• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Petugas Pemakaman Menunggu Pencairan Insentif

by BontangPost
14 Mei 2021, 13:00
in Bontang
Reading Time: 6 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Tanda-tanda pencairan insentif bagi petugas pemakaman Covid-19 belum tampak. Salah satu petugas Donwori (bukan nama sebenarnya) mengaku hingga Selasa (11/5) pukul 17.00 Wita belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut.

“Sepertinya tipis ini kemungkinan,” kata Donwori.

Biasanya, pendapatan tambahan itu tidak diterima secara tunai. Tetapi masuk dalam rekening petugas yang juga merupakan tenaga kerja kontrak daerah (TK2D). Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dr Bahauddin membenarkan insentif belum tersalurkan.

“Kemungkinan setelah Lebaran baru bisa dicairkan,”ucapnya.

Keterlambatan ini lantaran kelengkapan administrasi dari petugas yang turun lapangan belum semua terkumpulkan. Berkas itulah yang dijadikan bukti agar proses pengajuan dapat diteruskan.

Baca Juga:  BPKAD Sebut Insentif Petugas Pemakaman dan Disinfeksi Memenuhi Syarat  

“Kami tidak bisa proses kalau tidak lengkap. Sampai kami pulang ini (kemarin) kondisinya seperti itu,”tutur dia.

Disinggung mengani nominal, ia tidak dapat merincikannya. Termasuk penganggaran dimulai sejak bulan berapa. Namun perhitungan mereka, sekira 37 kali turun lapangan terakhir. Diketahui tercatat angka kasus kematian dari awal pandemi hingga sekarang mencapai 95.

“Sepertinya sejak Desember. Tiap turun akan mendapat Rp 100 ribu,” singkatnya.

Kondisi ini tentu berbeda dengan keinginan legislator. Sebab wakil rakyat meminta pencairan dapat dilakukan sebelum Idulfitri. Anggota Komisi II DPRD Nursalam beralasan penyaluran cepat dengan tujuan agar petugas tersebut dapat mencukupi kebutuhan di momentum Lebaran. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melunasi hal tersebut.

Baca Juga:  BPKAD Sebut Insentif Petugas Pemakaman dan Disinfeksi Memenuhi Syarat  

Politikus Golkar ini menjelaskan pos anggaran untuk penanganan Covid-19 telah ada. Bahkan pada 2020, refocusing yang dilakukan tanpa melibatkan wakil rakyat. Karena mengacu regulasi keputusan presiden. Tak tanggung-tanggung kala itu besarannya mencapai Rp 100 miliar lebih.

“Jumlah itu memang untuk semua yang berkaitan dengan Covid-19. Termasuk subsidi pembayaran rekening air PDAM selama tiga bulan. Anggarannya luar biasa,” ucapnya.

Lantas, ia mempertanyakan mengapa ada keterlambatan hingga berganti tahun. Sejatinya pembayaran itu dilakukan di tahun berjalan. Kondisi ini menjadi tanda tanya besar.

Salam pun kaget dengan kabar ini. Karena sebelumnya informasi yang masuk ke legislatif hanya tenaga kesehatan yang menunggak insentifnya selama tujuh bulan terakhir. Menurutnya, tugas petugas pemakaman dan disinfeksi sungguh berat. Risiko terpapar bisa saja terjadi.

Baca Juga:  BPKAD Sebut Insentif Petugas Pemakaman dan Disinfeksi Memenuhi Syarat  

Adapun jumlah petugas pemakaman dan diinfeksi mencapai 13 orang berasal dari DPKPP, sedangkan dari Dinkes empat orang. Totalnya 17 orang.

Sebelumnya diberitakan, petugas dijanjikan insentif di awal pandemi dijanjikan Rp 100 ribu per sekali turun lapangan. Namun, nominal itu berubah menjadi Rp 50 ribu pada Oktober, tahun lalu.

Bahkan, insentif yang semula dicanangkan di 2020 konon ditiadakan mendadak. Insentif dijanjikan hanya bisa terbayar mulai Januari 2021. Awalnya pembayaran diprediksi pada April lalu. Tetapi itu juga tak kunjung terealisasi. (*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Petugas pemakaman
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diduga Korsleting Listrik, Korban; Habis Semua Barang

Next Post

30 Sopir Angkot Dicek Rapid Gratis oleh PT Pamapersada Nusantara Distrik Indo

Related Posts

Petugas Pemakaman dan Disinfeksi Menunggu Insentif Pasca Idulfitri
Breaking News

BPKAD Sebut Insentif Petugas Pemakaman dan Disinfeksi Memenuhi Syarat  

19 Mei 2021, 16:30

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.