<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tersambar petir Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/tersambar-petir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/tersambar-petir/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Mar 2022 16:48:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>tersambar petir Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/tersambar-petir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Remaja Tewas usai Disambar Petir saat Ngecas Ponsel</title>
		<link>https://bontangpost.id/remaja-tewas-usai-disambar-petir-saat-ngecas-ponsel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2022 02:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[tersambar petir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=97725</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Seorang remaja di Dusun Merada, Desa Paku Raya, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak diduga tewas karena tersambar petir saat sedang mengecas ponsel di dalam rumah, Senin (28/3). “Benar, warga tersebut tersambar petir saat sedang menggunakan ponsel yang sedang dicas di dalam rumah sekitar pukul 19.30 WIB,” ungkap Kapolsek Kuala Behe Ipda Rinto, Selasa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/remaja-tewas-usai-disambar-petir-saat-ngecas-ponsel/">Remaja Tewas usai Disambar Petir saat Ngecas Ponsel</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Seorang remaja di Dusun Merada, Desa Paku Raya, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak diduga tewas karena tersambar petir saat sedang mengecas ponsel di dalam rumah, Senin (28/3). “Benar, warga tersebut tersambar petir saat sedang menggunakan ponsel yang sedang dicas di dalam rumah sekitar pukul 19.30 WIB,” ungkap Kapolsek Kuala Behe Ipda Rinto, Selasa (29/3).</p>
<p>Korban diketahui bernama Yayan (18). Menurut keterangan saksi yang juga teman korban, Hendra Saputra, saat itu sedang hujan deras. Ia bersama korban Yayan sedang berkumpul di dalam rumah.</p>
<p>Tiba-tiba saja kilat menyambar dan terdengar suara guntur yang sangat keras. Pada saat bersamaan, korban Yayan yang sedang memegang ponsel tiba-tiba mengalami kejang dan terbaring tak sadarkan diri. Melihat kejadian itu, pihak keluarga menghubungi Puskesmas Kuala Behe untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>“Sesampainya di Puskesmas Kuala Behe, Yayan masih tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas, Yayan dinyatakan sudah meninggal dunia,” ungkap Ipda Rinto. Kapolsek mengatakan, dari hasil pemeriksaan oleh dokter tak ada tanda atau luka yang dapat diduga akibat kekerasan hingga dinyatakan meninggal dunia akibat tersambar petir. “Korban sudah dimakamkan hari ini oleh keluarganya,” kata Kapolsek.</p>
<p>Pihaknya mengimbau agar warga di Kabupaten Landak untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai sambaran petir atau kilat demi meminimalkan dampak kerugian yang ditimbulkan. Ipda Rinto mengimbau warga tidak mengoperasikan peralatan elektronik yang rawan terkena sambaran petir.</p>
<p>“Selain itu, saat hujan deras tidak beraktivitas di luar rumah ataupun mengendarai kendaraan, terutama sepeda motor, jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak,” jelasnya.</p>
<div>
<div><span class="ctaText"><em><strong>Mitos atau Fakta</strong></em></span></div>
</div>
<p><em>Lantas, benarkah main ponsel saat kondisi hujan atau berpetir bisa membuat penggunanya tersambar? Mitos atau fakta? </em>Menjawab hal ini, pengamat teknologi Lucky Sebastian menjelaskan, main HP saat hujan atau saat mendung disertai petir dapat tersambar hanya mitos belaka. Menurutnya, tidak ada penjelasan teknis yang bisa memastikan bahwa HP yang notabene menggunakan jaringan nirkabel bisa tersambar petir.</p>
<p>“Mitos. HP atau <em>smartphone</em> menggunakan jaringan nirkabel, <em>wireless,</em> secara teknis tidak mungkin menyebabkan pengguna bisa tersambar petir saat menggunakan di waktu hujan,” ujar Lucky kepada JawaPos.com.</p>
<p>Dijelaskannya, petir terjadi karena awan yang sarat bermuatan listrik negatif, tertarik dengan listrik positif di bumi untuk segera menetralkan muatannya. Aliran listrik negatif dari awan ke bumi ini yang kita kenal sebagai petir. Karena ingin segera mencapai bumi, maka petir atau kilat ini akan tertarik untuk menyambar atau melewati benda-benda yang lebih tinggi dari permukaan bumi.</p>
