bontangpost.id – Sisi jalan di halaman Gereja Bethel Indonesia, Jalan Sawi, Kelurahan Gunung Elai, ambrol. Diduga karena terkikis aliran air sungai. Sehingga tanah mengalami pergeseran.
Menurut keterangan salah seorang pendeta gereja, Irwan Santoso, longsor tersebut terjadi tepat di dekat sungai. Dengan panjang sekira 17 meter sampai ke dekat jembatan. Pagar pembatas dengan sungai turut amblas.
“Udah lama ini (longsor). Dari sebelum pandemi, sekitar 2020 lalu,” katanya.
Sementara yang menjadi kekhawatiran ialah area tersebut sering dilewati oleh anak-anak. Sehingga yang bisa ia lakukan adalah mengimbau agar anak-anak tak bermain terlalu dekat dengan area tersebut. Pun beberapa tahun lalu, lanjut dia, Pemkot Bontang pernah melakukan perbaikan persis di samping longsoran tersebut.
Awalnya ia mengira, perbaikan akan dilakukan bersamaan dengan dampak longsor Februari lalu di belakang beberapa bangunan. Mengingat longsor di lokasi yang ia tunjukkan terjadi lebih dahulu.
“Sebenarnya kan di sini (area samping Gereja Bethel) longsor lebih dahulu. Untuk sementara sudah saya pasang ulin di pinggir, biar enggak semakin parah longsornya. Karena kan terkikis air terus,” sebut Irwan.
Kendati volume air tidak pernah melebihi daya tampung sungai, namun ketika debit air deras, dinilai bisa memperparah pengikisan tersebut. “Karena enggak diturap. Tanah di sepanjang sungai ini kebawa air terus. Kalau diturap ya aman saja,” sambungnya.
Sehingga ia mengharapkan ada perbaikan di longsoran tersebut. Setidaknya dengan penurapan. Seiring dengan pengerjaan di lokasi yang tak jauh dari sana.
“Kalau ngerjain di sana kan pasti lewat sini. Kenapa enggak dikerjakan sekalian,” tandasnya. (*)







