<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petugas pemakaman Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/petugas-pemakaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/petugas-pemakaman/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 May 2021 07:08:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Petugas pemakaman Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/petugas-pemakaman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPKAD Sebut Insentif Petugas Pemakaman dan Disinfeksi Memenuhi Syarat  </title>
		<link>https://bontangpost.id/bpkad-sebut-insentif-petugas-pemakaman-dan-disinfeksi-memenuhi-syarat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2021 08:30:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[insentif petugas pemakaman]]></category>
		<category><![CDATA[Petugas pemakaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Pemakaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86853</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Insentif petugas pemakaman dan disinfeksi lambat dicairkan. Terhitung pertengahan tahun lalu hingga saat ini. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Amiludin mengatakan, pada prinsipnya pihaknya telah menyiapkan dana tersebut. Akan tetapi, hingga kini berkas surat perintah membayar (SPM) belum diajukan oleh Dinas Kesehatan (Diskes). “Seharusnya, mereka (Diskes) sudah salurkan. Kami masih menunggu dari rekan di perangkat daerah tersebut,” kata Amiludin. Menurutnya, alokasi untuk insentif petugas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bpkad-sebut-insentif-petugas-pemakaman-dan-disinfeksi-memenuhi-syarat/">BPKAD Sebut Insentif Petugas Pemakaman dan Disinfeksi Memenuhi Syarat  </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>bontangpost.id </b>– Insentif petugas pemakaman dan disinfeksi lambat dicairkan. Terhitung pertengahan tahun lalu hingga saat ini. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Amiludin mengatakan, pada prinsipnya pihaknya telah menyiapkan dana tersebut. Akan tetapi, hingga kini berkas surat perintah membayar (SPM) belum diajukan oleh Dinas Kesehatan (Diskes).</p>
<p>“Seharusnya, mereka (Diskes) sudah salurkan. Kami masih menunggu dari rekan di perangkat daerah tersebut,” kata Amiludin.</p>
<p>Menurutnya, alokasi untuk insentif petugas pemakaman dan disinfeksi Covid-19 diambil dari dana alokasi umum (DAU). Sempat ada penahanan pendapatan daerah dari pemerintah pusat. Namun untuk saat ini, ia memastikan anggaran itu sudah diterima. “Tetapi, itu tidak bisa dijadikan sebuah alasan untuk tidak membayar,” ucapnya.</p>
<p>Dijelaskan Amiludin, sepanjang terdapat saldo di kas daerah kondisi itu bisa saja terbayarkan. Asalkan sudah diajukan oleh perangkat daerah terkait. Kondisi berpengaruh bila kas daerah saldonya tidak ada. Akibatnya, tidak ada anggaran yang digunakan untuk pembiayaan tersebut. Sejauh ini, kas daerah tidak pernah kosong.</p>
<p>“Sama dengan situasi tunggakan insentif tenaga kesehatan beberapa waktu lalu. Begitu diajukan langsung kami bayar,” tutur dia.</p>
<p>Proses pencairan diutarakan berlangsung cepat. Jika berkas sudah diajukan dan dinyatakan lengkap maka tinggal membutuhkan waktu 1&#215;24 jam untuk pencairan dana. Kecuali jika berkas pengajuan diserahkan pada Jumat maka membutuhkan waktu beberapa hari prosesnya.</p>
<p>“Terkadang kami kembalikan karena berkas tidak lengkap. BPKAD punya prinsip buat apa ditahan (anggarannya). Toh juga akan dibayarkan,” terangnya.</p>
<p>Apalagi dipandangnya jumlah penerima hanya 17 orang. Tiap turun lapangan besaran insentifnya Rp 100 ribu. Kalkulasi ini tidak memengaruhi kondisi saldo kas daerah. BPKAD mengaku siap menerima komplain bila kurun 1&#215;24 jam setelah pengajuan dana belum tersalurkan.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, pendistribusian insentif akan dilakukan pasca-Idulfitri. Kepala Diskes dr Bahauddin menjelaskan keterlambatan ini lantaran kelengkapan administrasi dari petugas yang turun lapangan belum terkumpulkan semua. Berkas itulah yang dijadikan bukti agar proses pengajuan dapat diteruskan.</p>
<p>“Kami tidak bisa proses kalau tidak lengkap. Sampai kami pulang ini (kemarin) kondisinya seperti itu,” tutur dia.</p>
<p>Disinggung menangani nominal, ia tidak dapat merincikannya. Termasuk penganggaran dimulai sejak bulan apa. Namun, perhitungan Diskes itu sekira 37 kali turun lapangan terakhir. Diketahui tercatat angka kasus kematian dari awal pandemi hingga sekarang mencapai 95.</p>
<p>“Sepertinya sejak Desember. Tiap turun akan mendapat Rp 100 ribu,” jelasnya. <strong>(*/ak/far/k15)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bpkad-sebut-insentif-petugas-pemakaman-dan-disinfeksi-memenuhi-syarat/">BPKAD Sebut Insentif Petugas Pemakaman dan Disinfeksi Memenuhi Syarat  </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petugas Pemakaman Menunggu Pencairan Insentif</title>
		<link>https://bontangpost.id/petugas-pemakaman-menunggu-pencairan-insentif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 May 2021 05:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Petugas pemakaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86708</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Tanda-tanda pencairan insentif bagi petugas pemakaman Covid-19 belum tampak. Salah satu petugas Donwori (bukan nama sebenarnya) mengaku hingga Selasa (11/5) pukul 17.00 Wita belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. “Sepertinya tipis ini kemungkinan,” kata Donwori. Biasanya, pendapatan tambahan itu tidak diterima secara tunai. Tetapi masuk dalam rekening petugas yang juga merupakan tenaga kerja kontrak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/petugas-pemakaman-menunggu-pencairan-insentif/">Petugas Pemakaman Menunggu Pencairan Insentif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15"><strong>bontangpost.id</strong> &#8211; Tanda-</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tanda pencairan insentif bagi petugas pemakaman Covid-19 belum tampak. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Salah satu petugas Donwori (bukan nama sebenarnya) mengaku hingga Selasa (11/5) pukul 17.00 Wita </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">belum mendapatkan infor</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">masi</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> mengenai hal tersebut.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Sepertinya tipis ini kemungkinan,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span> <span class="s2"><span class="bumpedFont15">kata Donwori.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Biasanya, pendapatan tambahan i</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tu tidak diterima secara tunai. Tetapi masuk dalam rekening petugas yang juga merupakan tenaga kerja kontrak daerah (TK2D). </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Di</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">konfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dr Bahauddin me</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">mbenarkan insentif belum tersalurkan</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Kemungkinan setelah Lebaran baru bisa dicairkan,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ucap</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">nya.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Keterlambatan ini lantaran </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">kelengkapan administrasi dari petugas yang tur</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">un lapangan belum semua terkumpulkan. B</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">e</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">rkas itulah yang dijadikan bukti agar proses pengajuan dapat diteruskan</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Kami tidak bisa proses kalau tidak lengkap. Sampai kami pulang ini (kemarin) kondisinya seperti itu,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tutur dia.