bontangpost.id – Permudah mobilitas masyarakat antar daerah, pembukaan jalur penyeberangan dari Pelabuhan Loktuan menuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terus diupayakan oleh DPRD Bontang.
Demi merealisasikan rencana ini, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan akan menggelar audiensi bersama Bupati Mamuju pada 5 September di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
“Insyaallah, Bupati Mamuju akan hadir selama tiga hari di Bontang. Dan itu kesempatan kami untuk membahas berbagai hal,” ujarnya, Kamis (1/9/2022).
Kata Amir, beberapa poin lain akan dibahas saat pertemuan tersebut. Utamanya menjalin silaturahmi antar kepala daerah, selebihnya membahas kerja sama terkait armada laut yang menghubungkan antara rute baru Bontang-Mamuju.
Dengan begitu, keseriusan antar kepala daerah terlihat untuk merealisasikan pembukaan jalur penyeberangan tersebut.
“Dengan ini, mudah-mudahan ada penjelasan terbaru dari Bupati untuk terealisasinya jalur itu,” harapnya.
Adapun diketahui jalur ini terkendala dengan panjang dermaga pelabuhan di Sulbar lantaran dinilai tidak sesuai dengan ukuran kapal Pelni yang berkisar 90 meter sementara dermaga Mamuju hanya memiliki panjang 60 meter.
“Saya berharap kapal yang beroperasi nanti kapal jetliner sesuai dengan yang kami usulkan. Walaupun, pemkot sudah menyiapkan opsi kapal swasta,” sebutnya
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator PT Pelni Cabang Samarinda-Bontang Syarif Hidayat mengatakan bahwa kapal jetliner tidak bisa digunakan untuk jalur Bontang-Mamuju. Lantaran kondisi dermaga Bontang yang dangkal.
“Kemungkinannya kecil kalau mau digunakan. Belum tahu ini kapal apa yang akan digunakan untuk jalur baru itu,” tandasnya. (*)







