BONTANG – Pupuk Kaltim terus memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi serta mendorong usaha kecil menjadi tangguh dan mandiri. Melalui program Bantuan Pinjaman Kredit atau Modal Usaha, Senin (23/4) di Lantai 3 Gedung Diklat Pupuk Kaltim.
Sejak 1989, Pupuk Kaltim telah memberikan bantuan pinjaman modal kerja untuk usaha kecil kepada masyarakat di sekitar perusahaan. Input yang di berikan adalah bantuan pinjaman dengan tingkat bunga rendah yakni 3 persen.
Program ini ditujukan bagi mitra binaan atau usaha kecil yang belum memenuhi kategori untuk meminjam di bank. General Manager (GM) Umum Pupuk Kaltim, Nur Sahid dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini membawa dampak signifikan bagi perkembangan perekonomian masyarakat Bontang.
“Hal itu terbukti dengan semakin baiknya taraf hidup masyarakat Bontang,” ucapnya.
Lanjut Nur Sahid, pada periode sampai dengan April 2018, Pupuk Kaltim telah menyalurkan bantuan pinjaman modal kerja senilai Rp 2,13 miliar kepada 72 orang mitra binaan dari Bontang dan Kutai Timur.
Program ini juga bekerjasama dengan Kompartemen Pemasaran sebagai sektor usaha yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan sawit. Nantinya, sebagian modal kerja mitra binaan akan digunakan untuk membeli pupuk NPK Non Subsidi.
Pupuk Kaltim juga telah menyalurkan hibah teknik produksi, manajerial, pemasaran, bina lingkungan dan bina wilayah dengan total tersalurkan hingga Maret 2018 senilai Rp 1,63 miliar.
“Tujuan dari hibah ini untuk meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan mitra binaan. Pupuk Kaltim tidak sekadar memberikan bantuan tetapi mitra binaan terus didorong agar memiliki kemampuan menjadi masyarakat mandiri,” harap dia.
Sementara itu, pewakilan mitra binaan, Zulaiha yang berasal dari Desa Kebon Agung, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur turut menyampaikan apresiasi kepada Pupuk Kaltim atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih atas bantuan dari Pupuk Kaltim yaitu pinjaman modal kerja untuk mengembangkan usaha kami,” ucapnya.
Sangat tepat jika peminjaman modal ini diberikan kepada mitra binaan, mengingat sebagian besar petani di Kecamatan Rantau Pulung bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Setelah pencairan, dirinya mengaku akan menggunakan dana tersebut untuk membeli pupuk untuk tanaman kelapa sawit.
Ia berharap usaha kelapa sawit miliknya dapat lebih sukses dan berkembang. Rencananya uang hasil berkebun akan digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya bersekolah. “Kalau kami telat angsur, jangan didenda ya, Pak. Karena kami selaku usaha kecil hasilnya masih pelan-pelan,” tuturnya.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan memberikan sosialisasi terkait Program Pinjaman Modal Kerja, Pengenalan Produk Pupuk Kaltim, hingga Pengendalian Gratifikasi.
Masing-masing tema dibawakan oleh Staf Departemen CSR Cantri Winarti, Staf Departemen Pelayanan dan Komunikasi Produk Ajang Christrianto, Superintendent Tata Kelola Perusahaan Departemen Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko (TKP MR) Damarsasi, dan Superintendent Manajemen Pengetahuan Departemen Diklat dan Manajemen Pengetahuan Widodo. (ra/adv)







