• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Jangan Asal Sebar Info Bencana

by BontangPost
27 September 2018, 11:51
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ahmad Yani(LUKMAN/BONTANG POST)

Ahmad Yani(LUKMAN/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Maraknya penyebaran berita bohong alias hoaks membuat gerah berbagai pihak. Termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang. Khususnya terkait kabar-kabar adanya bencana yang bisa meresahkan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat Kota Taman diminta bijak menanggapi kabar-kabar yang beredar di media sosial.

Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak menerima mentah-mentah informasi terjadinya bencana yang beredar melalui media sosial atau aplikasi pesan seperti Facebook dan WhatsApp (WA). Dalam hal ini, masyarakat diminta menanyakannya kepada pihak berwenang untuk memastikan kevalidan informasi yang beredar.

“Saya sampaikan begini, ketika mendengar seperti itu (kabar bencana, Red.) jangan langsung disampaikan (disebarkan, Red.). Saya sendiri walaupun dikirimi kabar seperti itu tidak langsung percaya,” kata Ahmad Yani saat ditemui Bontang Post beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Semua Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab BPBD

Pasalnya, bisa saja kabar yang beredar tersebut merupakan hoaks yang bisa membuat panik dan meresahkan masyarakat. “Kadang-kadang hoaks, jangan disebarkan karena itu membahayakan, itu bikin panik,” imbuhnya.

Di satu sisi, kabar bencana yang sudah dipastikan kebenarannya pun tidak juga berarti aman untuk disebarkan. Dalam hal ini, ada kabar-kabar bencana tertentu yang memang terjadi, namun tidak boleh diungkap ke masyarakat. Hal ini lantaran bencana yang dimaksud tidak membahayakan, namun justru bisa menciptakan kepanikan di masyarakat apabila informasinya disebarluaskan.

“Ada juga memang kejadian, tapi tidak terlalu diekspos. Kejadian itu sebenarnya tidak terlalu besar dampaknya. Tetapi ketika informasinya disebarkan dari ponsel ke ponsel, justru bisa bikin banyak orang panik,” tegas Yani.

Contohnya kejadian gempa dan getaran yang berada di perairan Bontang beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut sempat beredar dan viral di media sosial. Padahal menurut Yani, gempa dan getaran yang dimaksud tergolong kejadian yang tidak membahayakan masyarakat. Namun akibat informasi yang terlanjur tersebar luas, sempat menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

Baca Juga:  BPBD Antisipasi Lakalaut Selama Libur Tahun Baru

“Beberapa orang telepon menanyakan kabar yang sudah beredar di WA. Katanya Bontang terkena gempa dan getaran. Orang-orang jadi ribut,” ungkapnya.

BPBD lantas diminta mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Yani menyatakan, memang gempa dan getaran itu benar terjadi. Namun lokasinya berada sejauh 120 kilometer dari Kota Bontang. Dengan kedalaman 10 kilometer di bawah laut. Sehingga dianggap tidak membahayakan.

“Saya bilang jangan disebarkan. Kalaupun disebarkan, harus ada penjelasan bahwa kejadian itu tidak membahayakan. Tapi kadang-kadang malah disebarkan dengan ditambahi informasi kalau getaran ini ada kaitannya dengan gempa Lombok. Kan kacau itu,” tambahnya.

BPBD sendiri, sebut Yani, selalu menginformasikan kondisi kerawanan Bontang berikut potensi bencana yang mungkin terjadi kepada masyarakat. Salah satunya melalui penggunaan aplikasi pesan WA. Dalam hal ini, dia selalu melaporkan kondisi Bontang terkait potensi bencana melalui grup WA yang beranggotakan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Bontang.

Baca Juga:  Dicari Seharian, Nelayan Hilang di Laut Belum Ditemukan

“Kami dapat informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Red.) yang lantas diteruskan ke dalam grup. Sehingga seluruh kepala dinas dan lurah di Bontang tahu. Misalnya ketika ada gelombang tinggi, lurah bisa mengingatkan warganya melalui ketua RT masing-masing. Tapi tergantung lurahnya juga apakah meneruskan informasi itu kepada para ketua RT atau tidak,” beber Yani. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bpbdInfo Bencana
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gelar Lomba Poskamling, Ajak Warga Hidupkan Siskamling

Next Post

KUA Pastikan Stok Buku Nikah Aman 

Related Posts

BPBD Balikpapan Imbau Warga Siapkan Tas Siaga Bencana untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Keluarga
Kaltim

BPBD Balikpapan Imbau Warga Siapkan Tas Siaga Bencana untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Keluarga

6 Desember 2025, 11:00
Gelombang Laut Diprediksi Tinggi
Bontang

Gelombang Tinggi sampai April, Nelayan Diminta Perhatikan Keselamatan

24 Januari 2019, 17:44
Dicari Seharian, Nelayan Hilang di Laut Belum Ditemukan
Bontang

Dicari Seharian, Nelayan Hilang di Laut Belum Ditemukan

6 Januari 2019, 18:03
BPBD Bantah jadi Penonton
Breaking News

BPBD Bantah jadi Penonton

26 September 2018, 11:01
Sekda Minta Speedboat BPBD Kembali Dirawat
Breaking News

Sekda Minta Speedboat BPBD Kembali Dirawat

4 September 2018, 11:02
Semua Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab BPBD
Breaking News

Semua Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab BPBD

2 September 2018, 11:03

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.