajar dari YouTube, Targetnya Toko Sepanjang Jalan Poros Samarinda-Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211;</strong> Sepak terjang Wahyu Effendi ternyata bukan baru pertama tersandung kasus peredaran uang palsu. Dia merupakan spesialis tindak kejahatan serupa yang pernah ditindak pada 2020.</p>
<p>Warung atau toko kelontongan menjadi sasaran pria berusia 47 tahun tersebut untuk memuluskan aksinya. Beraksi jelang tengah malam hingga dini hari, tersangka memanfaatkan kelengahan penjual.</p>
<p>“Di jam-jam seperti itu (tengah malam hingga dini hari) kan biasanya penjual ada yang ngantuk atau tidak fokus. Nah, itu yang dimanfaatkan pelaku dengan harapan uang pengembalian diganti dengan yang asli,” jelas Kapolsek Samarinda Ulu AKP Wawan Gunawan.</p>
<p>Indekos di Jalan Poros Samarinda-Bontang yang digunakan Wahyu memang digunakannya untuk menggandakan uang palsu. “Dia belajar dari YouTube. Itu berkaca dari kasus yang sebelumnya pernah dilakukan,” jelas perwira pertama berpangkat balok tiga tersebut.</p>
<p>Tempat sasarannya, lanjut Wawan, memang berada di daerah pinggiran atau pasar-pasar. “Jadi dia belanja itu yang kecil, seperti rokok, minuman, dan lain-lain, harapannya kembali dengan uang asli. Itu juga alasannya beraksi di jalur poros atau pasar, karena transaksinya cepat. Jadi bukan retail atau mal. Kalau tempat seperti itu kan jarang menggunakan alat deteksi sinar,” tambahnya.</p>
<p><center></center>Medio 2020 lalu, Wahyu juga menjalani kasus yang sama. Saat menjalani itu, hakim memvonisnya 1 tahun 3 bulan. Lokasi itu disinyalir memang dijadikannya tempat pencetakan. Terlebih kasus yang kembali menyandungnya baru-baru ini. Printer, gunting, penggaris, dan cutter didapat polisi dari rumah di kawasan Sungai Siring.</p>
<p>“Informasi anggota cetakan yang sekarang lebih rapi ketimbang yang dulu. Yang temuan terbaru saat ini lebih presisi. Memang sekilas terlihat sempurna,” bebernya.</p>
<p>Kepada penyidik, Wahyu mengaku mencetaknya tak banyak. “Beberapa hari sebelum ditangkap cetak. Belanja untuk keperluan sehari-hari aja,” akunya. Pelaku mencetak satu-satu kemudian digabungkan kedua sisinya. “Itu yang dulu belajar dari YouTube,” imbuhnya.</p>
<p>Ditegaskan Wawan, kasus Wahyu tidak hanya uang palsu. “Jadi kasusnya berdiri masing-masing. Upal sendiri, curanmornya beda lagi,” tegas Wawan. Untuk curanmor yang beraksi di wilayah hukum Samarinda Ulu, dilakukan pelaku di Jalan Pramuka 6, Gang Kasturi. “Tapi informasinya masih ada lokasi lain beraksi curanmornya,” kuncinya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cetak-uang-palsu-belajar-dari-youtube-targetnya-toko-sepanjang-jalan-poros-samarinda-bontang/">Cetak Uang Palsu Belajar dari YouTube, Targetnya Toko Sepanjang Jalan Poros Samarinda-Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
