<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tambang emas ilegal Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/tambang-emas-ilegal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/tambang-emas-ilegal/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 May 2022 07:44:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>tambang emas ilegal Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/tambang-emas-ilegal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penyidik Amankan 15 Rekening Terkait Kasus Polisi Tajir di Kaltara</title>
		<link>https://bontangpost.id/penyidik-amankan-15-rekening-terkait-kasus-polisi-tajir-di-kaltara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 May 2022 07:44:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[tambang emas ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=99084</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Penyidik Polda Kalimantan Utara menyita 15 rekening bank terkait dengan kasus yang menjerat polisi tajir Briptu HSB. Dia terkait kasus dugaan penambangan emas liar di Sekatak, Bulungan, Kaltara. ”Rekening semua yang kita temukan, rekening di rumahnya, baik itu istri, ibu, dan semuanya. Karena kita kemarin menjerat dengan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). (Rekening) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/penyidik-amankan-15-rekening-terkait-kasus-polisi-tajir-di-kaltara/">Penyidik Amankan 15 Rekening Terkait Kasus Polisi Tajir di Kaltara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Penyidik Polda Kalimantan Utara menyita 15 rekening bank terkait dengan kasus yang menjerat polisi tajir Briptu HSB. Dia terkait kasus dugaan penambangan emas liar di Sekatak, Bulungan, Kaltara.</p>
<p>”Rekening semua yang kita temukan, rekening di rumahnya, baik itu istri, ibu, dan semuanya. Karena kita kemarin menjerat dengan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). (Rekening) kita amankan,” kata Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Daniel Adityajaya didampingi Dirreskrimsus AKBP Hendy Febrianto Kurniawan seperti dilansir dari <em>Antara</em> di Mapolda Kalimantan Utara, Senin (9/5).</p>
<p>Selain rekening HSB dan keluarganya, penyidik juga mengamankan rekening atas nama orang lain dan beberapa catatan alat bukti transfer uang. ”Itu kami amankan juga untuk dianalisis alasan atau modus pemberian tersebut,” ujar Daniel Adityajaya.</p>
<p>Jika ada indikasi uang turut mengalir kepada pejabat tertentu yang berkaitan dengan wewenang dan jabatannya, polisi juga akan menggelar perkara. ”Tujuannya untuk melihat apakah itu masuk ranah korupsi atau tidak,” tutur Daniel Adityajaya.</p>
<p>Terhadap 15 rekening yang diamankan, Polda belum menyimpulkan nilai total dana yang tersimpan di dalamnya. ”Nilainya belum bisa kita buka karena kami harus menggunakan otoritas PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) yang memiliki kewenangan. Kami juga sudah mengajukan untuk dapat mengakses terkait dengan isi rekening tersebut,” terang Daniel Adityajaya.</p>
<p>Berdasar penyelidikan dan penyidikan Polda Kalimantan Utara, HSB yang berpangkat Briptu dan bertugas di Ditpolair Polda Kalimantan Utara, diduga memiliki penambangan emas ilegal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. Dari proses penyidikan, penyidik menyangkakan pasal 158 juncto pasal 160 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.</p>
<p>Briptu HBS diancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar. Dia juga diduga terlibat kepemilikan bisnis ilegal, seperti baju bekas dan narkotika. Yang di kemudian hari ditemukan 17 kontainer berisi pakaian bekas.</p>
<p>Atas kegiatan ilegal itu, HSB juga dijerat pasal 112 juncto pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Termasuk pasal 51 ayat (2) juncto pasal 2 ayat (3) huruf d Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dari Barang Dilarang Impor, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.</p>
<p>Dia juga dijerat pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.</p>
