• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Anggaran Pilgub Sedot Rp 488 Miliar

by BontangPost
4 Februari 2017, 13:01
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Disebut Menurun, Tahapan Dipangkas, Parpol Malah Diminta Berkontribusi

SAMARINDA – Biaya penyelenggaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang diperkirakan menyedot dana yang cukup besar yakni Rp 488 miliar. Angka ini pun disebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sudah turun dibanding usulan awal sebesar Rp 526 miliar atau turun Rp 159 miliar.  Angka itu merupakan akumulasi keperluan KPU tingkat kabupaten/kota selama perhelatan pemilihan kepala daerah akhir 2015 lalu.

Pembahasan dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) juga terus dikebut untuk memastikan estimasi anggaran yang dikucurkan. Setelah pleno terbatas, rasionalisasi kebutuhan menjadi Rp 488 miliar. “Angka itu kami usulkan sebelum APBD 2017 lalu ke pemprov dan DPRD Kaltim,” ucap Rudiansyah, Komisioner KPU Kaltim Bidang Teknis, kemarin (3/2).

Pembahasan maraton KPU dengan TAPD harus ditempuh. Sehingga berujung pada permintaan agar penyelenggara pemilu yang berkantor di Jalan Basuki Rahmat itu untuk kembali merasionalisasikan anggaran. Bongkar pasang biaya pilgub kembali dilakukan namun penurunannya tak begitu signifikan menjadi Rp 428 miliar.

Rudi menyebutkan, bukan tak mungkin nilai tersebut kembali menurun. Namun, KPU perlu kepastian pemerintah untuk mengawal bersama terselenggaranya pilgub nanti. Selama kepastian belum didapat, mereka enggan memangkas.

Nah, awal Februari ini, para komisioner kembali membahas kepastian anggaran yang dipersiapkan Pemprov Kaltim. Taksiran kebutuhan pun kembali menyusut, menjadi Rp 367 miliar setelah tiga sektor pra tahapan disisihkan.  “Kalau tahapan pasti enggak bisa terombak. Makanya pra tahapan yang dapat kita potong,” sebutnya.

Penyusutan sebesar Rp 159 miliar dari usulan awal itu bisa dipangkas dari biaya sewa sekretariat panitia ad hoc. Baik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Namun, Pemprov tentu perlu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut. Lalu, pemangkasan biaya sosialisasi. Bukan tak mungkin KPU memaksimalkan kegiatan perangkat kerja daerah dalam sosialisasi penyelenggaran pilgub.

“Parpol juga perlu turut terlibat, ini kan untuk membangun kesadaran pemilih,” kata Rudi. Terakhir, pemangkasan dapat ditempuh dari penyediaan alat peraga kampanye (APK) yang kini masuk dalam wewenang KPU. Namun, kembali lagi perlu peran aktif pemerintah dan partai politik untuk memeriahkannya.

Taksiran kebutuhan pilgub Kaltim terbilang jauh dari kebutuhan penyelenggaran pemilu di Kaltara 2014 lalu. Provinsi ke-33 itu nyatanya hanya memerlukan Rp 90 miliar untuk memeriahkan pesta demokrasi pertamanya. Untuk hal ini, Rudi menolak anggapan mahalnya demokrasi di Kaltim saat ini.

“Jangan disamakan. Benar, kebutuhan mereka segitu tapi penyelenggaraannya bersamaan pemilihan kepala daerah di empat kabupaten/kota lainnya. Minus Tarakan,” elaknya. Sebelumnya, TAPD Kaltim yang diketuai Rusmadi, memastikan pengganggaran kebutuhan pilgub diberi secara berkala 2017-2018. Meski bertahap, naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) hanya sekali.

Selepas APBD 2017 diketok awal tahun ini, anggaran sementara yang dapat diberikan hanya Rp 20 miliar. Rusmadi menegaskan nilai tersebut tidaklah mutlak. Sembari menunggu pulihnya keuangan daerah yang tengah melorot, komunikasi dengan penyelenggara pemilu perlu terus dijalin. Untuk memastikan kebutuhan riil pilgub nanti. Bahkan, tak menutup kemungkinan kebutuhan pilgub diajukan melalui APBN.

“Paling lambat di triwulan pertama 2017 ini sudah diketahui angka pastinya,” katanya beberapa waktu lalu. (*/ryu/riz/k18/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lonjakan Suara di Tiga Besar

Next Post

Makmur Belum Tahu Soal Mukmin, Sebut Itu Hak Pribadi

Related Posts

Tiang Lapuk, Penampungan Sampah di Kampung Malahing Bontang Ambruk ke Laut
Bontang

Penampungan Ambruk ,DLH Bontang Tambah Jadwal Pengangkutan Sampah di Malahing

25 April 2026, 15:48
Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo
Kaltim

Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

25 April 2026, 15:27
Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan
Bontang

Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

25 April 2026, 14:44
Keponakan 23 Tahun Terpilih Jadi Ketua Kadin Kaltim, Rudy Mas’ud Bantah Isu KKN
Kaltim

Keponakan 23 Tahun Terpilih Jadi Ketua Kadin Kaltim, Rudy Mas’ud Bantah Isu KKN

25 April 2026, 12:30
Tujuh Saksi Dugaan Kasus Pelecehan di Ponpes Diperiksa, Polisi; Kemungkinan Bertambah
Kriminal

Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

25 April 2026, 11:11
Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring
Bontang

Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring

25 April 2026, 10:25

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.