Perlombaan saat momen HUT RI tidak harus selalu identik dengan lomba makan kerupuk, balap karung, ataupun memasukkan paku dalam botol. Di kawasan Lembah Ujung Kelurahan Berebas Tengah, warganya justru menggelar lomba yang berbeda. Lomba yang bertujuan melestarikan budaya Indonesia.
Bambang, BONTANG
Semangat warga Lembah Ujung Kelurahan Berebas Tengah dalam melestarikan permainan-permainan tradisional patut diacungi jempol. Mereka tak ingin permainan-permainan asli Indonesia hilang ditelan zaman. Agar permainan tersebut tetap eksis, mereka rutin mengelar lomba-lomba permainan tradisional dalam berbagai momen. Salah satu momen yang rutin dilakukan setiap tahun adalah saat perayaan HUT RI. Lokasi pelaksanaannya dilakukan di lapangan olahraga Lembah Ujung.
Di perayaan HUT ke-73 RI ini, warga Lembah Ujung bekerja sama dengan Forum Komunikasi Putra-Putri Sulbar (FKPPSB) Bontang menggelar berbagai lomba tradisional. Seperti adu gasing, mopelle, motekka atau yang akrab dikenal dengan egrang, serta mojuppi atau yang biasa disebut dengan permainan logo. Semua permainan tersebut merupakan permainan asli asal Sulawesi Barat (Sulbar).
“Berbagai permainan ini kami lombakan agar tidak punah. Juga sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak kami sehingga mereka bisa mengenal dan ke depan bisa ikut melestarikan,” ujar Syarifuddin, koordinator lomba.
Diakui Syarifuddin, meski dengan dana yang minim untuk menyelenggarakan lomba ini, namun hal tersebut bukanlah menjadi halangan. Bagi dia dan warga lainnya, bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan warga untuk bersama-sama menyemarakkan HUT ke-73 RI ini merupakan hal yang penting sekali untuk dilakukan. “Sifatnya iuran saja. Dari warga untuk warga juga,” ucapnya.
Syarif berharap, karena lomba ini juga turut mendukung kearifan lokal, dirinya berharap kepada pemkot, perusahaan, maupun instansi terkait, bisa ikut mendukung kegiatan ini.
Terpisah, Lurah Berebas Tengah Muhammad Mahfuz yang juga ikut berpartisipasi dalam lomba-lomba ini mengaku bangga dan mengapresiasi atas lomba yang telah rutin dilakukan warga Lembah Ujung ini. Pasalnya dengan dana yang minim, mereka tetap semangat untuk menyemarakkan HUT ke-73 RI dan mempertahankan budaya lokal.
“Apalagi yang berpartisipasi tidak hanya para orang tua saja, tetapi juga banyak anak-anak muda. Ini tentu menjadi hal yang positif karena menghidarkan mereka dari hal-hal yang negatif. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” tukasnya. (***)







