SANGATTA – Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Kutai Timur (Kutim) membuat beberapa investor internasional jatuh hati. Salah satunya perusahaan asal Jepang, yang berencana mengembangkan agribisnis dan agroindustri.
Setelah melakukan pembicaraan dan study sejak lama, akhirnya PT Nusasuco Suzuki Shimiciro bersedia melakukan perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) yang dimiliki oleh Pemkab Kutim. Komitmen kerjasama tersebut tertuang dalam Memorandum Of Understanding (MOU) yang ditandatangani oleh seluruh pihak dan disaksikan seluruh camat dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dikatakan Bupati Kutim, Ismunandar, kerja sama tersebut awalnya hanya terfokus pada pengembangan agribisnis yang berkaitan dengan kelapa sawit saja. Mengingat, produksi kelapa sawit di Kutim termasuk yang terbesar di Kaltim. “Kemungkinan kerjasama tersebut menyasar dibeberapa bidang. Nantinya, agar kerja sama saling menguntungkan, maka melalui Perusda Pemkab,” ujar Ismu.
Dipilihnya investor asal Jepang, selain berpengalaman dalam bidang perkebunan, juga diketahui memiliki kemampuan untuk mengolah potensi kelautan. “Kedepan, kerjasama tersebut akan melebar bukan hanya dari segi sawit saja,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur, Suzuki Shimiciro, berharap, agar kerjasama dapat berjalan dengan baik. “Kita harap kerjasama ini berjalan lancar,” singkatnya.
Senada, Wakil Direktur PT. Nusasuco Indonesia Perwakilan Indonesia, Amin Abdullah, menegaskan, kesepakatan awal ialah dengan melakukan pembangunan Pabrik Crude Palm oil (CPO) di Kecamatan Rantau Pulung dan Kenyamukan serta pelabuhan bongkar muat barang di Batu Putih Sangatta Utara.
“Jadi selain pembangunan beberapa infrastruktur, kami juga akan melakukan pengiriman atau menjual produk dari Kutim ke Jepang,” katanya. (dy)







