Setahun Ini, Jumlah Kios Burung Semakin Meningkat
BONTANG – Memelihara hewan seperti burung identik dengan para orang tua khususnya lagi dari suku Jawa. Pandangan itu kini perlahan berubah. Kaum muda mulai banyak yang menggemari memelihara burung.
Hal ini dibenarkan Ali Sodikin, Pemilik Kios Rizqi di Jalan Cipto MangunKusumo. Ia menuturkan, sejak tahun lalu jumlah pecinta burung semakin meningkat. Terbukti semakin banyak kios kecil di Bontang yang di suplainya saat ini. 2015 lalu Ia menyuplai 14 kios, sedangkan 2016 jumlah kios semakin meningkat menjadi 22. Tentu banyaknya kios tersebut menjadi berkah baginya, karena barang dagangannya, seperti burung, kandang, dan makanan yang berasal dari Yogyakarta, Malang, dan Surabaya menjadi laris.
“Bukan hanya para orang tua, suku lain pun saat ini gemar memelihara burung, terlebih para pemuda sekarang ini banyak yang suka burung,” ungkapnya, Jumat (3/2) kemarin.
Ali menjelaskan, bukan hanya di kios Bontang yang disuplainya. Di wilayah Kutai Timur pun setahun belakangan ini banyak pemuda yang hobi memilihara burung. Bahkan, jumlah pesanan yang diminta kios di kota tersebut semakin bertambah.
“Permintaan suplai di Kutim juga sekarang ini semakin meningkat, bahkan saya kira di sana lebih banyak lagi pemuda yang suka memelihara burung,” katanya.
Dia menambahkan, Kebanyakan para pemuda ini mencari burung jenis murai borneo dan love bird. Ini dikarenakan harga jenis tersebut masih terjangkau, dari Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Sedangkan untuk harga sangkar, menurutnya ini lebih terjangkau lagi karena hanya Rp 130- Rp 140 ribu. Sementara untuk makanan, ini menyesuaikan jenis burungnya. Karena ada yang makan pur, pisang, dan jangkrik. Namun yang paling laris adalah jangkrik, di mana harga satu kilogram Rp 70 ribu.
“Tapi ada juga pemuda yang membeli burung hingga jutaan rupiah di sini, mungkin karena memang sudah hobi,” bebernya.
Sementara itu, Edi (20) salah seorang warga RT 01 Kelurahan Tanjung Laut Indah yang hobi memilihara burung memaparkan, alasan ia menyukai dan memelihara burung karena senang dengan suara hewan tersebut. Selain itu, perlombaan burung di Bontang ini rutin juga digelar. Sejatinya bila sampai menang, tentu harga burung yang dimiliki seseorang bisa mencapai puluhan juta bila dijual. Namun tentu yang membelinya dari pecinta burung juga.
“Ini lah yang membuat motivasi saya merawat empat jenis burung yang berbeda saat ini,” ujarnya.
Edi menambahkan, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan seorang pemula untuk mempunyai burung. Sebab, harga tangkapan saja bisa mencapai Rp 400 ribu per ekor. Tentu ini bisa berbeda lagi bila sampai di kios karena harganya bisa semakin tinggi.
“Kami juga memilih jenis burung yang simple saja agar biaya perawatan tidak begitu besar,” jelasnya. (ver)







