bontangpost.id – Tiga warga Kelurahan Guntung dilarikan ke rumah sakit usai diserang ratusan tawon saat hendak pulang memancing pada, Minggu (12/12/2022).
Ketiganya yakni Su warga RT 15, Wa dan An yang merupakan warga RT 11. Hal itu turut dibenarkan Dhani salah seorang warga RT 04 Guntung yang juga kerabat Su.
Saat dikonfirmasi, Dhani menceritakan sekira pukul 16.30 satu perahu yang memuat ketiga nelayan tersebut hendak pulang mancing. Nahas di pertengahan jalan saat melintasi Pulau Panjang yang berdekatan dengan Pulau Gusung ketiga nelayan diserang oleh tawon.
Tak kuat dengan kondisi itu, ketiga pria tersebut akhirnya menceburkan diri ke laut. Tak berselang lama, dengan basah kuyu ketiganya kembali ke kapal lantaran posisi tawon yang tidak bergeser dan tetap berada di lokasi.
“Mereka sempat basah pas naik ke kapal lagi. Mereka pikir tawonnya sudah pergi, eh ternyata masih tetap di situ. Akhirnya mereka tidak bisa menghindar,” urainya.
Tidak bisa menghindari serangan tawon, kata Dhani ketiga nelayan tersebut akhirnya beranjak pergi dan bersandar di Pulau Gusung untuk meminta pertolongan warga. Kondisi saat itu Su dan kedua rekannya terbaring lemas.
“Warga Gusung langsung telpon warga Guntung untuk menginfokan. Nah, pas saya tahu infonya makanya saya langsung ke pelabuhan Guntung untuk menjemput mereka. Jadi mereka itu diantar warga Gusung. Sekalian kapalnya di tarik ke pelabuhan,” ucap Dhani.
Setibanya di pelabuhan Guntung tepat pukul 18.00, Dhani dan warga lainnya langsung membantu mengevakuasi mereka untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kata Dhani, saat tiba di rumah sakit kondisi ketiganya luka lebam di bagian wajah. An salah seorang korban pin dikabarkan sempat kritis.
“Kalau Su sempat pingsan. Tapi sebentar saja. Saat ini semua korban sudah pulang. Dan yang kritis itu sudah sadarkan diri. Karena gelap saya hanya lihat di wajah saja yang lebam. Selebihnya kurang tahu,” sambungnya.
Menurut Dhani, kejadian ini tidak hanya sekali. Namun, pernah memakan korban lainnya. Lantaran sarang tawon dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Jadi, siapapun yang lewat Pulau Panjang memang diganggu sama tawon itu. Saya maklum sih karena sarangnya di rusak oleh anak anak di sini juga,” timpalnya.
Terpisah, Kepala BPBD Bontang Zainudin meminta warga ataupun nelayan agar berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut. Terlebih adanya potensi gelombang tinggi di akhir 2022.
“Waspada kalau lewat situ. Paling tidak menyiapkan pelindung,” tandasnya. (*)

