bontangpost.id – Di penghujung Ramadan biasanya masjid-masjid kedatangan jemaah yang ingin melakukan itikaf. Oleh karena itu, pengurus masjid menfasilitasi dan mendukung para muktakif (orang yang melakukan itikaf) untuk memperdalam ilmu agama.
Masjid Al-Hijrah Bontang jadi salah satu masjid yang mengadakan itikaf. Tahun lalu, itikaf hanya dilakukan pada malam ganjil di 10 malam terakhir. Sedangkan tahun ini dilaksanakan penuh dalam 10 hari terakhir.
Ketua Takmir Masjid Al-Hijrah Amran mengatakan akan ada program-program yang dilakukan saat Ramadan, terutama untuk muktatif. Di antaranya, ceramah rutin setelah dzuhur, tadarus bersama, dan qiyamul lail.

“Program ini adalah kegiatan utama di Masjid Al-Hijrah. Enggak ada pendaftaran kalau mau itikaf. Untuk masyarakat umum, ada perlombaan yang bisa diikuti seperti lomba ceramah tingkat SD, tahfidz Quran, dan sebagainya,” ujarnya.
Masjid Al-Hijrah menyediakan hidangan sahur dan buka puasa, serta beberapa fasilitas lain. Seperti tempat beribadah nyaman yang dilengkapi kipas di setiap sudut, serta menyediakan akses wifi untuk jemaah maupun muktakif.
Sementara itu Masjid Baiturrahman baru mengadakan kegiatan itikaf lagi setelah sempat absen karena pandemi Covid. Pelaksanaan tetap dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadan, tetapi pendaftaran dibuka sejak hari ke-15 Ramadan.
Adapun program-program yang diselenggarakan selama Ramadan berupa talkshow dan kajian setiap Sabtu setelah dzuhur, seminar setiap hari Minggu, tadarus, serta qiyamul lail pada 10 malam terakhir. Utamanya, program ini untuk mendukung muktakif melakukan tujuan itikaf, yakni lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kepala Kantor Masjid Baiturrahman Rodhiyah menyebut bahwa Baiturrahman juga menyediakan fasilitas berupa hidangan sahur dan berbuka, tempat istirahat yang berada di lantai dua serta wifi yang bisa diakses oleh semua jemaah.
“Sebisa mungkin kami sediakan tempat yang nyaman. Baiturrahman masjidnya terbuka, jadi sejuk. Tapi tetap ada kipas angin,” terangnya. (*)