<p>”Berdasarkan analisis dan informasi bahwa terdapat upaya nyata dari HSB menghilangkan barang bukti sehingga kami melakukan penangkapan pada 4 Mei di Bandara Juwata Tarakan,” ujar Dirreskrimsus AKBP Hendy Febrianto Kurniawan.</p>
<p>Atas kasus tambang emas ilegal milik HSB sebelumnya pada 30 April, penyidik telah menangkap lima orang lain yakni MI (koordinator), HS alias Eca (mandor), M alias Maco (penjaga bak), BU (sopir), dan I (sopir truk sewaan). Adapun alat bukti yang sudah diamankan mencakup 3 ekskavator, 2 truk, 4 drum sianida, dan 5 karbon perendaman. <strong>(jawapos)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/penyidik-amankan-15-rekening-terkait-kasus-polisi-tajir-di-kaltara/">Penyidik Amankan 15 Rekening Terkait Kasus Polisi Tajir di Kaltara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oknum Polisi Bisnis Tambang Emas Ilegal, Ratusan Amunisi Diamankan</title>
		<link>https://bontangpost.id/oknum-polisi-bisnis-tambang-emas-ilegal-ratusan-amunisi-diamankan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2022 11:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[tambang emas ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=99045</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Tim Khusus gabungan telah melakukan penyitaan sejumlah aset yang dimiliki oknum kepolisian Polda Kaltara berinisial HSB. Diketahui penetapan tersangka sudah dilakukan sejak 1 Mei lalu, dan diamankan Ditreskrimsus Polda Kaltara pada 4 Mei di Bandara Juwata Tarakan. HSB telah ditahan di Polres Bulungan setelah penangkapan. Dirreskrimsus Polda Kaltara AKBP Hendy F Kurniawan menjelaskan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/oknum-polisi-bisnis-tambang-emas-ilegal-ratusan-amunisi-diamankan/">Oknum Polisi Bisnis Tambang Emas Ilegal, Ratusan Amunisi Diamankan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Tim Khusus gabungan telah melakukan penyitaan sejumlah aset yang dimiliki oknum kepolisian Polda Kaltara berinisial HSB. Diketahui penetapan tersangka sudah dilakukan sejak 1 Mei lalu, dan diamankan Ditreskrimsus Polda Kaltara pada 4 Mei di Bandara Juwata Tarakan. HSB telah ditahan di Polres Bulungan setelah penangkapan.</p>
<p>Dirreskrimsus Polda Kaltara AKBP Hendy F Kurniawan menjelaskan, beberapa barang bukti sudah diamankan seperti buku catatan aliran dana ke beberapa pihak. &#8220;Ada juga satu bangunan rumah untuk pejabat tertentu disegel, praktik ilegal usaha lainnya juga dilakukan penyitaan, seperti dokumen pelayaran dan sebagainya,&#8221; beber dia, Kamis (5/5).</p>
<p>Bahkan, ada 120 item yang berhasil diamankan dari kediaman HSB yang terdapat di RT 24, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Bahkan, dokumen pelayaran yang turut disita terdiri dari <em>manifest</em> yang tidak sesuai dengan isi kontainer. Selain itu, rekening bank milik HSB dan beberapa orang turut diamankan. Sementara itu, untuk aset lainnya seperti Honda Civic dan Toyota Alphard, juga telah disegel dan akan dipelajari untuk riwayat pembeliannya. &#8220;Barang bukti ada 120 item, kalau memang dibeli dari hasil perolehan usaha ilegal, langsung diamankan dan dibawa ke Tanjung Selor. Kalau untuk kepemilikan rekening ada juga yang punya HSB, ada juga punya beberapa orang lainnya,&#8221; beber dia.</p>
<p>Diketahui ada sejumlah barang bukti lain seperti amunisi hingga senapan PCP (<em>pre-charged pneumatic air rifle</em>) yang dibawa dari kediaman HSB. Bahkan, pihaknya saat ini belum menemukan senjata api (senpi). Namun, kepolisian mendapati ratusan butir amunisi aktif kaliber 55.5 dan 9 milimeter.</p>
<p>&#8220;Jadi ada dua kotak amunisi senjata api, satunya dinas satunya pribadi, tapi dicek lagi kepemilikannya, ada juga senapan angin. Kemudian amunisi kaliber 55,6 tidak banyak, sekitar 5 atau 6 butir, kalau 9 mili itu karena senjata organik ada kisaran 200 butir,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Saat ini perhitungan aset yang disita serta kerugian negara. Hendy menegaskan, pihaknya belum melakukan perhitungan lantaran akan dilakukan Analisis Transaksi Keuangan. &#8220;Untuk total aset belum tahu karena isi rekening belum dibuka, sementara sita dulu, nanti dianalisis, termasuk beberapa dokumen yang mengindikasikan. Untuk dibekukan apa tidak dipelajari dulu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Bahkan terbukti bisnis tambang emas ilegal milik HSB telah beroperasi selama dua tahun. Bahkan, pihak Ditreskrimsus Polda Kaltara juga sudah melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</p>
