• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Ratusan Mahasiswa Demo Gubernuran, Kadisdikbud Minta Maaf, Pemblokiran TPP 13 Guru Dicabut 

by BontangPost
25 Mei 2017, 12:59
in Bontang
Reading Time: 4 mins read
0
KECAM KADISDIK: Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kaltim, terkait pemblokiran TPP 13 guru, Rabu (24/5) kemarin.(Guntur/Metro Samarinda)

KECAM KADISDIK: Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kaltim, terkait pemblokiran TPP 13 guru, Rabu (24/5) kemarin.(Guntur/Metro Samarinda)

Share on FacebookShare on Twitter

SURAT PERMOHONAN MAAF

Kepada            :

Perihal              : Surat Permohonan Maaf

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama               : Dra Hj Dayang Budiati MM

Jenis Kelamin   : Perempuan

Teanggal Lahir  :

Alamat             : Jalan Basuki Rahmadt No 05 SAmarinda

Pekerjaan         : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebduayaan

Agama             : Islam

Sehubungan dengan pembinaan yang saya lakukan, yakni (penundaan yang tertulis) pemblokiran rekening, maka dengan ini saya bermaksud untuk menyampaikan surat permohonan maaf berkaitan dengan adanya hal tersebut. Atas tindakan kesalahan yang telah saya lakukan terhadap guru-guru tersebut, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian surat permohonan maaf ini saya buat sebagai bentuk penyesalan saya terhadap tindakan yang telah saya lakukan. Atas perhatian dan kelapangannya saya sampaikan terima kasih.

Samarinda, 24 Mei 2017

Hormat Saya,

 

Tanda tangan Dayang Budiati

 

BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Dayang Budiati dalam tekanan. Keputusannya memblokir tambahan penghasilan pegawai (TPP) 13 guru disambut demo. Di gubernuran, Rabu (24/5) kemarin, ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi turun ke jalan dan mendesaknya mundur.

Arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada macet. Kendaraan dari arah Pasar Pagi menuju Jalan RE Martadinata berjalan “merayap”. Unjuk rasa yang diinisiasi mahasiswa itu awalnya berada di parkiran dermaga kantor Gubernur Kaltim. Namun, lama-lama meluber hingga memakan separuh jalan.

Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 63 Tahun 2014, penyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa dilakukan minimal 100 meter dari pagar kantor Gubernur Kaltim. Sehingga, ketika mahasiswa hendak mendekat ke pagar, langsung diadang petugas.

Baca Juga:  Kaltim Dibanjiri Investasi Migas, Rp 200 Triliun Dipastikan Masuk

“Pergub 63/2014 menjelaskan, batas minimal menyampaikan aspirasi adalah 100 meter dari pagar,” tegas kepala Satpol PP Kaltim, Gede Yusa. Kendati demikian, unjuk rasa tetap dilakukan.

Tak sekadar berorasi sembari membentangkan spanduk dan mengibarkan bendera, para pengunjuk rasa juga membakar “keranda” putih yang ditempel foto Dayang. Selain membakar keranda, mereka melontarkan teriakan dengan meminta Kadisdikbud Kaltim itu mundur dari jabatannya.

Para mahasiswa menyebut, penerbitan surat surat dengan kop resmi Disdikbud Kaltim bernomor 900/6795/DISDIKBUD.Ib/2017 pada tanggal 22 Mei 2017 adalah bentuk intimidasi terhadap “Oemar Bakri”. “Turun, turun, turunkan Kadisdikbud,” teriak koordinator aksi.

Sedangkan di seberang jalan, ratusan petugas dari Polresta Samarinda dan Satpol PP tampak berjaga-jaga. Pintu gerbang menuju kantor Pemprov Kaltim yang terbuat dari besi ditutup. Tak ada yang boleh keluar-masuk. Bahkan, wartawan “dipaksa” berputar lewat pintu samping.

Lama berunjuk rasa, akhirnya beberapa perwakilan mahasiswa dipersilakan untuk berdialog. Bertempat di lantai III, pertemuan tertutup antara Pemprov Kaltim dengan mahasiswa digelar. Dayang pun juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Di hadapan pendemo, Dayang mengakui jika yang berinisiatif memblokir rekening untuk pencairan TPP 13 guru itu adalah Disdikbud. Kendati demikian, kata dia, pemblokiran sudah dicabut. “Inisiasif itu (surat pemblokiran, Red.) dari Disdikbud. Tetapi, saat ini (kemarin, Red.) sudah bersurat ke bank kembali agar membuka blokir,” ujarnya.

Dayang menjelaskan, pemblokiran dimaksudkan lantaran Disdikbud ingin bertemu langsung dengan ke-13 guru tersebut. “Setelah bertemu, barulah nanti dibuka rekeningnya,” kilahnya.

