BONTANGPOST.ID, Bontang – Aplikasi Teman Naker yang baru diluncurkan Pemerintah Kota Bontang mulai menuai keluhan dari masyarakat. Proses verifikasi data dinilai lambat dan minim kejelasan.
Eva, warga Telihan, mengaku telah mendaftar sejak sepekan setelah aplikasi tersebut diluncurkan pada 1 April 2026 melalui Play Store. Seluruh data dan berkas pendukung telah diunggah, namun hingga kini belum juga diverifikasi.
“Sampai sekarang belum diverifikasi. Tidak ada juga notifikasi kekurangannya apa,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (23/4/2026).
Padahal, aplikasi Teman Naker digadang-gadang menjadi solusi baru sistem ketenagakerjaan yang lebih transparan dan praktis, di mana seluruh proses mulai dari pendaftaran hingga rekrutmen dilakukan secara digital.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan lambatnya verifikasi dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya membludaknya jumlah pendaftar sejak aplikasi diluncurkan.
“Banyak yang mendaftar, jadi verifikasi harus antre,” jelasnya.
Selain itu, banyak pengguna yang tidak menyelesaikan proses pendaftaran secara lengkap, sehingga menyebabkan penumpukan data yang harus diperiksa ulang.
Kesalahan dalam pengunggahan berkas juga kerap terjadi, mulai dari penggunaan foto yang tidak sesuai ketentuan hingga pengunggahan file melalui Google Drive yang membuat sistem harus membaca data dua kali.
“Bahkan ada yang menggunakan foto tidak formal. Seharusnya pas foto resmi seperti melamar kerja, bukan swafoto. Karena berkas ini nantinya juga disampaikan ke perusahaan,” tambahnya.
Faktor jaringan juga turut memengaruhi proses unggah data. Jika koneksi tidak stabil, berkas bisa saja tidak terbaca sempurna oleh sistem.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Disnaker Bontang membuka layanan bantuan langsung bagi masyarakat. Warga dapat datang ke kantor dengan membawa dokumen seperti ijazah, CV, dan KTP untuk dibantu proses pendaftaran hingga selesai.
“Kami bantu sampai selesai, gratis,” pungkasnya. (*)