<p>&#8220;Kami pribadi sudah hubungi dan koordinasi dengan KPK untuk membantu untuk melakukan pelacakan asetnya,&#8221; kunci dia. <strong>(kpg/tuy/dra/k8)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/oknum-polisi-bisnis-tambang-emas-ilegal-ratusan-amunisi-diamankan/">Oknum Polisi Bisnis Tambang Emas Ilegal, Ratusan Amunisi Diamankan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Evakuasi Tambang Emas yang Runtuh: Kaki Terjepit Batu, Diamputasi, Akhirnya Meninggal</title>
		<link>https://bontangpost.id/evakuasi-tambang-emas-yang-runtuh-kaki-terjepit-batu-diamputasi-akhirnya-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2019 07:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[bolaang mongondow]]></category>
		<category><![CDATA[tambang emas ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60006</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suara Tedi Mokodompit menjadi yang terakhir terdengar di dalam lubang tambang maut itu. Dia adalah korban ke-27 yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. Namun, sesaat setelah keluar, nyawanya malah tidak tertolong. AHMAD DIDIN KHOIRUDDIN, Bolaang Mongondow UPAYA evakuasi Tedi berlangsung cukup dramatis. Betapa tidak, saat ditemukan petugas, kaki kirinya tergencet batu besar. Upaya penarikan dilakukan. Tapi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/evakuasi-tambang-emas-yang-runtuh-kaki-terjepit-batu-diamputasi-akhirnya-meninggal/">Evakuasi Tambang Emas yang Runtuh: Kaki Terjepit Batu, Diamputasi, Akhirnya Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="bs-intro">Suara Tedi Mokodompit menjadi yang terakhir terdengar di dalam lubang tambang maut itu. Dia adalah korban ke-27 yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. Namun, sesaat setelah keluar, nyawanya malah tidak tertolong.</p>
<p class="bs-intro">AHMAD DIDIN KHOIRUDDIN, Bolaang Mongondow</p>
<p>UPAYA evakuasi Tedi berlangsung cukup dramatis. Betapa tidak, saat ditemukan petugas, kaki kirinya tergencet batu besar. Upaya penarikan dilakukan. Tapi sia-sia.</p>
<p>Akhirnya, mau tidak mau, kaki kiri Tedi diamputasi agar dia bisa dikeluarkan. ’’Tim dokter ikut masuk untuk membius korban. Saat diamputasi, dia (Tedi) masih setengah sadar dan bisa diajak berkomunikasi,’’ ungkap Ketua Tim Evakuasi Pemkot Kotamobagu Sahaya Mukoginta seusai menyaksikan evakuasi korban.</p>
<p>Setelah kaki kirinya diamputasi, Tedi diangkat ke luar lubang. Posisinya di kedalaman sekitar 15 meter dari mulut lubang. Sekitar pukul 15.30 Wita, dia berhasil ditandu hingga puncak tebing, tempat ambulans menunggu. Namun, belum sampai ambulans berangkat, warga Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, tersebut dinyatakan meninggal.</p>
<p>Sebelumnya, dari pemantauan Sahaya, Tedi masih aktif berkomunikasi. Baik dengan petugas, keluarga, maupun sesama korban yang tepat berada di bawahnya, yakni Reza Sipasi. ’’Mereka masih bisa ngobrol-ngobrol hingga tadi (kemarin, Red) siang,’’ katanya.</p>
<p>Bahkan, hingga sebelum diamputasi, Tedi masih aktif menyantap makanan yang diantar langsung oleh petugas. Sesekali pihak keluarga ikut masuk ke lubang tersebut untuk menyuapinya.</p>
<p>Urutan korban teratas setelah Tedi adalah Reza. Posisi terakhir yang diketahui petugas, Reza dengan eratnya memeluk kaki kanan Tedi yang tidak tertimpa batu. Namun, saat tubuh Tedi diangkat, Reza sudah tak sadarkan diri. Wajahnya pucat. ’’Hanya kelihatan kepala dan tangannya. Tubuhnya tertimbun batu,’’ tuturnya.</p>
<p>Sebenarnya, masih ada satu korban lagi yang tak jauh dari posisi keduanya. Namun, diperkirakan, korban yang belum diketahui identitasnya itu sudah meninggal. Sebab, punggung dan dadanya terjepit batu besar. ’’Setelah itu sudah tidak kelihatan di bawahnya. Sudah tertutup batu total,’’ ungkap Sahaya setelah turun dari lokasi kejadian.</p>
