BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang mengusulkan pengadaan senapan bius untuk penanganan buaya di wilayah pesisir.
Kepala Disdamkartan Bontang Amiluddin, mengatakan usulan tersebut rencananya akan dimasukkan dalam anggaran perubahan 2026. Senapan bius dinilai menjadi solusi untuk menangani dan mengevakuasi buaya yang kerap muncul di perairan pesisir Bontang.
“Alhamdulillah ada lampu hijau dari bunda. Kita coba usulkan sekitar lima pucuk senapan di perubahan. Anak-anak kami juga sudah terlatih melalui program Basarnas,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, senapan bius tersebut nantinya akan disebar ke beberapa pos, yakni Pos Loktuan, Pos Berbas, serta Markas Komando (Mako) yang berada di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala.
Menurutnya, penggunaan senapan bius akan membuat proses penanganan buaya lebih aman. Petugas dapat melakukan tindakan dari jarak jauh tanpa harus mendekati predator tersebut.
Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan regulasi penggunaan senjata tersebut dengan berkoordinasi bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Sub Sumber Daya Pesisir.
“Supaya mereka juga bisa patroli ke wilayah sini dan mengetahui kondisi yang ada,” ujarnya.
Amiluddin menambahkan, selama ini proses penanganan buaya cukup berisiko, terutama ketika predator tersebut berada di dalam air. Dengan adanya senapan bius, proses evakuasi diharapkan bisa dilakukan lebih efektif.
“Karena sampai sekarang kami menangkap dengan alat yang terbatas, bahkan harus menunggu air surut baru berani kami tangkap,” pungkasnya. (*)


