bontangpost.id – Penyebaran nyamuk wolbachia sebagai upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bali ternyata menuai kontroversi dari kalangan masyarakat sendiri. Padahal, sudah disiapkan jutaan telur nyamuk wolbachia yang sebelumnya direncanakan disebar di Denpasar (13/11/2023) dan Buleleng (12/11/2023).
Pada akhirnya, penyebaran wolbachia di kedua daerah di Bali yang akan menjadi area pilot project tersebut dikabarkan ditunda.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi mengakui ada penundaan terhadap penyebaran jutaan nyamuk wolbachia di Bali. Ini karena ada pihak-pihak yang belum mendapatkan informasi secara jelas terkait manfaat inovasi wolbachia.
“Penundaan lebih kepada kurang optimalnya penyiapan masyarakat, sehingga ada pihak yang merasa belum mendapatkan informasi yang sebenarnya,” terang Nadia saat dikonfirmasi Health Liputan6.com pada Rabu, 15 November 2023.
Penundaan penyebaran wolbachia yang mencuat, kata Nadia, bukan menyoal soal teknologi, melainkan soal informasi dan kesiapan terhadap masyarakat.
“Memang ada sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat yang cinta Bali bersikeras menunda sebelum semua pihak mendapatkan informasi dan kesiapan yang memadai. Awalnya, bukan kepada persoalan teknologinya yang telah terbukti efektif dan aman,” lanjutnya.
Sebagaimana pemberitaan yang beredar, penyebaran telur nyamuk wolbachia di Denpasar, Bali ditunda. Di antaranya, dianggap membawa dampak buruk untuk kesehatan masyarakat nantinya — namun tidak disebutkan secara jelas dampak yang dimaksud.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pihaknya sebenarnya belum ada langkah untuk melaksanakan penyebaran telur nyamuk wolbachia sebelum mendapatkan keputusan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Pemerintah Kota Denpasar sempat melaksanakan pertemuan terkait wolbachia dengan pihak Kementerian Kesehatan, tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pihak ketiga.
“Memang harapan dari banyak masyarakat ditunda dulu penyebarannya, bukan kami,” kata Jaya Negara dalam keterangan pada Senin (13/11/2023).
Pemkot Denpasar akan melaksanakan penyebaran telur nyamuk ber-wolbachia apabila dalam prosesnya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI.
“Apabila Kementerian Kesehatan yang nanti melaksanakan dan tidak pihak ketiga, baru kami akan berani melakukan penyebaran itu,” sambung Jaya Negara.
Sementata itu, di Kaltim, Bontang menjadi kota percontohan pelepasan nyamuk wolbachia.
Terdapat 4.911 titik penyebaran bibit nyamuk wolbachia yang dibagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama akan dilakukan pada September.
Meliputi Kelurahan Bontang Baru, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Api-Api, Kelurahan Belimbing, Kelurahan Gunung Telihan, dan Kelurahan Kanaan.
Kemudian, pelepasan nyamuk wolbachia tahap dua pada sembilan kelurahan akan dilakukan pada Desember 2023. (*)






