<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Vaksinasi Massal Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/vaksinasi-massal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/vaksinasi-massal/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Jun 2021 05:15:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Vaksinasi Massal Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/vaksinasi-massal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>3.600 Warga Bontang Ditarget Ikut Vaksinasi Massal Pekan Ini</title>
		<link>https://bontangpost.id/3600-warga-bontang-ditarget-ikut-vaksinasi-massal-pekan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2021 05:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Massal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=87842</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Berbagai cara ditempuh pemerintah untuk mengebut capaian vaksinasi. Salah satunya melalui program 1 juta vaksin per hari. Melalui program ini, pemerintah berharap vaksin bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Choirul Huda mengatakan, khusus di Kota Taman, kick off program ini akan dimulai Sabtu (26/6/2021) besok hingga tujuh hari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/3600-warga-bontang-ditarget-ikut-vaksinasi-massal-pekan-ini/">3.600 Warga Bontang Ditarget Ikut Vaksinasi Massal Pekan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> <strong>&#8211;</strong> Berbagai cara ditempuh pemerintah untuk mengebut capaian vaksinasi. Salah satunya melalui program 1 juta vaksin per hari. Melalui program ini, pemerintah berharap vaksin bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas.</p>
<p>Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Choirul Huda mengatakan, khusus di Kota Taman, kick off program ini akan dimulai Sabtu (26/6/2021) besok hingga tujuh hari mendatang.</p>
<p>Bontang sendiri mendapat jatah 360 vial. Yang terdiri dari 300 vial Vaksin Sinovac dan 60 Vaksin Astrazeneca. Bila 1 vial vaksin dapat didistribusikan kepada 10 orang, artinya 360 vial menjangkau 3600 calon penerima vaksin. Dandim Choirul menegaskan, vaksin disalurkan kepada masyarakat secara cuma-cuma.</p>
<p>“Saya undang masyarakat untuk mengikuti program tersebut. Jatahnya cukup banyak, yakni sekitar 3.600 orang,&#8221; ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua II Tim Satgas Covid-19 Bontang ini, Kamis (24/6/2021) siang.</p>
<p>Adapun syarat untuk mengikuti program vaksin gratis ini tak susah. Calon penerima vaksin cukup membawa KTP. Selain itu, masyarakat dapat melapor ke ketua RT ataupun Babinsa setiap kelurahan untuk didata sebagai penerima vaksin.</p>
<p>&#8220;Cukup bawa KTP saja, atau lapor di RT dan Babinsa setempat untuk didata,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara untuk prioritas vaksin, Dandim Choirul menyebut kali ini pihaknya lebih mengutamakan pelaku usaha kafe, restoran ataupun usaha yang kerap berinteraksi langsung dengan pelanggan. Mengingat pelaku usaha dianggap kelompok rentan terpapar Covid-19 karena berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya.</p>
<p>&#8220;Tapi tidak menutup kesempatan bagi warga lain yang ingin mendapat jatah vaksinasi tersebut,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/3600-warga-bontang-ditarget-ikut-vaksinasi-massal-pekan-ini/">3.600 Warga Bontang Ditarget Ikut Vaksinasi Massal Pekan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Bontang Turut Divaksin</title>
