Rumah Pengolahan Ditarget Rampung Tahun Ini
BONTANG – Demi memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi berdaya guna, Kelurahan Satimpo merencanakan usaha pengolahan kompos. Di tahun ini, pihak kelurahan menargetkan rumah pengolahan kompos yang ada di Jalan Kamboja di dekat pemakaman pisangan bisa segera terealisasi. Meski sudah dibangun melalui bantuan perusahaan, namun rumah pengolahan ini belum bisa produksi karena masih terkendala pengurukan tanah.
Lurah Satimpo, Reni Eka Wahyuni menuturkan, pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos rencananya akan dilakukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Satimpo Berhias. Namun untuk menjalankan produksi, masih membutuhkan pengurukan tanah sekitar 15 sampai 20 rit. Kekurangan inilah yang akan diusahakan pihak kelurahan di tahun 2017 ini.
“Karena anggaran kelurahan masih belum keluar, kami akan mengusahakan penyelesaian rumah kompos ini melalui bantuan CSR (corporate social responsibility) dari pihak perusahaan yang ada di Satimpo. Harapannya bisa diselesaikan di tahun ini,” kata Reni kepada Bontang Post, Senin (6/2) kemarin.
Menurutnya, bila rumah kompos ini sudah mulai beroperasi, bisa membantu dalam pengolahan sampah khususnya limbah rumah tangga atau sampah dapur. Yaitu limbah yang selama ini ditampung sementara di depo sampah di dekat pemakaman Pisangan. Sehingga, volume limbah rumah tangga yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Bontang Lestari bisa berkurang.
Dia menjelaskan, selama ini KSM telah melakukan proses pemilahan sampah antara sampah plastik dan limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga yang ada selama ini selain dibawa ke TPA, ada juga yang dimanfaatkan warga untuk pakan ternak. Sisanya langsung dibawa ke TPA. Bila rumah kompos sudah rampung, limbah tersebut akan dimanfaatkan menjadi kompos ketimbang dibawa ke TPA.
“Dengan pembuatan kompos, selain bisa mengurangi volume limbah rumah tangga, juga punya dampak lainnya. Bila bernilai ekonomis, tentu bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada warga walaupun jumlahnya tidak banyak,” jelasnya.
Selain rumah kompos, Kelurahan Satimpo juga merencanakan kegiatan pencacahan plastik. Sebenarnya KSM telah memiliki alat pencacah plastik. Namun selama ini baru digunakan dalam skala kecil dan untuk melatih anggota-anggotanya. Diharapkan di tahun ini alat pencacah plastik bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan produksi. (luk)







