bontangpost.id – Pengerjaan longsoran di Jalan Soekarno-Hatta, Bontang, terus dikebut oleh kontraktor. Durasi pengerjaan proyek ini sesuai kontrak tertera 30 Desember 2023. Namun, perusahaan pemenang tender memperoleh kesempatan perpanjangan waktu pengerjaan selama 50 hari ke depan.
Walaupun diberikan perpanjangan, kontraktor tetap dikenakan denda. Tiap harinya, yakni satu per seribu dari nilai kontrak. Jika dikalkulasi maka tiap harinya senilai Rp15 juta. “Karena ini sifatnya pemberian kesempatan bukan penambahan waktu murni,” ucapnya.
Saat ini, progres pengerjaan mencapai 72 persen. Terhitung hingga akhir kontrak awal. Faktor penyebab lambannya pengerjaan itu ialah di tahapan pemancangan. Sebab, ketersediaan material pancang saat itu masih dalam produksi. Otomatis kurun dua bulan pengerjaan pemancangan dikebut.
Dari sisa progres yang ada, pengerjaan yang belum masuk ialah pengecoran dinding turap dan penimbunan. Kini, material pengecoran dinding turap sudah ada di lapangan. Tetapi, belum bisa dihitung lantaran belum terpasang. Perusahaan pemenang tender pun memberlakukan skema lembur untuk mempercepat penyelesaian.
“Sejatinya, 20 hari pengerjaan itu rampung. Tetapi, kami juga harus memerhatikan terkait aspek cuaca dan material. Jangan sampai ada kendala di kemudian hari,” tuturnya.
Kemudian, sempat memasuki perencanaan pada 2018 silam, namun anggaran hilang di pertengahan 2019. Sebagai informasi, anggaran yang digelontorkan untuk pengerjaan longsoran ini senilai Rp 15,2 miliar. Adapun pekerjaan longsoran sepanjang 100 meter. Proyek ini dimenangkan perusahaan dari Jakarta. (ak)







