• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Fogging Kurang Efektif Atasi DBD, Dinas Kesehatan Tegaskan Pentingnya PSN

by M Zulfikar Akbar
22 Februari 2019, 18:18
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bontang, Diana Nurhayati (tengah) memberikan keterangan pers. (Foto: Lukman/BontangPost.id)

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bontang, Diana Nurhayati (tengah) memberikan keterangan pers. (Foto: Lukman/BontangPost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

ANGKA kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bontang mengalami peningkatan secara signifikan di awal 2019. Baru dua bulan saja, jumlahnya sudah mencapai 148 kasus positif DBD. Sementara untuk demam dengue (DB) tercatat 128 kasus, dan suspect DBD mencapai 67 kasus. Angka ini menurut Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang sudah termasuk membahayakan.

Untuk itu, masyarakat Bontang diminta memiliki kesadaran dan kemauan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah masing-masing. Yaitu mencegah munculnya jentik-jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi vektor penyakit DBD ini.

“Pengendalian yang paling murah adalah PSN. Ini yang membutuhkan kesadaran masyarakat. Harapan kami untuk ke depan bukan hanya fogging, tetapi juga PSN yang meliputi 3M plus wajib dilakukan,” kata Diana Nurhayati selaku Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Bontang dalam jumpa pers, Jumat (22/2/2019).

Baca Juga:  Berebas Tengah Tertinggi Kasus DBD

Dijabarkan, PSN meliputi pemantauan jentik nyamuk di dalam maupun di sekitar rumah. Hal ini bisa dilakukan dengan keberadaan juru pemantau jentik (jumantik). Pada masing-masing rumah, di harapkan ada satu anggota keluarga yang melakoni tugas ini, memastikan tidak ada jentik nyamuk khususnya di tempat-tempat yang memungkinkan air tergenang.

“Masyarakat selalu meminta fogging. Padahal fogging kurang efektif. Belum tentu nyamuknya terbunuh semua. Karena kalau tidak tepat waktu penyemprotannya, nyamuk masih bisa sembunyi. Bisa bertelur dan sekalinya bertelur mencapai 200-an jentik. Fogging itu hanya membunuh nyamuk, tetapi tidak membunuh jentik-jentiknya,” beber Diana.

Karena itu, dia berharap masyarakat melakukan kerja bakti terlebih dahulu sebelum fogging dilakukan. Untuk memastikan tidak ada genangan air di lingkungan sekitar. Pun dengan 3M mesti digalakkan, meliputi menguras dan menutup bak air, serta mendaur ulang barang bekas. Langkah-langkah itu termasuk pemberian larvasida atau abate, bisa mematikan jentik-jentik nyamuk.

Baca Juga:  BREAKING NEWS!! Anak 13 Tahun Terkonfirmasi Positif, Bontang Belum Bebas Covid-19

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk menggalakkan kerja bakti ini secara serentak. Karena hampir di semua kelurahan terdapat jentik dan tercatat ada kasus DBD,” ungkapnya.

Ditambahkan Kasie Surveilans, Imunisasi, dan Penanggulangan Wabah Bencana, Adi Permana, efektivitas fogging sejatinya berlangsung terbatas. Saat pagi, efektivitasnya membunuh nyamuk dewasa hingga pukul 09.00 Wita. Sedangkan senja, antara pukul 16.00 sampai pukul 18.00 Wita. Hal ini lantaran bahan aktif fogging akan rusak oleh paparan sinar ultraviolet atau sinar matahari.

“Waktu efektif pukul 07.00 sampai 08.00 Wita. Saat matahari belum terlalu cerah. Karena nyamuk itu tidak mau terkena sinar matahari, ketika siang hari memilih sembunyi. Lebih banyak berada di dalam rumah,” terang Adi.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Hasil Swab 17 Orang di Bontang Dinyatakan Negatif

Sehingga sejatinya proses fogging yang efektif diawali dari dalam rumah baru menyebar ke lingkungan luar. Bukan dari luar baru ke dalam rumah. Karena ketika fogging dilakukan dari luar, nyamuk akan bersembunyi ke dalam rumah dan sulit dideteksi.

“Sementara masih banyak masyarakat yang tidak mau dilakukan fogging di dalam rumah,” tegasnya.

Pun demikian, Adi menyebut fogging membutuhkan biaya yang tidak murah. Untuk satu fokus fogging dengan area mencapai 13 hektare, dibutuhkan biaya hingga Rp 4,5 juta.

“Kalau semua mau di-fogging butuh berapa banyak (anggaran)? Padahal efektivitasnya kurang,” sambung Adi. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dbddemam berdarah denguediskes bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tarif Sudah Mahal, Pesan Tiket Pesawat Jauh Hari Tak Efektif

Next Post

Bontang Tuan Rumah JPD 2019, Ratusan Pemuda Bersaing Jadi Duta Kaltim

Related Posts

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak
Bontang

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak

13 April 2026, 12:00
Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan
Bontang

Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan

9 Maret 2026, 09:53
Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026
Bontang

Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026

3 Maret 2026, 10:00
Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang
Bontang

Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang

2 Maret 2026, 15:28
DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia
Bontang

DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia

28 Januari 2026, 10:00
Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School
Bontang

Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School

30 September 2025, 11:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.