bontangpost.id – Langkah pelepasan telur nyamuk ber-wolbachia telah dilakukan secara serentak di Kecamatan Bontang Utara. Dimulai 9 Oktober lalu. Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang Adi Permana mengatakan, pelepasan telur nyamuk untuk dua kecamatan lain akan dimulai Januari 2024.
“Paling cepat itu Desember tetapi maksimalnya itu Januari untuk Bontang Selatan dan Barat,” kata Adi. Menurut dia, saat ini kader di tiap kelurahan masih diberi pelatihan. Sekaligus melakukan persiapan. Kader nantinya harus turun ke lapangan terkait peta penempatan telur wolbachia. Artinya kader melakukan pendataan. “Nanti kader menanyakan di titik tersebut rumah mana yang akan ditempatkan embernya sekaligus mencatat nomor kontak dari pemilik rumah,” ucapnya.
Penempatan ember telur wolbachia itu harus mendapat persetujuan dari pemilik rumah. Sekaligus memastikan bahwa titik hunian tersebut ada penunggunya. Jangan sampai ember ditaruh di rumah kosong, sehingga mempermudah proses pengawasan terkait project ini.
Sebelumnya di Bontang Utara terdapat 1.880 titik. Jumlah telur terbanyak yang disebar di Kelurahan Gunung Elai. Angkanya mencapai 378 ember. Dengan luasan wilayah yakni 502 hektare. Disusul Api-Api 375 ember. Paling sedikit Kelurahan Bontang Baru dengan 254 ember. Ia menjelaskan, Guntung memiliki kawasan yang luas yaitu 1.135 hektare. Tetapi jumlah ember yang disebar hanya 260 ember.
“Ini karena banyaknya area yang masih berstatus hijau,” pungkasnya.
Diketahui, Bontang merupakan daerah kedua yang merilis pelaksanaan kegiatan nyamuk ber-wolbachia setelah Semarang. Kegiatan itu dilaksanakan awal September lalu.
Dirjen P2P Kemenkes RI, dr Maxi mengapresiasi karena wali kota Bontang dengan cepat menangkap tujuan dari melepas nyamuk wolbachia ini. Rencananya enam juta telur akan disebar dalam kurun dua pekan. “Kalau pak wali sudah tahu, ke bawahnya satu suara. Kita tahu bersama, DBD ini menjadi pembunuh, terutama usia anak-anak. Tiap tahun angka yang meninggal cukup banyak,” ujarnya.
Wolbachia ini dipandang cara yang efektif agar nyamuk DBD tidak lagi mengandung virus demam berdarah. Namun, ia meminta kepada warga untuk tetap melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Melalui skema 3M yang telah dilakukan selama ini. (ak)






