• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Bayi 16 Bulan di Samarinda Diduga Alami Malfungsi Alat Medis, Penanganan RSUD AWS Dipertanyakan

by BontangPost
23 April 2025, 09:29
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Seorang balita berusia 16 bulan di Samarinda, diduga mengalami malfungsi alat medis setelah menjalani tiga kali operasi akibat cairan bernanah di otaknya. (FOTO/EKO PRALISTIO)

Seorang balita berusia 16 bulan di Samarinda, diduga mengalami malfungsi alat medis setelah menjalani tiga kali operasi akibat cairan bernanah di otaknya. (FOTO/EKO PRALISTIO)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Seorang balita berusia 16 bulan di Samarinda, diduga mengalami malfungsi alat medis setelah menjalani tiga kali operasi akibat cairan bernanah di otaknya.

Kondisi anak tersebut dilaporkan terus memburuk, meskipun telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda sejak Februari 2025.

Anggota DPRD Samarinda, Adnan Faridhan, yang turut mendampingi Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan dalam penanganan medis terhadap pasien.

“Kami mendapatkan informasi adanya dugaan malfungsi alat selang yang dipasang di kepala pasien. Keluarga menyampaikan bahwa pihak rumah sakit mengakui alat tersebut tidak berfungsi dengan baik. Namun, saat ditawarkan untuk dilakukan revisi, keluarga menolak karena trauma dengan kondisi anak yang terus memburuk,” ujar Adnan, Selasa (22/4/2025).

Adnan menambahkan, sempat ada informasi bahwa pihak rumah sakit menyarankan agar pasien dipulangkan apabila keluarga tidak menyetujui tindakan medis lanjutan.

Padahal, menurutnya, kondisi anak sangat lemah dan tidak memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit.

“Tatapan matanya kosong, giginya menggigit seolah menahan rasa sakit. Saya minta agar anak tersebut tetap dirawat hingga ada solusi yang jelas. Akhirnya, rumah sakit menyatakan bahwa pasien akan tetap dirawat sembari menunggu keputusan lebih lanjut,” katanya.

Terpisah, Kepala Instalasi Humas RSUD AWS, dr Arysia Andhina, memberikan tanggapan atas isu pengusiran tersebut. Menurutnya, situasi ini mungkin terjadi karena adanya miskomunikasi.

“Akan kami konfirmasi kembali ke ruangan terkait. Mungkin saja pasien disarankan pulang karena tidak ada tindakan medis lanjutan. Namun, keputusan tersebut tetap perlu koordinasi dengan pihak manajemen,” ujarnya.

Menurut Arysia, kasus seperti yang dialami pasien memang memiliki potensi risiko tinggi. Pada anak di bawah usia dua tahun, tingkat kegagalan alat semacam itu bisa mencapai 4 persen.

Adapun pada usia 10 tahun, potensi kegagalan bisa meningkat hingga 98 persen, terutama akibat perubahan berat badan dan kondisi tubuh lainnya.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: MalfungsiMalfungsi Alat Medis
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Luncurkan Pioneer-Greenova, Badak LNG Komitmen Kurangi Emisi Karbon

Next Post

Kelurahan Satimpo Bakal Punya Lapangan Minisoccer, Pembangunannya Dimulai Tahun Ini

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.