Ke-13 guru yang diblokir rekeningnya adalah Gunawan (SMK 2 Samarinda), Ahmad Mujahid (SMA 8 Berau), Syahly Wardhana (SMA 5 Berau), Rachmad Anwar (SMK 1 PPU), Said Kaharuddin (SMK 3 Paser), Aswan Sarief (SMK 1 Bontang), Nasrullah (SMK 3 Bontang), Anugrah (SMK 1 Bontang), Rudy Pasaribu (SMK 3 Bontang), Mustamin T (SMA 3 Balikpapan), Tamuji (SMA 7 Balikpapan), Damianus Erik (SMK 1 Tering), dan Sultan (SMA 2 Marangkayu).

Baca Juga:  Stok Kebutuhan Pokok di Kaltim Aman hingga Dua Bulan ke Depan

Tak hanya membuka blokir rekening untuk pencairan TPP 13 guru, Dayang secara resmi juga meminta maaf secara tertulis. Permohonan maaf itu dituangkan dalam surat yang ditulis tangan, serta ditandatanganinya langsung. (Isi surat, silakan lihat infografis)

Sementara, pimpinan Bank Kaltim Cabang Utama Samarinda, Viky Pujo Rahmanto menerangkan, pemblokiran bukan dilakukan pada rekening, melainkan nominal TPP yang diterima 13 guru. Sedangkan dana yang dibekukan tersebut juga aman.

Bila saldo di rekening di luar TPP ada, tetap bisa melakukan transaksi. Itu sekaligus mengonfirmasi bahwa pihaknya mengakui sempat memblokir.

Tapi, lanjut dia, itu hanya terjadi semalam. Diblokir 22 Mei, dan kembali dibuka 23 Mei. “Staf operasional salah interpretasi surat dari Disdikbud. Mengira ada kesalahan data transaksi,” ucap Viky di kantornya, kemarin.

“Khawatir sudah masuk ke rekening guru ternyata keliru. Datanya ribuan. Syukur kalau belum ditarik, bila sudah habis, kami yang menombok,” sambungnya.

Namun, setelah ditelusuri, uang tersebut sudah berpindah dari rekening kas daerah ke akun guru. Begitu tahu duduk persoalan, dia langsung menginstruksikan agar pemblokiran saldo senilai besaran TPP dibuka. Apalagi, dalam surat Disdikbud itu juga tak memaparkan alasan dilakukan pemblokiran.

“Kalau dana itu masih di rekening kas daerah, oke boleh (ditunda dicairkan, Red.). Mereka masih berwenang,” tuturnya.

Baca Juga:  Kaltim Disebut Paling Cocok, Pindah Ibu Kota Jangan Jadi Proyek Mangkrak

Surat pemberitahuan kepada Disdikbud menyusul dikirimkan. Inti surat tersebut tak bisa memenuhi permintaan pemblokiran. Ini mengingat, yang bisa meminta pemblokiran ialah pemilik rekening. Selain itu, jaksa, penyidik, dan hakim bila terkait tindak pidana.

“Itu juga kalau sudah berstatus tersangka atau terdakwa. Harus seizin Bank Indonesia (BI) memblokir,” ucap dia.

Mantan pimpinan Bank Kaltim Cabang Tenggarong itu mengatakan, bila ke-13 guru yang TPP-nya diblokir kurang berkenan, secara khusus pihaknya akan meminta maaf. Pihaknya tidak ingin dinilai seolah-olah Bank Kaltim membabi buta.

“Ini murni kesalahan dalam interpretasi isi surat,” ujarnya seraya menepis pemblokiran karena menerima tekanan. Surat perintah pencairan dana (SP2D) dari Disdkbud beserta lampiran nama penerima menjadi dasar untuk memproses.

Sementara itu Rudi Pasaribu salah satu dari beberapa guru di Bontang yang terblokir rekeningnya berharap, kedepannya peristiwa ini tidak terulang lagi. “Kadisdikbud telah meminta maaf, sebagai makhluk sosial kami pun juga telah memaafkannya,” kata dia.

Dirinya juga berharap melalui kejadian ini, agar komunikasi antara Pemprov Kaltim dengan guru SMA/SMK semakin intensif, baik melalui pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) maupun pertemuan yang lainnya. “Kami bersedia bila Pemprov mau mengajak sharing,” paparnya.

Kedua, berharap kedepan dunia pendidikan semakin maju lagi baik fasilitas sekolah maupun kualitas guru. Ketiga, perekonomian kembali membaik, sehingga tidak terjadi lagi imbas terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya mewakili teman-teman guru SMA/SMK se-Kaltim mengucapkan terima kasih kepada Pemprov yang sudah merealisasikan tuntunan forum ASN SMA/SMK se-Kaltim,” tukasnya. (ril/kpg/gun/*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kaltimpemblokiran rekening 13 guru
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bukan Pemblokiran, Tapi Penundaan

Next Post

Ikhlas Bekerja Tanpa di Gaji, Menuju Kesejahteraan TP PKK

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00
Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim
Kaltim

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

19 Mei 2022, 16:55

Terpopuler

  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OTW Amerika! Dua Pebasket SMA 1 Bontang Lolos DBL Camp Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.