• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Demam Keong Melanda Sulteng

by M Zulfikar Akbar
21 Januari 2018, 07:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
TITIK PENYEBARAN: Salah satu lokasi penyebaran penyakit Schistosomiasis di wilayah Lore, dataran Napu, Poso, Sulawesi Tengah.  (IST)

TITIK PENYEBARAN: Salah satu lokasi penyebaran penyakit Schistosomiasis di wilayah Lore, dataran Napu, Poso, Sulawesi Tengah. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

DEMAM keong tengah melanda Provinsi Sulawesi Tengah yang cukup meresahkan warga. Meski penyakit ini sangat jarang dikenali orang, tak ada salahnya Anda mengenalinya. Penyakit demam keong dikenal dengan istilah schishtosomiasis. Ini salah satu jenis penyakit tropis yang cukup sulit diberantas sekira 35 tahun belakangan.

Telah dilaporkan sebanyak 28 desa di wilayah Palu dan sekitarnya tengah dilanda penyakit tropis ini. Penularan demam keong disebarkan lewat larva yang tidak hanya mengintai manusia, tetapi juga pada hewan. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK dr Sigit Priohutomo menjelaskan, larva tersebut bisa menyusup ke kulit yang nantinya berkembang biak menjadi cacing. Orang yang tinggal di sekitarannya sawah rentan mengalami demam keong.

Baca Juga:  5 Tips Cegah Demam Keong. Yuk di Cek

“Penyakit demam keong harus ditangani secara serius karena bisa memberikan dampak yang buruk. Bahayanya larva serkaria dapat menembus kulit manusia dan tumbuh dewasa di dalam tubuh manusia,” terang Sigit lewat siaran persnya yang diterima Okezone, Jumat (19/1).

Nah, cacing yang sudah masuk ke dalam perut, akan memakan darah dalam tubuh dan buang air besar ke dalam usus. Permasalahannya adalah jika orang yang terkena penyakit tersebut, siklus penyakitnya sulit hilang, terutama jika masih ada kebiasaan buang air besar sembarangan. Telur-telur dari larva itu dibuang melalui kotoran manusia atau hewan kemudian dia berkembang menjadi ovum.

Dijelaskan lebih lanjut, keong tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil sekira empat milimeter. Siput ini hidup di bekas sawah-sawah yang tidak dipakai, di tanah yang lembab, disemak-semak atau di bawah humus-humus. Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit tersebut kecil sekali sekira 0,65 sampai 0,97%. Sementara itu, angka infeksi yang diperantarai oleh keong masing-masing sekira 1,2-10,5% dan 5,5-40%.

Baca Juga:  5 Tips Cegah Demam Keong. Yuk di Cek

Sebagai langkah pencegahan, penduduk harus menjaga sanitasi supaya lebih higienis. Pada dasarnya cacing suka berkembang biak di bagian keong yang tempatnya jorok. Namun faktanya, di daerah yang tengah dilanda demam keong tersebut hampir tidak memiliki sanitasi yang baik. Daerah tersebut bisa dikategorikan sebagai wilayah endemis demam keong yang meresahkan.
“Masyarakat harus menyediakan sarana air bersih dan sanitasi yang memadai dan mudah dijangkau,” tuturnya.

Penyakit demam keong ini akan sulit diberantas jika perilaku masyarakat tidak berubah. Serta, Sigit mengimbau agar masyarakat yang punya hewan ternak membuat kandang yang layak. (net)

Tags: demam keong
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

HORE! Ratusan Laptop untuk Guru SD Dibagikan Tahun Ini

Next Post

5 Tips Cegah Demam Keong. Yuk di Cek

Related Posts

Demam Keong Melanda Sulteng
Breaking News

5 Tips Cegah Demam Keong. Yuk di Cek

21 Januari 2018, 07:05

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.