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Disinggung meng</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ani nominal</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">, ia tidak </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">dapat merincikan</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">n</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ya. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Termasuk </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">peng</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">anggaran dimulai sejak bulan berapa. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Namun perhitungan mereka, sekira 37 kali turun lapangan</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> terakhir.</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> Diketahui tercatat angka kasus kematian da</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ri awal </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">pandemi </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">hingga sekarang mencapai 95.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">S</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">epertinya sejak Desember</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">.</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> Tiap turun akan mendapat</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> Rp 100 ribu</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span> <span class="s2"><span class="bumpedFont15">singkatnya.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Kondisi ini tentu berbeda dengan keinginan legislator. Sebab wakil rakyat me</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">minta pencairan dapat dilakukan sebelum Idulfitri. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Anggota Komisi II DPRD Nursalam</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> beralasan pen</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">yaluran cepat dengan tujuan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">a</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">g</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ar petugas</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> tersebut dapat mencukupi kebutuhan di momen</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tum Lebaran. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Sudah menjadi kewajiban pemerint</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ah untuk melunasi hal tersebut.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Politikus Golkar ini menjelaskan pos</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> anggaran untuk pena</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">nganan C</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ovid-19 telah ada. Bahkan pada 2020, refocusing yang d</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ilakukan tanpa melibatkan wakil </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">rakyat. Karena mengacu regulasi keputusan presiden. Tak tanggung-tanggung kala itu </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">besarannya </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">mencapai Rp 100 miliar</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> lebih</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Jumlah itu memang untuk semua yang b</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">erk</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ai</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tan dengan Covid-19. Termasuk </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">subsidi pembayaran rekening </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">air PDAM selama tiga bulan</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. Angg</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">arannya luar biasa,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> ucapnya.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Lantas</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">, ia mempertanyakan mengapa ada keterlambatan hingga berganti tahun. Se</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">jatinya p</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">emba</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">yaran it</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">u dilakukan di tahu</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">n berjalan. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Kondisi ini menjadi tanda tanya besar. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Salam pun kaget dengan ka</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">bar ini. Karena sebelumnya infor</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">masi yang masuk ke </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">legislati</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">f hanya</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> tenaga kesehatan yang menunggak </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">insentifnya selama tujuh bulan terakhir.</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> Menurutnya, tugas petugas pemakaman dan disinfeksi sungguh berat. Risiko terpapar bisa sa</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ja terjadi.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Adapun jumlah petugas </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">pemakaman </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">dan diin</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">feksi </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">mencapai 13 orang</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> berasa</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">l dari DPKPP</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">, sedangkan dari Dinkes empat orang</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. Totalnya 17 orang.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Sebelumnya diberitakan, </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">petugas dijanjikan insentif </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">di awal </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">pandemi</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> dijanjikan Rp 1</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">00 ribu per sekali turun</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> lapangan. Namun, nominal itu berubah </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">menjadi Rp 50 ribu pada Okt</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ober,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> tahun lalu</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Bahkan, </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">insentif yang semula dicanangkan di 2020 konon ditiadakan mendadak.</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> I</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">nsentif di</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">janjikan hanya bis</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">a ter</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">bayar mulai Januari 2021. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Awalnya pembayaran diprediksi pada Apr</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">il lalu. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Tetapi it</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">u j</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">uga tak kunjung te</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">realisasi</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">.</span></span><strong><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> (*/ak)</span></span></strong></p>
<p class="s3">
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/petugas-pemakaman-menunggu-pencairan-insentif/">Petugas Pemakaman Menunggu Pencairan Insentif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
