• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kaltim Butuh Hilirisasi Terbarukan

by M Zulfikar Akbar
28 Maret 2019, 20:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BUTUH KESERIUSAN: Permintaan CPO dari Tiongkok berisiko turun akibat panen kedelai Brasil yang diperkirakan terjadi pada Februari-Mei 2019. Dibutuhkan hilirisasi untuk membantu kinerja ekspor.DOKUMEN/KALTIM POST

BUTUH KESERIUSAN: Permintaan CPO dari Tiongkok berisiko turun akibat panen kedelai Brasil yang diperkirakan terjadi pada Februari-Mei 2019. Dibutuhkan hilirisasi untuk membantu kinerja ekspor.DOKUMEN/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Investasi minyak goreng berbahan dasar crude palm oil (CPO) diyakini bisa menjadi masa depan industri di Kaltim. Potensinya sangat baik mengingat produksi kelapa sawit yang terus meningkat 20 persen per tahun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, CPO punya banyak bisnis turunan. Saat ini di Indonesia sedang fokus mengembangkan hilirisasi B20, sebenarnya itu sangat potensial. Kaltim harus bisa menghadirkan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Bisa saja minyak goreng, mentega, dan sebagainya. Tergantung pelaku usaha melihat pasar yang ada seperti apa,” jelasnya Rabu (27/3).

Dia menjelaskan, adanya industri hilir di Kaltim tentunya sudah menjadi harapan semua pihak. Efeknya terhadap ekonomi tentunya sangat besar. Nilai tambah yang dihasilkan dari hilirisasi kelapa sawit, tentunya menghasilkan peningkatan kontribusi pada produk domestik regional bruto (PDRB). “Kalau hilirisasi ini memiliki pabrik, maka akan menghasilkan tenaga kerja,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

Menurutnya, apapun industri hilirnya tentu potensial. Contoh biodiesel, sebuah energi masa depan yang dibutuhkan masyarakat. Kaltim bisa mengembangkan itu, karena menjadi salah satu energi terbarukan yang bisa dihasilkan dari kelapa sawit. “Hilirisasi terbarukan yang dibutuhkan saat ini, karena industri pengolahan kinerjanya per tahun menurun, walaupun pada triwulan terakhir 2018 meningkat,” tuturnya.

Pada triwulan IV 2018, tercatat volume ekspor minyak kelapa sawit (CPO) tumbuh sebesar 53,88 persen (yoy), lebih tinggi 2,06 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan pada 2018, lapangan usaha industri pengolahan Kaltim tumbuh lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat pertumbuhan 2018 sebesar 0,52 persen (yoy), melambat dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 3,47 persen (yoy).

Baca Juga:  73 Orang Berebut Kursi Bawaslu, Terbanyak dari Kota Tepian 

Pasokan bahan baku gas alam dari hulu migas yang terbatas menyebabkan output dari industri pengolahan gas menurun. Di sisi lain, industri pengolahan nonmigas, utamanya minyak kelapa sawit masih mendapatkan tekanan harga dari pasar internasional.

Kampanye negatif terhadap CPO asal Indonesia di beberapa negara maju menyebabkan, pasokan komoditas ini berlebih di pasar CPO dunia. Sehingga memberi pengaruh pada penurunan harga CPO. Kinerja industri pengolahan pada triwulan I 2019, diperkirakan lebih lambat.

Di sisi industri migas, rencana investasi oleh salah satu pengelola blok migas diperkirakan belum memberikan dampak signifikan. Keputusan investasi berupa pengeboran sumur migas yang lebih banyak baru akan dilaksanakan pada triwulan berjalan. Sehingga dampaknya akan muncul di triwulan berikutnya.

Baca Juga:  Kaltim-Kaltara Tuntut Jatah Kursi

Tren penurunan harga CPO juga diperkirakan masih berlanjut. Di samping itu, panen kedelai Brasil diperkirakan terjadi pada Februari-Mei 2019. Ini berisiko menurunkan permintaan Tiongkok akan minyak kelapa sawit. “Makanya dibutuhkan hilirisasi untuk membantu kinerja ekspor CPO saat ini,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: CPOindustri hilirkaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dorong Penguatan Transformasi Industri Berbasis Digital, Pupuk Kaltim Terima Dua Penghargaan ITECH

Next Post

Boyong 9 Penghargaan, Pupuk Kaltim Raih The Best Indonesia Green Award 2019

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Data Terbaru Korban Tewas Ledakan Tungku Smelter 13 Orang, 9 dari Indonesia dan 4 asal Tiongkok
Nasional

Data Terbaru Korban Tewas Ledakan Tungku Smelter 13 Orang, 9 dari Indonesia dan 4 asal Tiongkok

24 Desember 2023, 19:36
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00

Terpopuler

  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ganti Rugi Longsor Mandek, Warga Kanaan Bontang Tagih Janji Pemilik Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.