		<link>https://bontangpost.id/jurnalis-bontang-turut-divaksin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 06:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Fjb]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Massal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=84145</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Sebanyak 51 wartawan di Bontang mengikuti vaksinasi tahap kedua di Auditorium 3 Dimensi, Rabu (3/3/2021) pagi. Guna memastikan kondisi tubuh dalam kondisi prima sebelum dan sesudah menerima vaksin Sinovac, Tim Satgas Covid-19 meminta calon penerima vaksin untuk istirahat dan makan yang cukup. Pantauan bontangpost.id, awak media telah memenuhi lokasi vaksinasi sejak pukul 08.00 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jurnalis-bontang-turut-divaksin/">Jurnalis Bontang Turut Divaksin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Sebanyak 51 wartawan di Bontang mengikuti vaksinasi tahap kedua di Auditorium 3 Dimensi, Rabu (3/3/2021) pagi. Guna memastikan kondisi tubuh dalam kondisi prima sebelum dan sesudah menerima vaksin Sinovac, Tim Satgas Covid-19 meminta calon penerima vaksin untuk istirahat dan makan yang cukup.</p>
<p>Pantauan bontangpost.id, awak media telah memenuhi lokasi vaksinasi sejak pukul 08.00 Wita. Di pintu masuk auditorium, sejumlah wartawan sudah terlihat menunggu. Sebelum memasuki ruang auditorium, wartawan diminta mengisi formulir identitas diri, kemudian mendapat nomor antrean. Menuju meja dua untuk verifikasi data, setelahnya menunggu giliran dipanggil masuk ke ruang auditorium.</p>
<p>Ketika dipanggil masuk, calon penerima vaksin kemudian menghampiri meja tiga. Di sini dilakukan skrining awal. Setelahnya menunggu lagi untuk menuju meja empat. Di meja empat, dilakukan pemeriksaan kesehatan. Sampel darah diambil. Untuk melihat kadar gula, tensi, dan kadar oksigen. Di tahap ini bakal ditentukan, calon penerima vaksin dapat disuntik vaksin Sinovac atau tidak.</p>
<p>Dosis perdana vaksin Sinovac dilakukan sangat cepat. Lepas penyuntikan, penerima vaksin diminta menunggu 30 menit. Untuk melihat apakah ada efek dari vaksin di tubuh penerima. Bila tak ada efek, diperkenankan meninggalkan lokasi.</p>
<p>Yahya Yabo (27), jurnalis yang telah mengikuti vaksinasi mengatakan, dalam 2-3 hari ke depan, kondisi tubuh mereka tetap dipantau. Bila ada efek hadir dalam rentang waktu tersebut, bakal diarahkan menyambangi puskesmas terdekat dengan wilayah domisil.</p>
<p>&#8220;Alhamdullilah lancar saja. Tidak takut vaksinnya, tapi agak takut sama jarum saja,&#8221; beber jurnalis PKTv ini.</p>
<p>Ketua Forum Jurnalis (FJB) Bontang, Edwin Agustyan turut hadir. Kata Edwin, sedikit banyak vaksinasi ini akan memberi rasa aman kepada awak media ketika melakukan kerja-kerja jurnalistiknya di lapangan. Baik kepada diri sendiri, pun kepada narasumber yang ditemui ketika liputan.</p>
<p>Meski telah menerima vaksin, Edwin ingatkan kawan-kawan jurnalis tetap menjaga protokol kesehatan 5M. Divaksin bukan berarti kebal virus corona. Terlebih ini masih vaksin dosis pertama. Sistem imun tubuh penerima belum tebentuk utuh. Sampai nanti menerima vaksin dosis kedua.</p>
<p>&#8220;Saya harap teman-teman tetap menjaga protokol ketika liputan,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jurnalis-bontang-turut-divaksin/">Jurnalis Bontang Turut Divaksin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Intervensi Vaksinasi Massal di Tiga RT Kelurahan Bontang Baru  </title>
