• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Pulau Komodo Bisa Ditutup 2020, Kok Bisa?

by M Zulfikar Akbar
7 Februari 2019, 10:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Pulau Komodo diwacanakan akan ditutup untuk direvitalisasi. (hariliburnasional.com)

Pulau Komodo diwacanakan akan ditutup untuk direvitalisasi. (hariliburnasional.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) dalam waktu dekat akan membentuk tim terpadu untuk melakukan kajian tentang kemungkinan penutupan sementara Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.

Hal tersebut dilakukan setelah melihat populasi Komodo yang terus menunjukkan tren penurunan dalam 2 tahun terakhir. Diperkirakan, penurunan populasi disebabkan perburuan rusa dan kerbau yang merupakan mangsa utama komodo.

Selain itu, tim terpadu juga akan membuat prediksi masa depan pengelolaan TN Komodo sebagai kawasan eksklusif.

Tim akan terdiri dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), bersama Pemprov NTT,  Pemkab Manggarai Barat. “Setelah nanti terbentuk, tim terpadu ini akan segera bekerja melaporkan hasil kajiannya kepada Menteri LHK paling tidak pada Juli 2019,” kata Dirjen KSDAE Wiratno kemarin (6/2/2019).

Baca Juga:  Revitalisasi Pulau Komodo Bertahap

Penutupan atau pembukaan kembali suatu kawasan konservasi diputuskan atas pertimbangan ilmiah dan kondisi tertentu. Untuk TN Komodo, tim terpadu akan memberikan rekomendasi kepada KLHK melalui Direktorat Jenderal KSDAE pada bulan Agustus 2019.

Wiratno menjelaskan, jika tim memutuskan Pulau Komodo harus ditutup, paket wisata yang telah terlanjur dipasarkan tetap dapat dilanjutkan, kecuali di Pulau Komodo. Penutupan akan berlaku efektif mulai Januari 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Yang ditutup hanya Pulau Komodo, tidak semua kawasan TN Komodo. Turis masih bisa melihat Komodo di Pulau Rinca dan di beberapa tempat lainnya,” Ujar Wiratno.

Hal lain yang disepakati adalah pengaturan pintu masuk jalur kapal dan penjualan tiket masuk menuju TN Komodo akan ditetapkan melalui satu pintu, yaitu Pelabuhan Labuhan Bajo. Selama ini banyak kapal-kapal wisatawan yang berasal dari Lombok maupun Bali.

Baca Juga:  Revitalisasi Pulau Komodo Bertahap

Pengawasan dan kontrol terhadap aktivitas pariwisata juga akan ditingkatkan, seperti pada aktivitas melihat satwa Komodo, snorkling, diving, serta kegiatan lainnya.

Wiratno juga mengkaji opsi menaikkan retribusi masuk kawasan wisata TN Komodo. Karena biaya konservasi yang relatif mahal. Juga untuk sedikit menekan kunjungan turis ke Pulau Komodo dan sekitarnya. “Kita hitung willingness to pay para pengunjung itu sekitar Rp. 3 juta, sementara sekarang biaya masuk TN Komodo Cuma Rp. 150 ribu,” katanya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov NTT Alexander Sena mengungkapkan berdasarkan catatan Pemprov, tercatat populasi Komodo di Pulau Komodo tercatat sekitar 3.000 ekor di tahun 2015. Jumlah tersebut menurun menjadi sekitar 2.800 pada tahun 2018. “Kami meyakini ini ada kaitannya dengan kegiatan perburuan rusa yang dilakukan secara liar,” katanya.

Baca Juga:  Revitalisasi Pulau Komodo Bertahap

Sena menambahkan, pihak Pemprov akan mempertimbangkan semua dampak ekonomi yang ditimbulkan jika Pulau Komodo ditutup. (tau/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pulau komodo
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Debat Pilpres Kedua, Capres Akan Berdebat Bebas 16 Menit

Next Post

Tunjangan Pegawai Pertanahan Bakal Dinaikkan, Jokowi: Kalau Masih Ada Pungli, Laporkan!

Related Posts

Pulau Komodo Bisa Ditutup 2020, Kok Bisa?
Nasional

Revitalisasi Pulau Komodo Bertahap

20 Februari 2019, 13:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor Hilang Kendali di Jalan Poros Bontang–Samarinda, 1 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.