Bacagub Diputuskan Pekan Ini
SAMARINDA – Langkah politik Golkar di hajatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 sangat dinanti. Beringin merupakan partai pemenang pemilihan umum (pemilu) di Benua Etam. Dengan raihan 13 kursi di parlemen, Golkar bisa mengusung sepasang calon tanpa harus berkoalisi.
Rencananya, sikap Golkar dalam kenduri demokrasi terbesar di Kaltim akan diambil dalam dalam rapat pimpinan daerah khusus (rapimdasus) tentang penetapan bakal calon gubernur (bacagub) Kaltim. Sebanyak 10 DPD kabupaten/kota akan hadir. Menurut jadwal, rapimdasus akan dihelat bersamaan dengan rapat kerja daerah (rakerda) di Berau, 10–11 Februari 2017.
Sejauh ini, bacagub dari Golkar merujuk kepada satu nama. Yakni ketua DPD I Golkar Kaltim, Rita Widyasari. Putri Syaukani Hasan Rais, mantan bupati Kutai Kartanegara (Kukar) itu memang sudah digadang-gadang bisa mengamankan tiket menuju pilgub. Wanita yang kini menjabat sebagai Bupati Kukar itu juga dianggap sebagai calon kuat pemenang pilgub.
Meski keputusan final tetap di tangan dewan pengurus pusat (DPP), setidaknya bila di level kepengurusan daerah sudah bulat mendukung, membuat posisi Rita aman.
“Calon tunggal di internal partai. Arahnya, Bu Rita (Widyasari), ketua DPD Golkar Kaltim yang akan ditetapkan,” ujar M Hatta Zainal, ketua panitia pengarah rakerda dan rapimdasus di hadapan para wartawan, di kantor DPD Golkar Kaltim, Senin (6/2) siang.
Di internal partai, dalam perebutan tiket bacagub, Rita relatif tanpa saingan. Yang menarik justru figur yang akan mendampingi. Rita pun telah memberikan kisi-kisi bahwa bakal wakilnya ialah pria yang berusia lebih tua darinya dan memahami birokrasi.
Jika yang dimaksud demikian, maka merujuk sejumlah figur yang mengemuka. Di antaranya, mantan Bupati Berau Makmur HAPK, mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam, dan Sekprov Kaltim Rusmadi.
Dua nama pertama, juga merupakan politikus Golkar. “Belum bisa diungkapkan karena belum ada keputusan. Ada beberapa yang bisik-bisik, tapi tidak etis kalau dibuka. Nanti ada waktunya,” ucap pria berkacamata itu.
Tapi, dalam rapimdasus, Hatta menerangkan, bakal calon wakil gubernur (bacawagub) belum akan diputuskan. Mekanisme dan tahapan penentuan bacawagub baru diketahui dari keputusan rapimdasus. Yang jelas, akan mengikuti mekanisme partai.
“Kami (Golkar Kaltim) memberikan seluas-luasnya kepada beliau (Rita, Red.) untuk menentukan. Kalau memimpin maunya pasti berhasil. Tentunya mencari yang cocok,” kata dia.
Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Kaltim itu menambahkan, saat pendaftaran bacawagub dari Golkar dibuka, pasti akan diikuti survei. Bila bacagub dari Golkar telah menentukan bakal wakilnya, beringin tinggal memberikan persetujuan. Siapa pun itu, lanjut dia, pasti didukung. Tinggal kemudian pasangan tersebut disodorkan ke DPP untuk ditetapkan.
Mengenai agenda rakerda, kata dia, hanya hanya membahas program kerja Golkar Kaltim 2017-2018. Dengan demikian, program yang disusun sesuai kesepakatan bersama pengurus di kabupaten/kota.
“Program itu kan akan dilaksanakan di daerah sampai tingkat kelurahan,” sebutnya.
Untuk pemilihan lokasi rakerda dan rapimdasus di Berau, dengan pertimbangan sekaligus melantik DPD Golkar Berau 2017-2020. Di samping itu, karena selama ini penyelenggaraan kedua agenda tersebut hanya di dua kota utama Kaltim, yakni Samarinda dan Balikpapan.
Langkah politik Golkar ini terbilang cepat dibanding parpol lain. Partai ini diuntungkan dengan penguasaan jumlah kursi di DPRD Kaltim sebanyak 13. Mereka mampu mengusung pasangan cagub dan wakilnya sendiri tanpa harus berkoalisi.
Pesaing terdekat, pemilik kursi kedua terbanyak di parlemen sebanyak 10, PDI Perjuangan (PDIP) bahkan masih mengutak-atik dalam menentukan figur yang akan disorong. Di samping itu, masih perlu tambahan sekursi. Sebab, syarat minimal pencalonan, mesti memenuhi 20 persen jumlah kursi di parlemen atau 25 persen total perolehan suara saat pemilihan legislatif.
