• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Remaja Tewas usai Disambar Petir saat Ngecas Ponsel

by Redaksi Bontang Post
1 April 2022, 10:00
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Seorang remaja di Dusun Merada, Desa Paku Raya, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak diduga tewas karena tersambar petir saat sedang mengecas ponsel di dalam rumah, Senin (28/3). “Benar, warga tersebut tersambar petir saat sedang menggunakan ponsel yang sedang dicas di dalam rumah sekitar pukul 19.30 WIB,” ungkap Kapolsek Kuala Behe Ipda Rinto, Selasa (29/3).

Korban diketahui bernama Yayan (18). Menurut keterangan saksi yang juga teman korban, Hendra Saputra, saat itu sedang hujan deras. Ia bersama korban Yayan sedang berkumpul di dalam rumah.

Tiba-tiba saja kilat menyambar dan terdengar suara guntur yang sangat keras. Pada saat bersamaan, korban Yayan yang sedang memegang ponsel tiba-tiba mengalami kejang dan terbaring tak sadarkan diri. Melihat kejadian itu, pihak keluarga menghubungi Puskesmas Kuala Behe untuk penanganan lebih lanjut.

“Sesampainya di Puskesmas Kuala Behe, Yayan masih tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas, Yayan dinyatakan sudah meninggal dunia,” ungkap Ipda Rinto. Kapolsek mengatakan, dari hasil pemeriksaan oleh dokter tak ada tanda atau luka yang dapat diduga akibat kekerasan hingga dinyatakan meninggal dunia akibat tersambar petir. “Korban sudah dimakamkan hari ini oleh keluarganya,” kata Kapolsek.

Baca Juga:  Tiga Warga Tewas Disambar Petir

Pihaknya mengimbau agar warga di Kabupaten Landak untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai sambaran petir atau kilat demi meminimalkan dampak kerugian yang ditimbulkan. Ipda Rinto mengimbau warga tidak mengoperasikan peralatan elektronik yang rawan terkena sambaran petir.

“Selain itu, saat hujan deras tidak beraktivitas di luar rumah ataupun mengendarai kendaraan, terutama sepeda motor, jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak,” jelasnya.

Mitos atau Fakta

Lantas, benarkah main ponsel saat kondisi hujan atau berpetir bisa membuat penggunanya tersambar? Mitos atau fakta? Menjawab hal ini, pengamat teknologi Lucky Sebastian menjelaskan, main HP saat hujan atau saat mendung disertai petir dapat tersambar hanya mitos belaka. Menurutnya, tidak ada penjelasan teknis yang bisa memastikan bahwa HP yang notabene menggunakan jaringan nirkabel bisa tersambar petir.

“Mitos. HP atau smartphone menggunakan jaringan nirkabel, wireless, secara teknis tidak mungkin menyebabkan pengguna bisa tersambar petir saat menggunakan di waktu hujan,” ujar Lucky kepada JawaPos.com.

Dijelaskannya, petir terjadi karena awan yang sarat bermuatan listrik negatif, tertarik dengan listrik positif di bumi untuk segera menetralkan muatannya. Aliran listrik negatif dari awan ke bumi ini yang kita kenal sebagai petir. Karena ingin segera mencapai bumi, maka petir atau kilat ini akan tertarik untuk menyambar atau melewati benda-benda yang lebih tinggi dari permukaan bumi.

Baca Juga:  Dua Tewas Tersambar Petir, Dua Lainnya Kritis

“Kalau di kota berarti lewat gedung-gedung tinggi, atau kalau di lapangan akan lewat pohon, dan kalau di jalanan akan lewat tiang-tiang listrik atau telepon. Jadi yang paling mungkin tersambar adalah telepon dulu karena ada media sambarnya yakni tiang dan kabel,” terang Lucky.

Dia melanjutkan, sebelum era HP, telepon di rumah-rumah menggunakan sambungan kabel tembaga, yang tersambung dari tiang telepon di jalan dan masuk ke rumah-rumah. Saat petir menggelegar, kemungkinan menyambar tiang telepon yang lebih tinggi dari jalan. Selain itu, ada juga kemungkinan beban listrik yang besar juga teraliri ke rumah dan merusak telepon berkabel di dalam rumah.

Peluang tersambar petir saat main ponsel adalah kemungkinan yang kecil untuk bisa terjadi. Namun, petir bisa jadi menyambar orang yang menggunakan ponsel ketika berada di lapangan terbuka. Petir tersebut bukan menyambar karena HP tapi karena orang tersebut berdiri sebagai objek paling tinggi di tempat petir menyambar.

“Kalau dilihat dari teknologinya, rasanya hampir nggak mungkin pakai HP terus tersambar petir. Paling mungkin adalah saat pakai HP sembari di-charge, dan saat hujan, petir menyambar tiang listrik dan kemudian (muatan listrik mengalir) masuk ke rumah-rumah dan menyambar HP yang lagi dicas sembari dipakai,” tegas Lucky.

Baca Juga:  Tiga Warga Tewas Disambar Petir

Penggunaan ponsel dan telepon portable tanpa kabel di dalam ruangan selama badai petir, bisa benar-benar aman karena tidak ada kabel yang dapat dilalui oleh muatan listrik. Hal yang perlu diperhatikan saat bermain HP di dalam rumah saat hujan petir, adalah ketika ponsel terhubung dengan charger ke colokan listrik.

Saat listrik menyambar tiang listrik, ada kemungkinan beban listrik bisa memenuhi jaringan listrik rumah dan turut merusak ponsel yang sedang diisi daya. Namun, kejadian ini jarang sekali terjadi, karena kebanyakan rumah-rumah yang cukup tinggi juga dilengkapi dengan penangkal petir, dan jaringan listrik di rumah yang baik senantiasa memiliki ground yang tersambung ke tanah untuk mengalirkan kelebihan muatan listrik. (mif/jp)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: tersambar petir
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pengetap Solar Subsidi Ditangkap, Diduga Mengalir ke Industri

Next Post

Program WiFi Gratis Perlu Evaluasi

Related Posts

Dua Tewas Tersambar Petir, Dua Lainnya Kritis
Kaltim

Dua Tewas Tersambar Petir, Dua Lainnya Kritis

2 Mei 2019, 16:00
Tiga Warga Tewas Disambar Petir
Breaking News

Tiga Warga Tewas Disambar Petir

20 Januari 2019, 15:20

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.