• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Divestasi Proyek untuk Pasokan Kilang LNG Badak Ditarget Rampung Akhir 2022

by Redaksi Bontang Post
28 Agustus 2022, 12:01
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi lapangan gas. (SKK Migas)

Ilustrasi lapangan gas. (SKK Migas)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan pembahasan divestasi Chevron pada proyek minyak dan gas (Migas) laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) tahap II belakangan terlihat makin positif.

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Mohammad Kemal mengatakan, pembahasan divestasi Chevron bersama dengan calon operator diperkirakan rampung pada akhir tahun ini.

“Sudah semakin positif, semoga akhir tahun ini sudah selesai,” kata Kemal melalui pesan tertulis, Jumat (26/8/2022).

Namun, Kemal enggan memerinci lebih jauh terkait dengan tahap pembahasan yang sedang dikerjakan Chevron bersama dengan mitra bisnisnya tersebut. “Kalau detailnya masih di ranah bussiness to bussiness antar perusahaan,” kata dia.

Baca Juga:  Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

Sebelumnya, SKK Migas melaporkan Chevron tengah berdiskusi intens dengan perusahaan migas asal Italia, ENI, yang memiliki fasilitas produksi dekat dengan proyek IDD tahap dua tersebut.

Ditemui terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif membenarkan ihwal proses negosiasi divestasi Chevron pada proyek IDD tahap II belakangan berjalan dengan mulus.

Malahan, Arifin berharap, negosiasi itu dapat selesai pada akhir tahun ini. “Insyallah, akhir tahun [negosiasi] selesai,” kata Arifin saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (26/8/2022).

Seperti diketahui, Chevron telah mengajukan izin pembukaan data untuk mencari investor baru sejak Juli 2019 dan diajukan kembali pada Februari 2020.

Dikutip dari situs indonesia.chevron.com, Chevron telah memutuskan kalau proyek IDD tersebut tidak dapat bersaing dalam portofolio global perusahaan. Saat ini pun Chevron sedang mengevaluasi alternatif strategis untuk kepemilikan dan pengoperasian 62 persen sahamnya.

Baca Juga:  Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

Proyek IDD yang berlokasi di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, merupakan proyek pengembangan lima lapangan gas di laut dalam di kedalaman antara 975 m-1.785 m yang dilakukan secara terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan gas pasar domestik dan kilang LNG Bontang.

Proyek IDD memiliki produksi mencapai 844 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas alam dan 27.000 barel per hari (bopd) untuk minyak bumi.

Dengan biaya investasi yang diperkirakan mencapai US$6,98 miliar, pengembangan Proyek IDD dilakukan dengan dua tahapan pekerjaan. Yaitu pengembangan Lapangan Bangka dengan 2 sumur yang dihubungkan ke fasilitas terapung West Seno (FPU) pada tahap I.

Juga pengembangan Gendalo Gehem (G-G) pada tahap II, yaitu pengembangan Lapangan Gehem, Gandang, Gendalo dan Maha dengan 26 sumur ke 2 unit FPU baru.

Baca Juga:  Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

Dari lapangan-lapangan yang ada, hanya Lapangan Bangka saja yang telah diproduksikan secara komersial pada 17 Agustus 2016. Sejauh ini, Chevron telah merevisi PoD proyek IDD karena adanya kenaikan nilai investasi dari US$6,9 miliar pada 2007 menjadi US$12 miliar pada 2014.

Pada proposal terakhir yang diajukan akhir 2015, nilai investasinya US$9 miliar dengan asumsi kredit investasi di atas 100 persen. (*)

Source: bisnis.com
Tags: LNG
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Danpussenarhanud Pastikan Dukung Keamanan Pupuk Kaltim dari Potensi Ancaman dan Gangguan

Next Post

Tutup Mini Turnamen Remtal FC, Basri Minta Jadi Agenda Tahunan

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • (1) Madura United vs Borneo FC (1)  Penuhi Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.