Sekretaris DPD Golkar Kaltim Abdul Kadir mengatakan, menetapkan bacagub lebih awal tentu punya tujuan. Diharapkan dengan demikian, persiapan menghadapi pilgub dan rentang waktu menyosialisasikan figur yang diusung Golkar lebih panjang.
Diterangkan, menurut Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) 6/DPP/GOLKAR/2016 tentang Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah, paling lambat dua bulan sebelum tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) dibuka, sudah menentukan paslon yang diusung.
“Ada agenda yang lebih penting. Makanya bacagub lebih awal ditetapkan. Untuk wakil ada proses panjang,” tutur Kadir.
Kata dia, menurut rencana pembentukan panitia pendaftaran bacawagub pada Maret. Sebulan kemudian, pendaftaran dibuka di setiap DPD kabupaten/kota. Tahap berikutnya, melakukan verifikasi administrasi pendaftar pada Mei. “Yang lolos verifikasi, diuji kepatutan dan kelayakan. Itu antara Juni dan Juli. Agustus sudah ditetapkan,” terangnya.
Saat ditetapkan, nama yang mengerucut di setiap kabupaten/kota sebanyak tiga orang. Lantas, nama tersebut disodorkan ke pengurus level provinsi. Di sana, kandidat bacawagub berkisar sebanyak 3–5 nama. Bila itu sudah klir, selanjutnya dibawa ke tim pilkada di DPP. Tidak menutup kemungkinan jumlah nama tersebut bertambah dari masukan DPP berdasar peta potensi.
“Yang jelas mekanisme partai harus jalan. Bu Rita sebagai ketua DPD nanti akan dipanggil ke DPP. Kandidat bacawagub itu akan dipaparkan,” ucap dia.
Kepada media, saat Rita bertandang ke Kaltim Post Group (KPG) beberapa waktu lalu, mengatakan jika sebelum melangkah lebih jauh dalam menatap pilgub, dia sedang menunggu hasil survei.
Menurut informasi, survei itu akan keluar pada Februari. Maka, dia tak ingin terburu-buru. Mantan ketua DPRD Kukar itu lebih memilih memantapkan keyakinan terlebih dulu.
“Apa benar diinginkan rakyat Kaltim untuk maju? Kalau survei selesai dan hasilnya iya (diinginkan), baru saya mencoba maju dan berkomunikasi dengan partai lain,” ucap dia.
Sampai kini, dia selalu menganggap belum menentukan sikap maju atau tidak. Kembali lagi, dia menegaskan karena survei terhadap itu sedang berlangsung. Sekalipun, memang, dukungan pengurus Golkar level kecamatan sudah mengalir deras. Namun, itu baru disampaikan lisan. Bukan menjadi keputusan partai.
BAKAL MULUS
Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul), Lutfi Wahyudi berpendapat, Golkar telah belajar dari pelaksanaan Pilkada Kaltim Serentak 2015. Mereka saat itu babak belur. Itu kontradiksi dengan Bumi Mulawarman yang merupakan lumbung suara partai beringin.
“Belajar dari situ, mereka ingin menyosialisasikan bakal calonnya sejak dini. Kalau nanti ada masalah, plan A dan B sudah siap,” katanya.
Bagaimanapun, pertarungan berebut posisi ketua DPD Golkar Kaltim sudah banyak menguras energi karena berlangsung alot dan panjang. Kader Golkar lainnya, Andi Sofyan Hasdam, diketahui sedang bergerilya. Rita tentu sangat berhitung bahwa Sofyan bukan orang sembarangan.
Di DPP, mantan Wali Kota Bontang itu menduduki posisi ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan. Penetapan lebih awal Rita sebagai bacagub juga demi mengamankan satu tahap menghindari menguras energi beradu kuat di internal.
“Kalau dikukuhkan sekarang memberi kepastian Rita diusung pengurus di daerah. Walaupun restu akhir di DPP. Tapi, setidaknya satu tahapan sudah dilewati,” ujarnya.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unmul itu menjelaskan, dengan pengukuhan lebih dini tersebut, juga hendak melihat respons DPP. Dari situ akan terlihat, kader Golkar ada yang bermain di pusat atau tidak untuk memengaruhi keputusan DPP. Sekalipun pencalonannya melalui Golkar diganjal, Rita memiliki dua tiket bayangan. Yakni, jalur independen atau menggunakan perahu politik dari partai lain.
“Itu juga keuntungan dikukuhkan lebih dini. Ada alternatif,” kata dia. (ril/rom/kpg/gun)
Tentang Pilgub Kaltim
Perolehan Kursi di DPRD Kaltim
Parpol Kursi
Golkar 13
PDIP 10
Gerindra 6
Demokrat 4
PKB 4
PAN 4
Hanura 4
PKS 4
PPP 3
Nasdem 3
Total 55
Info Penting
– Syarat minimal pencalonan adalah memenuhi 20 persen kursi di parlemen.
– Jumlah kursi minimal pencalonan adalah 11.
– Syarat lain pencalonan adalah memiliki 25 persen total suara pemilu.






