• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Puluhan Tahun Terisolasi, Warga Long Joq Kutim Pertaruhkan Nyawa Demi Seberangi Sungai

by Redaksi Bontang Post
23 April 2026, 16:08
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Sejumlah anak sekolah menyeberangi sungai dengan perahu di Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, Kutim. (IST)

Sejumlah anak sekolah menyeberangi sungai dengan perahu di Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, Kutim. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Kutim – Penantian panjang warga Kampung Long Joq, Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, Kutai Timur, terhadap pembangunan jembatan penghubung hingga kini belum terjawab.

Selama puluhan tahun, warga masih bergantung pada perahu untuk menyeberangi sungai demi menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan, tetapi juga membahayakan.

Risiko paling besar dirasakan anak-anak sekolah yang harus menyeberang setiap hari untuk mengakses pendidikan di kampung seberang.

Salah satu warga, Farida, menyebut persoalan ini telah berlangsung lintas generasi.
“Dari zaman orang tua kami masih pakai perahu dayung, lalu beralih ke ketinting sampai sekarang. Tapi jembatan yang dijanjikan belum juga ada,” ujarnya, Rabu (23/4).

Baca Juga:  Setelah 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Kutim Senilai Rp176 Miliar Akhirnya Bisa Digunakan

Kampung Long Joq merupakan bagian dari Desa Long Bentuq yang posisinya terpisah oleh sungai. Sementara wilayah seberang seperti Long Bentuq dan Rantau Sentosa telah memiliki fasilitas yang lebih lengkap, mulai dari listrik, sekolah, puskesmas, hingga kantor pemerintahan.

Akibatnya, seluruh aktivitas penting warga Long Joq—termasuk pendidikan anak-anak dari tingkat TK hingga SMA—harus dilakukan dengan menyeberangi sungai.

Untuk sekali penyeberangan, anak sekolah tanpa kendaraan dikenakan biaya sekitar Rp2 ribu pulang-pergi. Sementara yang membawa motor bisa mencapai Rp10 ribu, dan warga umum hingga Rp20 ribu.

Namun, persoalan utama bukan hanya soal biaya, melainkan keselamatan. Saat debit air meningkat, aktivitas penyeberangan menjadi semakin berisiko.

Baca Juga:  Setelah 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Kutim Senilai Rp176 Miliar Akhirnya Bisa Digunakan

“Kalau air naik, biasanya anak-anak diliburkan. Tapi kalau ujian, tetap harus menyeberang walaupun risikonya besar,” kata Farida.

Ia juga mengingat peristiwa tragis pada 2003 lalu, ketika perahu yang mengangkut siswa terbalik dan menyebabkan dua anak meninggal dunia.

Meski usulan pembangunan jembatan telah berulang kali disampaikan, hingga kini belum ada realisasi. Janji pembangunan kerap muncul saat momentum politik, namun belum berbuah hasil.

Farida menegaskan, persoalan ini sudah berlangsung sejak lama dan tidak ingin menyalahkan pemerintah saat ini. Ia berharap ada perubahan nyata.

“Ini masalah lama yang belum terselesaikan. Kami berharap pemerintahan sekarang bisa membawa perubahan dan mewujudkan jembatan yang sudah lama kami nantikan,” tuturnya.

Baca Juga:  Setelah 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Kutim Senilai Rp176 Miliar Akhirnya Bisa Digunakan

Selain jembatan, warga juga masih menghadapi keterbatasan listrik dan jaringan komunikasi di Long Joq, sementara wilayah seberang telah menikmati fasilitas dasar yang lebih memadai. (KP) 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: jembatan Kutim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pakta Integritas Diteken, DPRD Kaltim Didesak Buktikan Lewat Hak Angket

Next Post

Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

Related Posts

Setelah 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Kutim Senilai Rp176 Miliar Akhirnya Bisa Digunakan
Kaltim

Setelah 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Kutim Senilai Rp176 Miliar Akhirnya Bisa Digunakan

26 Februari 2026, 14:33

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.