<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>startup Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/startup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/startup/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2020 06:52:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>startup Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/startup/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Antarikan.com, Layanan Jual Beli Ikan Daring Buatan Anak Samarinda</title>
		<link>https://bontangpost.id/antarikan-com-layanan-jual-beli-ikan-daring-buatan-anak-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2020 10:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[antarikancom]]></category>
		<category><![CDATA[feature]]></category>
		<category><![CDATA[samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=74755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masyarakat saat ini semakin dimanjakan kemudahan. Cukup di rumah saja, semua keinginan bisa terpenuhi. Terbaru, ada layanan jual beli ikan secara online, Antarikan.com yang siap memanjakan.</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antarikan-com-layanan-jual-beli-ikan-daring-buatan-anak-samarinda/">Antarikan.com, Layanan Jual Beli Ikan Daring Buatan Anak Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Masyarakat Samarinda saat ini semakin dimanjakan kemudahan. Cukup di rumah saja, semua keinginan bisa terpenuhi. Terbaru, ada layanan jual beli ikan secara online, Antarikan.com yang siap memanjakan.</p>
</div>
<p><em>NURAINI, Samarinda</em></p>
<p>IMBAUAN Pemerintah kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau #DiRumahSaja menjadi berkah tersendiri bagi sektor jasa. Termasuk layanan jual beli ikan secara <em>online</em> garapan anak <em>Kota Tepian</em>, Antarikan.com. Usaha yang baru berjalan tiga bulan terakhir ini semakin ramai dan diminati masyarakat.</p>
<p>Marketing Antarikan.com Siti Marfia mengatakan, layanan ini awalnya hanya dihadirkan untuk membantu keluarga yang merupakan agen ikan. Meningkatkan daya beli masyarakat dengan memasarkan produk secara <em>online</em>. Namun seiring masifnya imbauan untuk #DiRumahSaja dan <em>work from home</em> (WFH) karena Covid-19, membuat pergerakan pasar konvensional semakin terbatas.</p>
<p>“Di lain sisi, permintaan kami justru semakin tinggi. Karena baru-baru buka, untuk pemesanan masih fluktuatif. Sehari di angka 70 kg, namun kami punya target mencapai 100 kg per hari,” ujarnya saat ditemui <em>Kaltim Post</em>, Minggu (12/4/2020).</p>
<p>Produk yang ditawarkan cukup bervariasi. Terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, ikan harian (layang, kembung, biji nangka, dan tongkol). Kedua, ikan premium (kakap, terakulu, bawal, dan lain-lain). Ketiga, berbagai udang, kerang, dan cumi-cumi.</p>
<p>“Sejauh ini pembeli kami batasi seputaran Samarinda. Tentunya dengan harga ongkos kirim yang bervariasi juga, mulai dari Rp 10 ribu yang jarak dekat (3-5 Km) hingga maksimal Rp 25 ribu untuk jarak jauh,” jelasnya.</p>
<p>Siri mengungkapkan, keunggulan pihaknya dibandingkan model bisnis lainnya yakni memiliki manajemen risiko yang baik. Sebab ikan merupakan barang <em>fast moving</em> lantaran memiliki daya tahan yang rendah. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan <em>supplier</em> dari segi produk, jadi yang menanggung ikan yang tidak laku adalah <em>supplier</em>.</p>
<p>“Tugas kami adalah menjaga barang agar tetap <em>fresh</em> dan terjual ke pelanggan. Makanya nama kami bukan Jualikan.com, tapi Antarikan.com. Fokus kami adalah menyampaikan produk agar <em>fresh</em> hingga tangan pelanggan,” tuturnya.</p>
<p>Untuk pemesanan, pembeli bisa <em>chat</em> ke admin via WhatsApp atau masuk ke Antarikan.com. Setelah itu pembeli memesan ikan, bisa <em>pre order</em>, atau antar langsung. Setelah itu pesanan diantar dan ikannya dibayar jika pesanan telah sesuai.</p>
<p>“Sampai saat ini kami sudah memiliki tiga kurir yang siap beroperasi. Baik menggunakan mobil atau motor. Ini kami persiapkan untuk menangani pesanan dari rumah tangga atau industri,” ungkapnya.</p>
<p>Siti mengungkapkan, saat ini kendala utama yang dihadapi adalah jangkauan. Baik secara <em>online</em>, maupun <em>offline</em>. Kalau jangkauan secara <em>offline</em> banyak pelanggan yang merasa pengirimannya terlalu jauh dari kantor.</p>
