BONTANG –Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) berencana membuat program penanaman cabai lewat polybag, yang nantinya akan dikelola sekelompok masyarakat, maupun individu. Hal ini untuk mengatasi melonjaknya harga cabai.
Melonjaknya harga cabai di Bontang sebagian besar diklaim pedagang, akibat minimnya ketersediaan stok cabai. Baik yang berasal dari petani Kota Taman, maupun dari luar kota.
Kasi Pertanian Pangan, Holtikultura dan Perkebunan DKP3, Debora Kristiani mengatakan, pada dasarnya program ini dapat diikuti oleh semua masyarakat. Dengan memanfaatkan pekarangan atau halaman rumah yang masih kosong, warga dapat menanam bibit cabai di polybag. Sehingga dapat membantu memaksimalkan ketersediaan stok cabai di Bontang, di tengah harga yang melonjak seperti saat ini.
“Rencananya untuk mengawali, kami akan lakukan penyuluhan ke ibu-ibu PKK. Sehingga kami harapkan, ibu-ibu di PKK juga dapat melakukan penanaman bibit cabai secara mandiri,” ujarnya Sabtu (4/2) kemarin.
Debora menambahkan, partisipasi dari masyarakat pun juga dibutuhkan. Saat ini kata dia, salah satu instansi yang mendukung program tersebut adalah dari aparat TNI Kodim 0908/BTG. Sebagai realisasinya, di setiap rumah di asrama Kodim, diwajibkan menanam minimal 10 polybag cabai. Kata dia, walau dalam skala kecil, namun hal ini dinilai sangat membantu dalam program swasembada pangan.
“Kebetulan sejak perubahan dinas-dinas kemarin, bagian ketahanan pangan menjadi satu dengan bagian pertanian. Sehingga program yang ada di bagian pertanian juga kami sinergikan dengan program di bagian ketahanan pangan,” pungkasnya. (*)







