SANGATTA – Hingga hari kedua pencarian, Arbain korban tenggelam di sungai Sangatta masih belum ditemukan. Suasana duka di kediaman Arbain begitu mengharukan. Sang istri tak mampu menahan tangis hingga histeris. Dirinya selalu mengucapkan ingin bertemu dengan suaminya.
“Mana suami saya, saya mau ketemu. Dia orang baik. Kenapa dia diambil,” ucap Yuni, istri korban.
Dirinya pun selalu meminta untuk
melihat sungai tempat suaminya tenggelam. Didampingi oleh tim penyelamatan, dia diantar ke sungai. Membawa pisang dan sebutir telur untuk dihayutkan ke sungai.
Setelahnya ia menepuk air dan menghanyutkan pisang tersebut. Kemudian Yuni tiba-tiba kehilangan kesadaran.
Adik dan ibu korban pun merasakan kesedihan yang teramat dalam. Pasalnya ibu korban baru saja keluar dari rumah sakit. Mendengar kabar seperti ini membuatnya semakin terpukul.
“Saya tidak sanggup lagi. Semoga anak saya cepat pulang,” ujar Zainun ibu korban.
Tidak hanya keluarga Arbain yang merasa terpukul. M. Mahfudz korban yang diselamatkannya juga merasa terpukul. Hingga ketika ditemui rumah kerabatnya dirinya tak mampu berkata-kata.
Terlihat kebingungan dari wajahnya. Dirinya enggan berkomentar perihal kejadian yang menimpanya. Ia hanya menatapi setiap orang yang datang. Hanya nenek yang mendampinginya yang menjelaskan beberapa hal terkait cucunya.
“Dia masih trauma. Belum bisa ngomong apapun. Keadaannya masih drop,” ujar nenek Ote sapaannya.
Ia mengucapkan terimakasih telah menyelamatkan cucunya. Dan berharap korban hilang agar segera ditemukan dalam keadaan sebaik-baiknya.
“Semoga Arbain bisa diselamatkan dan ditemukan. Agar pihak keluarga tidak terlarut dalam kesedihan,” harapnya. (*/la)





