BONTANGPOST.ID, Samarinda – Kalimantan Timur mulai melirik komoditas kopi sebagai penggerak ekonomi baru. Bukan Arabika atau Robusta, melainkan Kopi Liberika yang punya karakter berbeda serta cocok dengan tanah dan iklim tropis Bumi Etam.
Ketua Harian Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan (FKPB) Yus Alwi Rahman, mewakili Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, menyampaikan hal itu dalam acara Bincang Komoditas Perkebunan Lestari Kalimantan Timur (BINGKA KALTIM) seri ke-9, Rabu (1/10).
“Dulu orang hanya kenal Arabika dan Robusta. Padahal di Kaltim sudah ada Liberika dengan cita rasa unik, aroma lebih kuat, dan rasa berani. Ini bisa jadi nilai tambah sekaligus jalan diversifikasi produk kopi kita,” jelas Yus.
Liberika dikenal adaptif dan mudah tumbuh di berbagai lahan. Karena itu, tanaman ini dinilai potensial untuk dikembangkan di banyak wilayah Kaltim.
Sayangnya, luas lahan kopi di Kaltim terus menyusut. Dari lebih 4.000 hektare pada awal 2000-an, kini tinggal sekitar 1.300 hektare. Padahal berdasarkan RTRWP 2016, potensi lahan perkebunan masih terbuka hingga 3,2 juta hektare.
“Kondisi ini jadi momentum untuk mengingat kembali kejayaan kopi di Kaltim. Harapannya, produksi Liberika bisa jadi tonggak baru dan berkembang lebih baik ke depan,” tambahnya.
Daerah seperti Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Samarinda disebut memiliki potensi besar mengembangkan Liberika. Jika dikelola serius dari hulu hingga hilir, kopi khas Kaltim ini diyakini bisa menembus pasar nasional bahkan internasional. (KP)

