BONTANGPOST.ID, Bontang – Pulau Beras Basah ditargetkan mulai mendapat pasokan listrik komunal pada tahun ini. Pemerintah Kota Bontang menyebut usulan pembangunan infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selain Beras Basah, skema listrik komunal juga disiapkan untuk wilayah Gusung. Namun, realisasi di Gusung diproyeksikan baru dapat dilakukan pada 2027 karena masih membutuhkan sejumlah persiapan administrasi dan lokasi penempatan perangkat.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan, tim PLN telah melakukan pengecekan langsung ke Pulau Beras Basah untuk melihat kondisi serta kebutuhan listrik di kawasan tersebut.
“Yang Gusung masih tahun depan, yang Beras Basah insyaallah tahun ini. Kemarin tim dari PLN sudah mengecek ke Beras Basah,” kata Arif, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, besaran daya yang akan disiapkan untuk Beras Basah belum ditentukan. Pemerintah masih menunggu hasil penghitungan kebutuhan agar kapasitas listrik yang dibangun sesuai dengan kondisi di lapangan.
Hal ini lantaran Pulau Beras Basah tidak memiliki permukiman penduduk tetap. Kawasan tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan wisata dan pengelolaannya berada di bawah Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang.
“Tidak ada penduduknya di sana. Cuma dikelola oleh teman-teman Dispopar. Makanya kami arahkan pengelolaannya kepada teman-teman Dispopar,” ujarnya.
Arif mengatakan, persetujuan dari Kementerian ESDM mencakup penambahan infrastruktur listrik di dua lokasi tersebut. Untuk Beras Basah, pemerintah kini tinggal menindaklanjuti proses teknis bersama PLN.
“Dari Kementerian ESDM kita sudah disetujui untuk ada penambahan listrik, termasuk dua listrik komunal, Gusung dan Beras Basah,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan listrik komunal di Gusung masih membutuhkan persiapan lebih panjang. Salah satunya terkait kebutuhan lahan yang akan digunakan untuk menempatkan perangkat kelistrikan.
“Gusung masih perlu administrasi panjang. Di sana perlu ada penempatan alat, jadi harus disiapkan semacam lahan,” terang Arif.
Di luar dua kawasan tersebut, Pemkot Bontang juga mengusulkan penambahan jaringan listrik di sejumlah titik lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akses listrik sekaligus mendorong rasio elektrifikasi di daerah.
Arif menegaskan, koordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan listrik, baik bagi masyarakat maupun kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan wisata, dapat terpenuhi.
“Target kita terus sampai supaya rasio elektrifikasi bisa 100 persen,” pungkasnya. (KP)






