<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Permainan Tradisional Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/permainan-tradisional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/permainan-tradisional/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Oct 2018 13:26:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Permainan Tradisional Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/permainan-tradisional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cina Boy, Asen Jaga, Patok Lele “Hidup” Kembali</title>
		<link>https://bontangpost.id/cina-boy-asen-jaga-patok-lele-hidup-kembali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2018 03:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Permainan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=51604</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim mengadakan perlombaan permainan tradisional, sebagai upaya mengingatkan kembali kepada masyarakat daerah. Permainan tradisional saat ini mulai tergeser dengan permainan modern, terlebih gadget yang dianggap sangat mempengaruhi. Sehingga permainan tradisional asli Indonesia yang dinilai penting ini mulai punah. &#8220;Permainan tradisional memiliki nilai-nilai edukasi yang tinggi. Itu merupakan cikal [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cina-boy-asen-jaga-patok-lele-hidup-kembali/">Cina Boy, Asen Jaga, Patok Lele “Hidup” Kembali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim mengadakan perlombaan permainan tradisional, sebagai upaya mengingatkan kembali kepada masyarakat daerah.</p>
<p>Permainan tradisional saat ini mulai tergeser dengan permainan modern, terlebih gadget yang dianggap sangat mempengaruhi. Sehingga permainan tradisional asli Indonesia yang dinilai penting ini mulai punah.</p>
<p>&#8220;Permainan tradisional memiliki nilai-nilai edukasi yang tinggi. Itu merupakan cikal bakal prestasi, sehingga harus terus digalakan di sini,&#8221; ujar Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kutim Adiludin.</p>
<p>Lelaki yang juga menjabat Koordinator Bidang Permainan Tradisional ini menegaskan, permainan tradisional itu sengaja dilombakan untuk memberi ruang bagi warga Kutim, dalam menyalurkan hobi permainan jaman dahulu.</p>
<p>&#8220;Lomba ini merupakan salah satu rangkaian HUT Kutim. Tidak hanya anak, bahkan masyarakat yang sudah dewasa juga sudah tidak memainkannya lagi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ada tiga kategori perlombaan yang dipertandingkan, yakni permainan Cina Boy, Asen Jaga dan Patok Lele. Permainan tersebut diikuti sekira 53 tim yang terdiri dari umum, pelajar, OPD di lingkungan pemkab, maupun TNI Polri kelas putra dan putri.</p>
<p>&#8220;Dasar permainan tradisional ini mulai berkurang diminati, karena jarang dilaksanakan. Sehingga kami adakan untuk mengangkat kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Ia berharap permainan tersebut dapat terus dilaksanakan. Agar terus berkontinyu dan mengajak generasi penerus supaya lebih mengenal dan terjaga di masa mendatang.</p>
<p>&#8220;Saya ingin melestarikan budaya ini, agar anak cucu tetap tahu,&#8221; harapnya. (*/la)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cina-boy-asen-jaga-patok-lele-hidup-kembali/">Cina Boy, Asen Jaga, Patok Lele “Hidup” Kembali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Permainan Tadisional Dijadikan Lomba Agustusan </title>
		<link>https://bontangpost.id/permainan-tadisional-dijadikan-lomba-agustusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 03:50:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[17 agustus]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Permainan Tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=46367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perlombaan saat momen HUT RI tidak harus selalu identik dengan lomba makan kerupuk, balap karung, ataupun memasukkan paku dalam botol. Di kawasan Lembah Ujung Kelurahan Berebas Tengah, warganya justru menggelar lomba yang berbeda.  Lomba yang bertujuan melestarikan budaya Indonesia. Bambang, BONTANG  Semangat warga Lembah Ujung Kelurahan Berebas Tengah dalam melestarikan permainan-permainan tradisional patut diacungi jempol. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/permainan-tadisional-dijadikan-lomba-agustusan/">Permainan Tadisional Dijadikan Lomba Agustusan </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perlombaan saat momen HUT RI tidak harus selalu identik dengan lomba makan kerupuk, balap karung, ataupun memasukkan paku dalam botol. Di kawasan Lembah Ujung Kelurahan Berebas Tengah, warganya justru menggelar lomba yang berbeda.  Lomba yang bertujuan melestarikan budaya Indonesia.</p>
<p>Bambang, <em>BONTANG  </em></p>
<p>Semangat warga Lembah Ujung Kelurahan Berebas Tengah dalam melestarikan permainan-permainan tradisional patut diacungi jempol. Mereka tak ingin permainan-permainan asli Indonesia hilang ditelan zaman. Agar permainan tersebut tetap eksis, mereka rutin mengelar lomba-lomba permainan tradisional  dalam berbagai momen. Salah satu momen yang rutin dilakukan setiap tahun adalah saat perayaan HUT RI. Lokasi pelaksanaannya dilakukan di lapangan olahraga Lembah Ujung.</p>
<p>Di perayaan HUT ke-73 RI ini, warga Lembah Ujung bekerja sama dengan Forum Komunikasi Putra-Putri Sulbar (FKPPSB) Bontang menggelar berbagai lomba tradisional. Seperti adu gasing, <em>mopelle</em>, <em>motekka </em>atau yang akrab dikenal dengan egrang, serta<em> mojuppi </em>atau yang biasa disebut dengan permainan logo. Semua permainan tersebut merupakan permainan asli asal Sulawesi Barat (Sulbar).</p>
<p>“Berbagai permainan ini kami lombakan agar tidak punah. Juga sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak kami sehingga mereka bisa mengenal dan ke depan bisa ikut melestarikan,” ujar Syarifuddin, koordinator lomba.</p>
<p>Diakui Syarifuddin, meski dengan dana yang minim untuk menyelenggarakan lomba ini, namun hal tersebut bukanlah menjadi halangan. Bagi dia dan warga lainnya, bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan warga untuk bersama-sama menyemarakkan HUT ke-73 RI ini merupakan hal yang penting sekali untuk dilakukan. “Sifatnya iuran saja. Dari warga untuk warga juga,” ucapnya.</p>
<p>Syarif berharap, karena lomba ini juga turut mendukung kearifan lokal, dirinya berharap kepada pemkot, perusahaan, maupun instansi terkait, bisa ikut mendukung kegiatan ini.</p>
<p>Terpisah, Lurah Berebas Tengah Muhammad Mahfuz yang juga ikut berpartisipasi dalam lomba-lomba ini mengaku bangga dan mengapresiasi atas lomba yang telah rutin dilakukan warga Lembah Ujung ini. Pasalnya dengan dana yang minim, mereka tetap semangat untuk menyemarakkan HUT ke-73 RI dan mempertahankan budaya lokal.</p>
<p>“Apalagi yang berpartisipasi tidak hanya para orang tua saja, tetapi juga banyak anak-anak muda. Ini tentu menjadi hal yang positif karena menghidarkan mereka dari hal-hal yang negatif. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” tukasnya. (***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/permainan-tadisional-dijadikan-lomba-agustusan/">Permainan Tadisional Dijadikan Lomba Agustusan </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