<p>“Kalau di kota berarti lewat gedung-gedung tinggi, atau kalau di lapangan akan lewat pohon, dan kalau di jalanan akan lewat tiang-tiang listrik atau telepon. Jadi yang paling mungkin tersambar adalah telepon dulu karena ada media sambarnya yakni tiang dan kabel,” terang Lucky.</p>
<p>Dia melanjutkan, sebelum era HP, telepon di rumah-rumah menggunakan sambungan kabel tembaga, yang tersambung dari tiang telepon di jalan dan masuk ke rumah-rumah. Saat petir menggelegar, kemungkinan menyambar tiang telepon yang lebih tinggi dari jalan. Selain itu, ada juga kemungkinan beban listrik yang besar juga teraliri ke rumah dan merusak telepon berkabel di dalam rumah.</p>
<div>
<div><span class="ctaText">Peluang tersambar petir saat main ponsel adalah kemungkinan yang kecil untuk bisa terjadi. Namun, petir bisa jadi menyambar orang yang menggunakan ponsel ketika berada di lapangan terbuka. Petir tersebut bukan menyambar karena HP tapi karena orang tersebut berdiri sebagai objek paling tinggi di tempat petir menyambar.</span></div>
</div>
<p>“Kalau dilihat dari teknologinya, rasanya hampir nggak mungkin pakai HP terus tersambar petir. Paling mungkin adalah saat pakai HP sembari di-<em>charge</em>, dan saat hujan, petir menyambar tiang listrik dan kemudian (muatan listrik mengalir) masuk ke rumah-rumah dan menyambar HP yang lagi dicas sembari dipakai,” tegas Lucky.</p>
<p>Penggunaan ponsel dan telepon portable tanpa kabel di dalam ruangan selama badai petir, bisa benar-benar aman karena tidak ada kabel yang dapat dilalui oleh muatan listrik. Hal yang perlu diperhatikan saat bermain HP di dalam rumah saat hujan petir, adalah ketika ponsel terhubung dengan charger ke colokan listrik.</p>
<p>Saat listrik menyambar tiang listrik, ada kemungkinan beban listrik bisa memenuhi jaringan listrik rumah dan turut merusak ponsel yang sedang diisi daya. Namun, kejadian ini jarang sekali terjadi, karena kebanyakan rumah-rumah yang cukup tinggi juga dilengkapi dengan penangkal petir, dan jaringan listrik di rumah yang baik senantiasa memiliki ground yang tersambung ke tanah untuk mengalirkan kelebihan muatan listrik. <strong><em>(mif/jp)</em></strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/remaja-tewas-usai-disambar-petir-saat-ngecas-ponsel/">Remaja Tewas usai Disambar Petir saat Ngecas Ponsel</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Tewas Tersambar Petir, Dua Lainnya Kritis</title>
		<link>https://bontangpost.id/dua-tewas-tersambar-petir-dua-lainnya-kritis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2019 08:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[samboja]]></category>
		<category><![CDATA[tersambar petir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=61587</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMBOJA–Dalam sebulan ini, sambaran petir di Kecamatan Samboja, Kukar, telah merengut lima nyawa. Rabu (1/5), empat orang yang sedang berteduh di sebuah pondok di Jalan poros Balikpapan-Samboja, di RT 8, Kelurahan Salok Api Darat, disengat petir. Dua di antaranya tewas di tempat, sedangkan dua lainnya sempat kritis. Dua korban tewas adalah Rustam Efendi (31), warga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dua-tewas-tersambar-petir-dua-lainnya-kritis/">Dua Tewas Tersambar Petir, Dua Lainnya Kritis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMBOJA–Dalam sebulan ini, sambaran petir di Kecamatan Samboja, Kukar, telah merengut lima nyawa. Rabu (1/5), empat orang yang sedang berteduh di sebuah pondok di Jalan poros Balikpapan-Samboja, di RT 8, Kelurahan Salok Api Darat, disengat petir. Dua di antaranya tewas di tempat, sedangkan dua lainnya sempat kritis.</p>
<p>Dua korban tewas adalah Rustam Efendi (31), warga Kelurahan Kampung Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang; dan Radit (12), warga Kecamatan Simbolo, Kabupaten Mamuju. Korban lainnya, Hajar (37), warga Kecamatan Simbolo, Kabupaten Mamuju; dan Muhammad Hasri (33) yang beralamatkan di tempat yang sama.</p>
<p>Keempatnya baru tiba dari Kabupaten Mamuju di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, sekitar pukul 13.00 Wita. Mereka turut membawa dua sepeda motor yang digunakan untuk perjalanan darat menuju Samarinda. Keempatnya ke Kota Tepian untuk mengunjungi sanak keluarga. Mereka memilih menempuh jalan poros Balikpapan-Handil.</p>
