bontangpost.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tetap memprogramkan bantuan perlengkapan sekolah gratis pada tahun ini. Namun demikian penerima bantuan dipastikan tidak mengalami perubahan dari pemberian sebelumnya. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Disdikbud Bambang Cipto Mulyono.
“Terkait penerima bantuan itu tetap siswa baru. Meliputi kelas I SD dan VII SMP,” kata Bambang saat dihubungi Kaltim Post, Senin (29/1).
Kebijakan itu lantaran mengacu pada perencanaan yang dilakukan sebelumnya. Sebab jika menyasar seluruh siswa di jenjang SD dan SMP membutuhkan perencanaan baru. Ia pun menyadari legislator sebab menginginkan adanya perubahan penerima bantuan.
“Perencanaan untuk siswa baru. Kajian itu dilakukan tahun sebelumnya. Apalagi saat ini anggaran sudah ditetapkan. Jadi tidak bisa bertambah,” ucapnya.
Sehingga jika diubah maka harus membuat kajian perencanaan kembali. Secara otomatis di tahun berikutnya. Saat disinggung apakah ada perubahan penerima bantuan di tahun depan, ia menunggu arahan dari kepala daerah.
“Perlu ada pembahasan lebih lanjut. Sejauh ini kebijakan pimpinan masih sama,” tutur dia.
Terkait dengan durasi pengadaan yang dipercepat, Disdikbud berusaha melakukan itu. Menurutnya seluruhnya tergantung dengan kemampuan pengrajin. Apalagi di tahun ini polanya masih sama. Seragam akan dibuat oleh penjahit lokal Bontang. “Kami berharap segera dilaksanakan. Tetapi kami juga memberdayakan penjahit lokal. Ini yang prosesnya panjang,” terangnya.
Terkait proses lelang akan diajukan ke Unit Layanan Pengadaan. Terkhusus untuk pengadaan tas dan sepatu. Berdasarkan data di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) baru satu pos yang tertera yakni seragam. Dengan pagu anggaran Rp2,4 miliar. Khusus seragam spesifikasi bahan atas ialah polyster Fibre Blended.
Sementara bahan bawah yakni american selebrity drill. Seragam ini lengkap dengan atribut yang tertempel. Adapun pagu anggaran untuk pengadaan tas dan sepatu sekolah masih belum muncul. Diketahui pada tahun lalu anggaran yang dikucurkan mencapai Rp5miliar untuk tiga barang ini. Rinciannya paket setelan seragam, sepatu dan tas sekolah untuk 3.456 peserta didik tingkat SD. Dengan rincian anggaran seragam senilai Rp1,2 miliar, sepatu Rp785 juta, dan tas sebanyak Rp628 juta.
Sedangkan, untuk tingkat SMP sebanyak 3.250 peserta didik. Total anggaran masing-masing paket berbeda-beda. Untuk seragam sebanyak Rp1,1 miliar, sepatu Rp738 juta, dan tas sebanyak Rp590 juta.
Untuk jenjang SD mendapat satu stel baju berwarna putih, dan celana berwarna merah. Sementara untuk SMP mendapat baju berwarna putih, dan celana warna biru tua. Adapun tas sekolah berwarna biru dan abu-abu dengan logo Pemkot Bontang.
Wakil Ketua DPRD Agus Haris meminta kepada pemkot untuk memberikan perlengkapan sekolah gratis kepada seluruh siswa. Mulai dari kelas I hingga IX. Artinya tidak hanya bantuan ini menyasar siswa kelas baru. Sebab kondisi APBD saat ini mampu untuk menganggarkan seluruh siswa.
“Jangan tanggung sekalian semua dikasih,” kata wakil rakyat yang akrab disapa AH ini.
Jika sebelumnya terdapat temuan dari pengawas keuangan terkait pemberian bantuan ini, Politisi Partai Gerindra mengemukakan cara pandang berbeda. Mengingat aspek pendidikan menjadi urusan wajib. Tujuan penyasaran seluruh siswa ini agar mencipatakan pelayanan prima.
“Kalau APBD tidak mampu tidak masalah. Ini APBD cukup jadi menjadi urusan yang wajib,” ucapnya.
Apalagi terkait urusan pendidikan sudah ada mandatory 20 persen dari total APBD peruntukkannya. Kendati nilai itu mencakup pengadaan pra sarana hingga peningkatan sumber daya tenaga pendidik. AH juga meminta agar proses tender dapat berjalan cepat. Sehingga unsur kemanfaatan barang tiding terpengaruhi.
Sebagai evaluasi dari pengadaan sebelumnya, proses tahun ajaran baru penyedia baru melakukan pengukuran. Khususnya jenjang SD. Sementara untuk jenjang SMP biasanya lebih cepat karena pengukuran bisa dilakukan saat penerima masih berada di kelas VI.
“Jangan sampai orangtua sudah ada yang beli dan pesan. Karena pembagiannya di pertengahan semester ganjil,” pungkasnya. (ak)







