bontangpost.id – Meski sudah rampung, namun jembatan di Gang Piano 8, Bontang Baru, tidak bisa digunakan warga. Jembatan senilai Rp 200 juta itu lebih tinggi dari jalan sehingga menyulitkan warga yang ingin melintas.
Namun, warga sekitar tak tinggal diam. Mereka urunan untuk membangun jembatan darurat, Sabtu (31/12/2022) pagi. Puluhan warga membongkar jembatan lama dan melebarkannya. ak bisa digunakan karena lebih tinggi dari jalan.
Dikatakan Ketua RT 02 Bontang Baru, M Adham, pembangunan jembatan darurat itu menelan biaya Rp 10 juta. “Nanti bisa dilewati mobil. Jembatan yang baru tidak bisa digunakan,” katanya.
Sebelumnya disebutkan, kontraktor akan kembali melanjutkan pengerjaan jembatan pada Maret 2023 mendatang. “Kita tunggu saja nanti. Kalau diperbaiki alhamdulillah, kalau tidak ya kami gunakan jadi pos kamling,” tambahnya.
Terpisah, Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang Edi Suprapto, mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta kontraktor pelaksana untuk bertanggung jawab untuk melanjutkan jembatan tersebut.
Pihak kontraktor pun bersedia bertanggung jawab dan akan memperbaiki jembatan dengan memberi landasan. Sehingga masyarakat bisa melintas. “Sudah kami infokan ke pihak pelaksana. Sebenarnya kalau dilihat desainnya sudah sesuai tidak ada masalah, ada sedikit kendala saja dalam pelaksanaanya,” aku Edi. (*)


