BONTANGPOST.ID, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) dalam memastikan seluruh program pemerintah berjalan optimal dan tidak sekadar formalitas. Ia menyoroti masih adanya kecenderungan program berjalan tanpa inovasi lanjutan, sehingga hanya aktif di awal namun kemudian stagnan.
“Program itu jangan hanya hangat-hangat kotoran ayam. Harus ada inovasi berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Neni, sektor pendidikan menjadi prioritas utama di Bontang. Hal ini sejalan dengan capaian indeks pembangunan manusia (IPM) yang telah menembus angka 83, tertinggi dalam kategorinya. Meski demikian, capaian tersebut dinilai belum cukup tanpa upaya peningkatan secara berkelanjutan.
Ia juga meminta seluruh jajaran, mulai dari kepala dinas, camat, hingga lurah, untuk aktif turun ke lapangan. Monitoring program tidak boleh hanya dilakukan oleh wali kota dan wakil wali kota semata.
“Semua harus bergerak. Jangan hanya pimpinan saja yang keliling,” tegasnya.
Selain itu, Neni menekankan pentingnya peningkatan angka partisipasi sekolah. Ia memastikan tidak boleh ada anak di Bontang yang putus sekolah dengan alasan apa pun.
Di sisi lain, ASN juga didorong lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif di luar APBD, termasuk menjalin kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
“Kalau hanya mengandalkan APBD, tidak akan cukup. Harus ada kolaborasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Neni turut menyinggung tunjangan tambahan penghasilan (TPP) ASN yang tergolong tinggi dibanding daerah lain. Ia meminta kinerja ASN sebanding dengan fasilitas yang diterima.
“Kalau kinerja baik, pasti ada jalan untuk tambahan anggaran. Tapi kalau tidak, kita terpaksa lakukan efisiensi,” tandasnya. (ak)







