BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang berencana menyediakan tablet PC bagi siswa kelas VI SD negeri sebagai bagian dari program digitalisasi pembelajaran dan pengurangan penggunaan kertas dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
Namun, rencana pengadaan tersebut belum tercantum dalam APBD murni 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan pihaknya masih mengupayakan agar program tersebut dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan.
“Semoga di APBD Perubahan ini bisa terealisasi,” ujar Safa.
Ia menjelaskan, saat ini Disdikbud masih memprioritaskan pengadaan perlengkapan sekolah gratis, seperti seragam, tas, dan sepatu bagi peserta didik. Kendati demikian, program tablet PC tetap menjadi bagian dari agenda kepala daerah.
“Apa yang sudah diprogramkan kepala daerah tentunya tidak dihilangkan,” tegasnya.
Ke depan, tablet PC tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembelajaran, khususnya saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sebelumnya, Disdikbud telah mendistribusikan sebanyak 1.651 unit tablet kepada siswa SMP negeri pada tahun lalu.
Adapun anggaran pengadaan tablet PC mencapai Rp29 miliar. Perangkat ini akan menjadi inventaris sekolah dengan spesifikasi RAM 6 GB dan penyimpanan internal 128 GB. Saat ini, program tablet masih menyasar siswa kelas akhir jenjang SMP.
Program ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang mendorong transformasi pembelajaran berbasis digital di seluruh sekolah.
“Nantinya semua pelajar akan menggunakan tablet PC. Tujuannya untuk menekan penggunaan kertas dan mempercepat transformasi ke arah digital,” terang Neni.(ak)


