• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Program Nyamuk Wolbachia di Bontang Belum Maksimal, Populasinya Baru 30 Persen

by Redaksi Bontang Post
7 Maret 2026, 09:07
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Upaya pengendalian demam berdarah dengue (DBD) melalui inovasi nyamuk ber-Wolbachia di Kota Bontang belum menunjukkan hasil optimal.

Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang mencatat tingkat keberadaan nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia di lapangan masih berkisar 30 persen. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas ideal agar populasi nyamuk Wolbachia dapat berkembang secara alami di lingkungan.

Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Menular Diskes Bontang, Nur Ilham, menjelaskan secara teori populasi nyamuk Wolbachia perlu mencapai sekitar 60 persen agar dapat mendominasi populasi nyamuk di suatu wilayah.

“Secara teori, jika populasi nyamuk ber-Wolbachia sudah mencapai sekitar 60 persen, maka ia bisa berkembang dan mendominasi populasi nyamuk di suatu wilayah,” kata Ilham saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).

Program pengendalian vektor melalui bakteri Wolbachia merupakan salah satu metode inovatif untuk menekan penyebaran virus dengue. Nyamuk Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia diketahui mampu menghambat perkembangan virus dengue dalam tubuhnya sehingga tidak menularkan penyakit kepada manusia.

Namun, di Bontang perkembangan populasi nyamuk tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satu penyebabnya adalah dominasi nyamuk lokal yang jumlahnya masih cukup tinggi.

“Nyamuk Wolbachia masih belum mampu bersaing dengan nyamuk lokal yang jumlahnya lebih dominan,” ujarnya.

Berdasarkan data monitoring keenam yang dilakukan pada Desember 2024, rata-rata keberadaan nyamuk Wolbachia di Bontang masih berada di kisaran 30 persen. Hasil pemantauan juga menunjukkan adanya variasi angka di beberapa wilayah.

Di Bontang Utara, tingkat keberadaan nyamuk Wolbachia tercatat sekitar 21 persen. Kemudian Bontang Selatan 20 persen dan Bontang Barat 35 persen.

Sementara itu, kawasan perumahan perusahaan PT Badak menunjukkan capaian lebih tinggi, yakni sekitar 96,3 persen. Namun angka tersebut masih berdasarkan monitoring keempat karena penyebaran Wolbachia di kawasan itu dilakukan paling akhir.

Adapun di perumahan PC Pupuk Kaltim, tingkat sebaran populasi nyamuk Wolbachia tercatat sekitar 11,8 persen berdasarkan monitoring keenam.

Meski belum mencapai target ideal, Diskes Bontang menilai keberadaan 30 persen nyamuk Wolbachia tetap memberikan manfaat dalam upaya pencegahan DBD.

Menurut Ilham, kondisi tersebut berarti sebagian nyamuk yang menggigit manusia berpotensi tidak menularkan virus dengue.

“Walaupun progresnya masih sekitar 30 persen, itu tetap memberikan proteksi. Artinya ada sekitar 30 persen nyamuk yang menggigit tetapi tidak menyebabkan DBD,” jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya, Diskes Bontang masih menunggu rekomendasi lanjutan dari tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi mitra dalam program Wolbachia.

Monitoring berikutnya sebenarnya telah dilakukan pada Oktober 2025. Namun hingga kini hasil lengkapnya masih menunggu rilis resmi dari tim peneliti.

Sambil menunggu evaluasi tersebut, Diskes Bontang menegaskan bahwa program Wolbachia tetap harus dikombinasikan dengan upaya pengendalian DBD secara konvensional.

Langkah utama yang terus didorong adalah gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui program PSN 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan program vaksinasi DBD sebagai langkah pencegahan tambahan.

“Intervensi Wolbachia ini membutuhkan waktu, sehingga tetap harus dikombinasikan dengan pengendalian konvensional. Yang terpenting masyarakat tetap konsisten menjalankan PSN 3M,” pungkas Ilham. (ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: wolbachia Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Balap Liar dan Knalpot Brong Marak Saat Ramadan, 50 Motor Diamankan Polisi Bontang

Next Post

Mes Baru Pemkot Bontang di Jakarta Segera Dibeli, Pilihan Lokasi Mengarah ke Cempaka Putih

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.