		<link>https://bontangpost.id/intervensi-vaksinasi-massal-di-tiga-rt-kelurahan-bontang-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2018 16:01:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Difteri]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Massal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=31326</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Masih seputar respon atas kasus Difteri di Kota Taman, Puskesmas Bontang Utara I dan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) melaksanakan tindak lanjut surveilans kasus dengan intervensi vaksinasi massal selektif pada lokasi kasus suspek di 3 RT Kelurahan Bontang Baru. Dibantu Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) cabang Bontang, Jumat (9/2), Outbreak Response Immunization [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/intervensi-vaksinasi-massal-di-tiga-rt-kelurahan-bontang-baru/">Intervensi Vaksinasi Massal di Tiga RT Kelurahan Bontang Baru  </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Masih seputar respon atas kasus Difteri di Kota Taman, Puskesmas Bontang Utara I dan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) melaksanakan tindak lanjut <em>surveilans</em> kasus dengan intervensi vaksinasi massal selektif pada lokasi kasus suspek di 3 RT Kelurahan Bontang Baru.</p>
<p>Dibantu Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) cabang Bontang, Jumat (9/2), <em>Outbreak Response Immunization </em>(ORI) selektif dilakukan di Masjid Miftahul Huda, lantaran sebelumnya ada salah satu warga RT 14 Kelurahan Bontang Baru terdeteksi sebagai suspek difteri. Menyasar 169 anak, usia 1-19 tahun yang tersebar di RT 13, 14, dan RT 15 Kelurahan Bontang Baru.</p>
<p>“Vaksinasi subsidi ini hanya kami peruntukan bagi anak-anak usia 19 tahun ke bawah. Sementara untuk orang dewasa dapat melakukan vaksinasi mandiri di fasilitas kesehatan swasta yang menyediakan vaksinasi,” ujar drg Erwin Wahyudiono selaku Kepala Puskesmas Bontang Utara I.</p>
<p>Sementara itu, Staf Surveilans, Imunisasi, dan Penanggulangan Wabah Bencana Diskes-KB, Fatimah, SST menerangkan, pemberian vaksinasi massal akan dilakukan secara bertahap hingga tiga putaran. Ia menegaskan, meski pemberian vaksin kepada balita maupun anak-anak sudah terhitung lengkap (imunisasi BCG, DPT, Polio, Hepatitis B, dan Campak), <em>booster</em>, dan bulan imunisasi anak sekolah (Bias), disarankan untuk tetap mengikuti ORI.</p>
<p>“Pemberian vaksinasi hari ini (kemarin, <em>red</em>.) merupakan tahap pertama, akan dilanjutkan tahap kedua bulan depan, dan tahap terakhir pada enam bulan kemudian. Sebab, suntikan pertama belum sepenuhnya membentuk kekebalan pada tubuh. Sehingga dilakukan vaksinasi sampai tiga putaran untuk menghasilkan kekebalan berjangka 10 tahun,” urainya.</p>
<p>Berbeda dengan orang-orang yang terpapar langsung atau melakukan kontak dengan penderita, seperti anak, istri/suami, teman yang seharian intens 1 jam bersama atau berkomunikasi minimal selama lima hari berturut-turut. Selain vaksin juga diberikan pemberian dosis obat <em>erytromicin</em> untuk dikonsumsi tiap 6 jam dalam seminggu.</p>
<p>Ia mengimbau kepada warga Bontang untuk mewaspadai gejala difteri yang di antaranya adalah demam, kadang tidak tinggi dibawah 39°C, badan lemas dan pusing, sakit saat menelan terkadang muncul suara ngorok saat bernafas, leher membengkak, tenggorokan/amandel tertutupi membran berwarna abu-abu.</p>
<p>Sedangkan untuk pencegahannya dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cuci tangan memakai sabun, konsumsi gizi seimbang, jaga kebersihan diri dan lingkungan, melaksanakan imunisasi lengkap sesuai usia, menggunakan masker bila perlu (pada tempat keramaian atau pada saat batuk dan flu), serta menghindari bepergian ke daerah Kejadian Luar Biasa (KLB).</p>
<p>“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Manfaatkan kesempatan pemberian vaksinasi subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Semoga upaya memutus rantai penyebaran dan penularan difteri di Kota Bontang segera berakhir,” tutur Fatimah. (ra/adv)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/intervensi-vaksinasi-massal-di-tiga-rt-kelurahan-bontang-baru/">Intervensi Vaksinasi Massal di Tiga RT Kelurahan Bontang Baru  </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
