• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kejahatan Seksual di Bontang Masih Tinggi, Psikolog Sebut Lemahnya Peran Keluarga Jadi Pemicu

by Redaksi Bontang Post
19 Juli 2022, 13:50
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Angka kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Bontang masih tinggi. Psikolog dari Lembaga Insan Cita Laela Siddiqah mengatakan ini menunjukkan bahwa kemampuan individu yaitu pelaku dalam mengontrol perilaku seksualnya itu bermasalah. Menurutnya hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Baik internal atau eksternal.

“Pengaruh paparan pornografi menjadi hal yang dapat membuat seseorang kehilangan nilai moralitasnya. Sehingga dapat terdorong untuk melampiaskan hasrat seksualnya dengan cara-cara yang salah. Melanggar norma dan aturan negara,” kata Laela.

Selain itu, pemahaman masyarakat terhadap aturan hukum yg berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak juga masih minim. Sehingga peraturan atau undang-undang yang ada belum bisa berfungsi sebagai “border” yang bisa mencegah perbuatan buruk terhadap perempuan dan anak.

“Untuk itu UU terkait perlindungan anak, penghapusan KDRT, perdagangan orang/trafficking perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat secara luas,” ucapnya.

Ia juga menuturkan faktor lainnya ialah masih lemahnya fungsi keluarga dan masih rendahnya peran orangtua dalam memberikan pendidikan seks dan seksualitas kepada anak sejak dini. Sehingga anak-anak kurang memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang dirinya dan tubuhnya sendiri. Sehubungan bagaimana menjaga, merawat, dan melindunginya.

“Anak-anak juga masih kurang dibekali bagaimana mengenali situasi atau perlakuan yang membahayakan, serta bagaimana cara menghadapinya,” tuturnya.

Siapapun yang menjadi orangtua perlu terus belajar bagaimana menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Membekali diri dengan pemahaman dan ilmu-ilmu pengasuhan menjadi sangat penting agar apa yang dilakukan sesuai kebutuhan anak.

Terlebih di era sekarang yang serba cepat, orang tua perlu bersikap terbuka namun tetap memiliki prinsip dan nilai-nilai yang kuat dalam membangun keluarga. Orangtua perlu mengembangkan hubungan yang sehat dengan anak, melalui komunikasi yang positif dan efektif.

Anak-anak saat ini cenderung pasif. Tidak terlatih untuk bersikap kritis, apalagi jika apa yang dimaui dipenuhi. Jika demikian, maka anak dapat dengan mudah terbujuk untuk melakukan hal-hal yang diinginkan oleh pelaku.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) mencatat angka kekerasan seksual pada perempuan dan anak di Bontang masih tinggi. Pada semester pertama tahun ini terdapat 16 kasus. Angka ini sama dengan semester pertama tahun lalu.

“Angkanya memang masih sama,” kata Kepala DPPKB dr Bahauddin.

Rinciannya lima kasus kekerasan seksual pada perempuan. Sementara pada anak jumlahnya lebih tinggi yakni 11. Pada tahun lalu perbandingannya yaitu satu kasus menyasar korban perempuan. Sisanya pada anak.

Menurutnya sejauh ini UPT PPA telah melayani masyarakat. Setelah menerima laporan pengaduan akan melakukan pemberian layanan sesuai dengan lima Fungsi UPTD. Meliputi penjangkauan korban, pengelolaan kasus, penampungan sementara korban, mediasi, hingga pendampingan korban.

“Baik saat menjalani proses hukum, aspek kesehatan, psikologis, rohani, dan psikososial,” ucapnya.

Mengenai lama pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan korban. UPTD PPA berupaya melakukan pendampingan sampai kondisi korban dan keluarga mampu pulih secara psikis dan sosial.

Adapun kesulitan yang dihadapi masih banyak masyarakat kota Bontang tidak berani. Dalam melaporkan kasus kekekrasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di sekitar. Selain itu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih dianggap sebagai aib. (ak)

Tags: Kejahatan seksual
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pedagang Pasar Citra Mas Loktuan Diberi Waktu Sepekan Pindah ke Gedung Baru

Next Post

Sabu Sitaan Kasus Narkoba yang Libatkan Pasutri di Loktuan Diblender

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.