<p>“Kalau jangkauan secara online kami terkendala pada digital <em>awareness</em>, dalam arti masyarakat di Samarinda masih senang menggunakan aplikasi WhatsApp dibandingkan dengan menggunakan aplikasi Antarikan. Sehingga walaupun kami mencoba untuk membuat aplikasi, tapi kami masih <em>redirect</em> ke nomor WhatsApp admin,” terangnya.</p>
<p>Dia berharap bisa bekerja sama dengan para pedagang ikan di seluruh Samarinda untuk memaksimalkan jangkauan. Misal ada pembeli dari Samarinda Seberang, produknya tinggal diantar dari pedagang ikan di Samarinda Seberang.</p>
<p>“Namun tetap menggunakan jasa kurir kami. Jadi bisa memaksimalkan waktu, efisiensi dan juga meningkatkan nilai daya tambah terutama pada produk hasil laut,” pungkasnya. (*/ndu/k18/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antarikan-com-layanan-jual-beli-ikan-daring-buatan-anak-samarinda/">Antarikan.com, Layanan Jual Beli Ikan Daring Buatan Anak Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumlah Startup di Indonesia Melonjak</title>
		<link>https://bontangpost.id/jumlah-startup-di-indonesia-melonjak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2019 07:05:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=58425</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumlah startup di Indonesia dalam kurun dua tahun terakhir naik cukup drastis. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, pemerintah harus ambil peran dalam menunjang keberlangsungan usaha rintisan tersebut. Nasir menjelaskan salah satu negara yang cukup bagus dalam membina startup adalah Iran. Pada kurun waktu 2004 hingga 2014 mereka menghasilkan sekitar 1.000 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jumlah-startup-di-indonesia-melonjak/">Jumlah Startup di Indonesia Melonjak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jumlah startup di Indonesia dalam kurun dua tahun terakhir naik cukup drastis. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, pemerintah harus ambil peran dalam menunjang keberlangsungan usaha rintisan tersebut.</p>
<p>Nasir menjelaskan salah satu negara yang cukup bagus dalam membina startup adalah Iran. Pada kurun waktu 2004 hingga 2014 mereka menghasilkan sekitar 1.000 startup.</p>
<p>’’Baik yang berskala kecil maupun besar,’’ katanya usai melantik Kepal Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza di Jakarta, Rabu (30/1).</p>
<p>Dia lantas membandingkan dengan kondisi pertumbuhan startup di Indonesia. Nasir mengatakan startup di Indonesia mulai gencar dikembangkan pada awal 2015. Saat itu jumlahnya masih tujuh buah startup. Kemudian pada di 2017 naik menjadi 52 unit stratup.</p>
<p>’’Di 2018 yang masuk ke Indonesia ada 956 unit startup,’’ ungkapnya. Jadi Nasir mengatakan apa yang dilakukan Iran selama sepuluh tahun untuk mengembangkan startup, setara denngan upaya Indonesia yang dikebut selama lima tahun.</p>
<p>Setelah sekarang startup di Indonesia tumbuh subur, Nasir menjelaskan sedang memikirkan peran pemerintah. Dia menuturkan pemerintah harus ambil peran dalam menjaga usaha rintisan itu supaya tetap hidup dan terus berkembang.</p>
<p>Dia mencontohkan startup pembuatan tempe lantas mengirimkannya ke Korea Selatan. ’’Sekarang setiap pekan dikirim dua kontainer,’’ jelasnya. Pemerintah harus bisa mendampingi sehingga usaha ekspor tempe itu bisa naik, misalnya dalam sepekan mengirim sepuluh kontainer.</p>
<p>Dalam kesempatan itu Nasir juga menyinggung startup motor listri. Dia berharap usaha rintisan motor listrik sebentar lagi bisa dikomersilkan. Jika berhasil, Nasir membayangkan industri tersebut menginisiasi industri mobil listrik nasional. Baginya Indonesia harus mandiri di bidang teknologi, energi, dan sarana transportasi.</p>
<p>Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan lembaganya akan terus mendukung pemerintah untuk pengkajian dan penerapan teknologi.</p>
<p>Sejumlah hasil riset yang kini telah masuk tahap prototipe, harus secepatnya dihilirisasi menjadi produk komersil. ’’BPPT berperan ikut andil dalam meningkatkan daya saing bangsa,’’ katanya. <strong>(wan/jpnn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jumlah-startup-di-indonesia-melonjak/">Jumlah Startup di Indonesia Melonjak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