<p>Pencarian korban pada hari ketiga kemarin membuahkan hasil. Setidaknya, tiga korban berhasil dievakuasi. Namun, ketiganya telah meninggal. ’’Ada dua korban yang dievakuasi sekitar jam tiga dini hari. Dan Tedi itu tadi sekitar setengah empat,’’ kata Sahaya yang juga membawahkan tim BPBD, Satpol PP, Dinkes, dan Dinsos Kotamobagu.</p>
<p>Sulitnya akses menjadi hambatan petugas. Penambangan emas tidak berizin (PETI) itu berada di puncak bukit, dekat area pertambangan milik PT JRBM. Waktu tempuh dengan kendaraan roda empat dari ibu kota Sulawesi Utara, Manado, sekitar 5 jam. Atau sekitar 1 jam dari pusat Kota Kotamobagu.</p>
<p>Namun, mendekati lokasi pertambangan, jalan yang sebelumnya berupa aspal mulus berganti dengan jalan tanah. Setidaknya ada dua akses menuju lokasi kejadian. Yakni, jalan khusus milik PT JRBM dan jalan tikus yang ditengarai menjadi akses masuk para penambang ilegal tersebut.</p>
<p>Sebab, tidak sembarang orang bisa lewat jalan khusus perusahaan. Yang diizinkan masuk hanya pihak-pihak yang berkepentingan. Misalnya, petugas kepolisian dan tim evakuasi. Namun, jika melewati jalan tersebut, kendaraan roda empat bisa masuk hingga mendekati lokasi. Karena itu, jalan itulah yang dipilih petugas untuk lalu-lalang ambulans yang mengangkut korban.</p>
<p>Jalan yang satu lagi relatif bebas. Siapa pun bisa masuk hingga ke lokasi kejadian tanpa pengamanan. Di sepanjang jalan tersebut terdapat tenda-tenda penjual makanan dengan area parkir yang luas. Menurut penuturan warga sekitar, di situlah basecamp para penambang ilegal tersebut sebelum akhirnya mereka berjalan kaki bersama naik ke lokasi tambang.</p>
<p>Ya, perjalanan menuju lokasi tambang tidak bisa menggunakan kendaraan apa pun. Mereka harus berjalan kaki. Waktu tempuhnya sekitar satu jam dengan medan yang cukup terjal. Sesekali harus menyeberangi sungai kecil tanpa jembatan.</p>
<p>PETI tersebut berlokasi tepat di tebing tepi jurang. Lubang-lubangnya berada di bagian tengah turunan yang curam. Untuk menuju lubang itu, penambang harus memanjat dari bawah hingga mencapai tempat tersebut. Jalur itulah yang digunakan para penambang ilegal sehingga bisa melenggang bebas membuat lubang dan menambang emas di tempat tersebut.</p>
<p>Sahaya mengungkapkan bentuk penambangan tersebut. Dari pengakuan korban yang selamat, lokasi di dalam lubang terdiri atas dua lantai. Pintu masuk langsung menuju lantai 2. ’’Ternyata di dalamnya luas. Pintu masuknya saja yang kecil,’’ ujarnya.</p>
<p>Setelah dari lantai 2, penambang bisa menuju lantai 1 di dalam lubang itu. Ruangan tersebut mempunyai kapasitas yang hampir sama dengan di atasnya. Di lantai 1 itulah terdapat cabang-cabang yang cukup banyak. ’’Kebanyakan yang selamat ini dari cabang itu. Setelah lantai atas runtuh, mereka lewat reruntuhan itu untuk keluar,’’ terangnya.</p>
<p>Saat ini kondisi reruntuhan di dalam lubang benar-benar labil. Bahkan, saat melakukan evakuasi, sesekali petugas dikagetkan oleh batu-batu yang masih berjatuhan. Karena itu, mereka memilih cara manual untuk menghindari gerakan yang membuat tanah bergerak.</p>
<p>Dengan banyaknya korban yang diketahui sudah meninggal, hari ini akan ada pengerahan alat berat untuk evakuasi. Fokus evakuasi pada hari keempat ini adalah mengeluarkan korban yang meninggal. Diperkirakan masih ada 30-an orang yang terjebak di dalam lubang galian tambang.</p>
<p>Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga menyatakan, 26 korban berhasil dievakuasi dari dalam reruntuhan. ’’Satu orang itu masih simpang siur. Katanya diselamatkan warga pada dini hari. Namun, data yang kami miliki, 19 orang selamat dan 7 orang meninggal,’’ ujarnya.</p>
<p>Pernyataan Haris itu sekaligus meralat statemen Bupati Bolmong Yasti Mokoagow pada Rabu (28/2). Saat itu Yasti menyebut delapan korban meninggal. (*/c5/oni/jpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/evakuasi-tambang-emas-yang-runtuh-kaki-terjepit-batu-diamputasi-akhirnya-meninggal/">Evakuasi Tambang Emas yang Runtuh: Kaki Terjepit Batu, Diamputasi, Akhirnya Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
