BONTANGPOST.ID, Bontang – Pembangunan fisik kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang rampung dikerjakan. Proyek senilai Rp7,9 miliar ini diresmikan, Selasa (4/2/202
Wali Kota Bontang Basri Rase menyebut, rencana pembangunan gedung telah ada sejak 2019 lalu.
Namun realisasi pembangunan gedung tersebut baru dapat dilakukan tahun lalu. Lantaran terdapat refocusing anggaran untuk covid-19 pada 2021 lalu.
“Sempat ada perubahan gambar untuk menyesuaikan beberapa hal. Alhamdulillah akhirnya selesai,” sebutnya.
Di samping itu, pemberantasan narkoba di Bontang terus masif dilakukan. Fasilitas gedung diharapkan dapat menunjang upaya pemberantasan itu.
Sementara Kepala BNN Republik Indonesia Kombes Pol Marthinus Hukom mengatakan, Bontang mesti melakukan survei dan mapping terkait prevalensi penyalahgunaan narkoba. Termasuk pemetaan motif pengguna narkoba.
“Saya minta survei khusus untuk mengetahui prevalensinya berapa,” kata dia.
Ia mengungkapkan, menurut data, ada 3,33 juta warga Indonesia terlibat penyalahgunaan narkoba. 312 ribu di antaranya remaja.
Adapun peredaran uang dari narkoba mencapai 500 triliun.
“Artinya saat ini kekuatan besar struktural yang dihadapi. Trans organize crime lintas negara. Jejaringnya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, perlu pendekatan multi dimensi dalam penanganannya. Hal itu berkaitan dengan alasan yang melatarbelakangi seseorang dalam menyalahgunakan narkoba.
“Motifnya juga harus dibedah. Secara nasional, biasanya karena rasa ingin tahu. Ini yang menjadi tugas bersama,” pungkasnya. (*)

