• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Liput Pertandingan Liga 2, Beberapa Jurnalis Dianiaya

by M Zulfikar Akbar
25 Oktober 2019, 09:10
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi anak-anak saat terjadi kerusuhan antara PSIM Jogja melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta, Senin (21/10). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi anak-anak saat terjadi kerusuhan antara PSIM Jogja melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta, Senin (21/10). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Share on FacebookShare on Twitter

Penganiayaan yang dialami wartawan saat meliput pertandingan antara PSIM Jogjakarta dan Persis Solo disikapi serius oleh redaksi Jawa Pos. Pemimpin Redaksi Jawa Pos Abdul Rokhim mengutuk keras peristiwa yang terjadi di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta, pada 21 Oktober itu.

Pernyataan sikap tersebut kemarin dibacakan di depan peserta diskusi PSSI Harus Baik vol 2, Berubah atau Bubrah di Graha Pena, Surabaya.

Dalam peristiwa itu, pewarta foto Harian Jawa Pos Radar Jogja Guntur Aga Tirtana dipukul dan dicekik oknum suporter. Selain itu, jurnalis Goal Indonesia Budi Cahyono diintimidasi pemain PSIM Hisyam Tolle. Tidak hanya mengintimidasi, pemain tersebut memaksa menghapus file foto di kamera Budi. Terutama foto saat pemain yang mendapat kartu merah itu melayangkan tendangan kungfu kepada pemain Persis Solo Muchamad Sulthon.

Baca Juga:  Polri Klaim May Day Aman, Padahal di Bandung Terjadi Intimidasi pada Dua Wartawan

Menurut Rokhim, jurnalis bekerja untuk kepentingan publik. Dalam melaksanakan profesinya, kata Rokhim, jurnalis dilindungi hukum. Kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis jelas melanggar Undang-Undang 40/1999 tentang Pers dan mengancam kebebasan pers.

’’Kami menuntut PSSI dan penyelenggara Liga 2 memberikan perlindungan keamanan dan fasilitas yang maksimal terhadap jurnalis dan pewarta foto saat menjalankan tugas liputan pertandingan,’’ kata alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.

Selain itu, Jawa Pos menuntut polisi mengambil tindakan hukum yang tegas dan mengusut tuntas kasus kekerasan serta intimidasi terhadap jurnalis sesuai UU Pers dan UU Hukum Pidana. ’’Sehingga oknum pelaku mendapat balasan hukuman yang adil,’’ katanya.

Tuntutan juga ditujukan kepada klub dan suporter PSIM maupun Persis Solo. Menurut Rokhim, tugas jurnalis adalah menghadirkan pemberitaan yang faktual dan menarik sesuai kode etik jurnalistik. Dalam kompetisi sepak bola, hal itu diwujudkan dengan menghadirkan jurnalis dan pewarta foto ke lapangan pertandingan.

Baca Juga:  Polri Klaim May Day Aman, Padahal di Bandung Terjadi Intimidasi pada Dua Wartawan

’’Agar bisa menjalankan tugas dengan optimal, kami membutuhkan dukungan dan respek semua pihak. Bentuknya adalah memberikan akses seluas-luasnya. Juga, menjamin keamanan serta kenyamanan jurnalis dalam menjalankan tugas,’’ jelasnya. (jpc)

Tags: kekerasan wartawanpenganiayaan jurnalis
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hebat! Teater Bontang Juara 1 Nasional, Neni Beri Apresiasi

Next Post

Unmul Bakal Bangun Kampus Utama di Sekitar IKN

Related Posts

Polri Klaim May Day Aman, Padahal di Bandung Terjadi Intimidasi pada Dua Wartawan
Nasional

Polri Klaim May Day Aman, Padahal di Bandung Terjadi Intimidasi pada Dua Wartawan

2 Mei 2019, 14:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.