<p>Korban Hajar saat itu berboncengan dengan anaknya bernama Radit, menggunakan sepeda motor Yamaha Vino bernopol DC 3724 AO. Sedangkan Muhammad Hasri berboncengan dengan Rustam Efendi dengan mengendarai Yamaha Mio bernopol DC 2237 AM.</p>
<p>Hujan deras membuat perjalanan keempatnya terhenti. Juga disertai angin kencang beserta petir yang menyambar-nyambar.</p>
<p>Sebuah pondok di Kelurahan Salok Api Darat dipilih sebagai tempat perhentian sementara karena telanjur basah kuyup. Sekitar pukul 15.00 Wita, belum lama berteduh, sambaran petir disertai kilat tiba-tiba menyengat keempatnya. Mereka pun sempat berteriak, lantaran tak menyangka petir menyasar tubuh mereka. Dalam hitungan detik, mereka langsung lemas dan tersungkur di lantai pondok yang terbuat dari kayu.</p>
<p>Radit yang terbaring tampak tak lagi bergerak. Begitu juga dengan Rustam Efendi yang semula berdiri paling dekat dengan Radit. Sedangkan Muhammad Hasri sempat tersadar namun tak mampu mengeluarkan suara. Dia hanya menggerak-gerakkan kaki seolah menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya dalam posisi terlentang. Sedangkan Hajar masih tersungkur kaku dalam posisi tengkurap.</p>
<p>Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Lalu melakukan evakuasi terhadap dua korban yang masih selamat. Dengan menggunakan mobil ambulans, keduanya dilarikan ke RSUD Aji Batara Dewa Sakti (Abadi) Samboja. Proses evakuasi langsung dipimpin Kapolsek Samboja Iptu Reza Pratama.</p>
<p>“Dua korban sudah sadarkan diri saat tiba di rumah sakit. Sudah mulai bisa dimintai keterangan walaupun tidak banyak,” terang Reza Pratama.</p>
<p>Dari hasil visum luar yang dilakukan rumah sakit, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala. Bahkan pada bagian kepala juga terdapat semacam luka bakar karena tersengat petir.</p>
<p>“Dari keterangan saksi korban yang dirawat, mereka seperti terkena setrum dengan tegangan tinggi. Saat itu juga langsung mulai kehilangan kesadaran. Saat ini belum bisa banyak dimintai keterangan karena dalam proses pemulihan,” katanya.</p>
<p>Korban juga menyebut, tak jauh dari lokasi terdapat cermin tikungan yang menghadap pondok tersebut. Keempatnya juga membawa ponsel, namun tidak sedang dalam posisi menelepon. “Entah ada kaitannya dengan tiang cermin tikungan atau ponsel, kami tidak tahu pasti. Tapi dugaan tersambar petir memang sangat kuat,” tambahnya.</p>
<p>Pihak keluarga korban pun berencana memakamkan korban di kampung halaman di Kabupaten Mamuju. Namun, saat ini masih terkendala biaya menuju Sulawesi. Selain itu, dua korban juga masih dalam pemulihan.</p>
<p>Seorang korban juga mengantongi kartu tanda pengenal bertulisan Komisi Pengawasan Korupsi (KPK). Namun, Reza memastikan itu bukan kartu tanda pengenal anggota KPK. “Mungkin semacam LSM atau organisasi. Makanya bukan Komisi Pemberantasan Korupsi, tapi Komisi Pengawasan Korupsi,” imbuhnya.</p>
<p>Peristiwa tewasnya satu keluarga karena tersambar petir juga sempat membuat geger warga Samboja. Pada Senin (8/4) pukul 20.00 Wita lalu, tiga orang tewas di bawah pohon di sebuah kebun di RT 15, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kukar. Ketiganya ditemukan dalam posisi kaku tidak bernyawa.</p>
<p>Ketiganya adalah warga Kilometer 47, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja. Yaitu, Unding (32) serta mertuanya Nurdin (57), dan Mina (47). Peristiwa tersebut bermula ketika sekitar pukul 19.00 Wita, istri korban Unding yang bernama Mariani menanyakan keberadaan orangtua serta suaminya yang belum pulang kepada saksi lain yaitu Arsyad.</p>
<p>Mariani saat itu curiga lantaran pohon yang biasa menjadi tempat berteduh dalam kondisi terbakar. Dia melihat dari rumah kebun miliknya yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pohon. Lantaran curiga, Arsyad pun mendatangi pohon tersebut dan mendapati ketiganya sudah dalam posisi terbujur kaku karena tersengat petir.</p>
<p>Sementara itu, akademisi bidang fisika asal Universitas Mulawarman (Unmul) Aditya Rinaldy mengatakan, seseorang bisa berpeluang tersambar petir jika dalam kondisi tertentu. Misalnya, berada di daerah dataran yang lebih tinggi dan menonjol dibanding daerah lainnya.</p>
