Tak ingin menetap di kawasan gempa dan tsunami, puluhan warga Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi tengah (Sulteng) memutuskan untuk mengungsi ke beberapa daerah sekitar, termasuk Kota Tepian. Mereka mengungsi dengan membawa sedikit harapan hidup yang lebih baik dan menetap di rumah sanak keluarga.
DEVI NILA SARI, Samarinda
BEGITUPUN dengan Rosidah dan 31 anggota keluarganya yang lain. Menjadi satu rombongan, ia menetap di rumah salah satu keluarga di Jalan Proklamasi A, Kecamatan Sungai Pinang. Kendati demikian, wanita paruh baya ini harus merelakan salah satu putranya untuk menetap di Palu. Memantau keadaan dan menjaga harta benda.
Putranya menetap di sana atas pilihan sendiri. Namun, besar harapan agar anaknya yang sudah menjadi sarjana Kesehatan Masyarakat (Kesmas) itu menyusulnya dan bekerja di Samarinda saja. Mengingat, sampai saat ini pun keadaan di Palu dan sekitarnya masih belum terlalu stabil. Gempa susulan kerap terjadi.
Hal itupun ia ungkapkan kepada Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, dalam kunjungannya beberapa saat lalu. “Makanya waktu ada kunjungan wali kota kemarin saya katakan bisa kah anak saya bekerja di sini saja,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Suzana, pemilik rumah. Akan lebih baik jika saudaranya itu mencari pekerjaan lain di Kota Tepian apalagi jika itu instansi milik pemerintah. “Ya dia kan sarjana Kesmas, siapa tahu bisa kerja di Dinsos (Dinas Sosial), kan,” ucapnya.
Terpisah, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang berkata, jika mengenai permasalahan itu pihaknya akan melihat seiring perkembangan para pengungsi.
“Soalnya kami juga belum tahu, karena untuk saat ini kan mereka mengungsi di rumah keluarganya. Apakah mereka hanya sementara atau mau menetap di sini nanti kita lihat lagi,” tutur Jaang.
Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan, tidak menjadi permasalahan apabila ada pengungsi mau bekerja di Samarinda. Hanya saja, dalam hal kualifikasi akan disesuaikan dengan standar masing-masing bidang yang dituju.
“Kalau mau bekerja di sini, tidak apa-apa. Hanya saja tidak ada pengistimewaan. Kalau mau bekerja di sini statusnya sama dengan pencari kerja yang lain,” pungkasnya. (*/dev)