<p>Selain itu, ponsel yang memiliki kemampuan menangkap gelombang sinyal juga tidak menutup kemungkinan ikut menangkap gelombang sambaran petir. Sengatan listrik pada petir pun sangat tinggi sehingga bisa membuat seseorang tewas seketika.</p>
<p>“Memainkan ponsel saat hujan yang disertai petir memang memberikan peluang tersambar. Walaupun belum tentu juga itu penyebabnya. Sebab, ada faktor lain. Seperti lokasinya yang berada di dataran tinggi,” kata alumnus pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.</p>
<p>Meskipun sama-sama arus listrik, petir berbeda dengan listrik yang mengalir mengikuti kabel-kabel. Petir bagaikan listrik yang tak sabar menyambar apapun. Seolah ingin cepat sampai ke bumi, sehingga bisa merenggut lebih dari satu nyawa sekaligus.</p>
<p>Petir juga cenderung memilih tempat terbuka dengan lokasi tinggi atau terdapat sesuatu yang menonjol di atas bumi. Bisa berupa gunung, manusia, hewan, atau bangunan yang berada di atas tempat terbuka. Tegangan yang dihasilkan petir pun bisa mencapai puluhan ribu ampere. (qi/dwi/k8/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dua-tewas-tersambar-petir-dua-lainnya-kritis/">Dua Tewas Tersambar Petir, Dua Lainnya Kritis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Warga Tewas Disambar Petir</title>
		<link>https://bontangpost.id/tiga-warga-tewas-disambar-petir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2019 07:20:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[tersambar petir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57919</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUALA PEMBUANG-Warga Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan mendadak gempar. Hujan deras disertai dentuman petir dari langit memakan korban. Tiga orang tewas seketika disambar petir saat mereka memancing di tengah danau sembuluh, Jumat (18/1). Sontak, peristiwa nahas ini membuat warga sekitar waswas saat cuaca ekstrem melanda. Ketiga korban sambaran petir adalah Zainal (54), Ehon (48) dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiga-warga-tewas-disambar-petir/">Tiga Warga Tewas Disambar Petir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KUALA PEMBUANG-Warga Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan mendadak gempar. Hujan deras disertai dentuman petir dari langit memakan korban. Tiga orang tewas seketika disambar petir saat mereka memancing di tengah danau sembuluh, Jumat (18/1). Sontak, peristiwa nahas ini membuat warga sekitar waswas saat cuaca ekstrem melanda.</p>
<p>Ketiga korban sambaran petir adalah Zainal (54), Ehon (48) dan Salmiah (41). Ketiganya warga Sembuluh II Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh.</p>
<p>Sebelum tewas mengenaskan. Ketiga korban sedang asyik-asyiknya melempar umpan kail ke air. Namun, kondisi mendadak mencekam. Hujan deras mulai turun. Suara petir yang menggelar sontak membuat ketiga korban ketakutan. Mereka tak langsung pulang. Di tengah hujan deras dan dentuman petir. Ketiganya malah berteduh di sebuah lanting yang ada di danau sembuluh.</p>
<p>Petaka itupun datang. Untuk kedua kalinya petir hebat disertai suara yang dahsyat menggelegar. Ketiganya tidak bisa menghindar. Zainal, Ehon dan Salmiah disambar saat posisi berteduh di lanting. Duaaarrrrr!!!! ketiganya langsung terkapar.</p>
<p>Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting melalui Kapolsek Danau Sembuluh Iptu M Far&#8217;ul membenarkan kejadian tersebut. Ketiga warga tersebut tersambar petir pada saat memancing di salah satu lanting yang terletak di tengah danau sembuluh.</p>
<p>&#8220;Setelah mereka berteduh tiba tiba petir menyambar ketiganya. Seketika ketiga korban langsung meninggal dunia di tempat,&#8221; terangnya Iptu M Far&#8217;ul, kemarin (19/1).</p>
<p>Warga yang mengetahui langsung berusaha memberikan pertolongan. Sayang ketiganya tidak tertolong dan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat. Polisi yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi kejadian. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan terkait kondisi korban. Terlihat sekujur tubuhnya sudah menghitam seperti terbakar.</p>
<p>&#8220;Kami masih meminta keterangan warga dan beberapa saksi untuk tindakan lebih lanjut,&#8221; pungkasnya. (son/ala/jpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiga-warga-tewas-disambar-petir/">Tiga Warga Tewas Disambar Petir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
