• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Nasib Guru-Guru di Pesisir Kota Taman, Transportasi dari Kocek Pribadi

by M Zulfikar Akbar
27 November 2019, 12:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Tenaga pendidik di SD 016 Bontang Selatan harus menempuh perjalanan melalui jalur laut menuju sekolah. (ADIEL KUNDHARA/KP/prokal)

Tenaga pendidik di SD 016 Bontang Selatan harus menempuh perjalanan melalui jalur laut menuju sekolah. (ADIEL KUNDHARA/KP/prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

Nasib miris menimpa sejumlah guru yang mengabdi di pesisir Kota Taman. Jarak tempuh yang jauh menjadi catatan yang bakal tidak pernah mereka lupakan.

BONTANG – Kepala SD 016 Bontang Selatan Eka Wahyuni mengatakan, perjalanan dari rumah menuju tempat mengajar melalui jalur laut. Teknis penyeberangannya dibagi dari dua tempat. Meliputi pelabuhan Tanjung Laut dan Pagung. Sebab, lima guru dari dua lokasi yang berbeda jangkauannya.

Dua guru dari Bontang Lestari dan tiga guru berdomisili di pusat Kota Bontang. “Jadi, untuk Senin, Rabu, serta Jumat minggu pertama dan ketiga melalui Pelabuhan Tanjung Laut. Selasa, Kamis, serta Jumat minggu kedua dan keempat lewat Pelabuhan Pagung,” kata Eka.

Menurut dia, bila hujan sebelum pukul 06.00 Wita, dipastikan tenaga pendidik tidak dapat berangkat menuju sekolah. Pasalnya, kondisi kapal yang ditumpanginya tidak beratap. Bahkan, kapal tidak dilengkapi dengan sarana pelampung.

Baca Juga:  Badak LNG Bekali Pelatihan 30 Guru Pesisir

“Perjalanan berkisar dua jam. Jadi, kami sampai di sekolah sekira 08.00 Wita. Pernah kami waktu di tengah perjalanan hujan, seketika baju basah semua,” ucapnya.

Ia menilai, tenaga pengajar di pulau pesisir itu luar biasa perjuangannya. Bahkan jika saat pulang air laut surut, para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut harus jalan hingga alur kapal dapat berhenti.

Mengenai biaya transportasi tidak cukup hanya berpaku pada dana bantuan operasional sekolah (BOS). Totalnya Rp 2,5 juta per bulan. Dijelaskan dia, para guru wajib merogoh kocek untuk tambahan biaya penyeberangan sebesar Rp 200 ribu per minggunya.

“Bukannya kami tidak ikhlas tapi pendapatan kami tidak cukup. Terkuras di transportasi,” tutur perempuan yang bergolongan IV A ini.

Baca Juga:  Godok Regulasi BOS Daerah Pesisir

Eka meminta ada perbedaan pemberian insentif bagi tenaga pendidik yang mengajar di pulau pesisir. Pada SD 016 Bontang Selatan memiliki 49 siswa. Dengan jumlah guru enam orang. “Satu guru bermukim di Tihi-Tihi. Jadi kalau kami tidak bisa berangkat, dia yang menghandel,” terang dia.

Senada, Kepala SD 015 Bontang Selatan Titik Purwaningsih menyebut, kendala yang dihadapinya menyangkut transportasi. Sebab, jumlah siswa hanya 18 anak, dana BOS terserap di sektor transportasi tenaga pendidik. Meski hanya dua guru bukan berasal dari pulau pesisir. “Kami perlu subsidi dana untuk transportasi,” kata Titik.

Selain itu, kendala lainnya menyangkut sarana listrik dan wifi. Listrik di kawasan Pulau Selangan mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Jika cuaca mendung, suplai listrik tidak mengalir. Ditambah jaringan wifi tidak berfungsi akibat terkena petir.

Baca Juga:  Perjuangan Guru Sekolah Pesisir Kota Bontang di Hari Pendidikan Nasional

Akses lebih mudah dialami tenaga pendidik di SD 014 Bontang Selatan. Pasalnya, guru dapat menempuh melalui jalur darat. Namun, biaya untuk transportasi per harinya membutuhkan 10 liter BBM.

“Kami menggunakan kendaraan roda empat karena harus melewati kawasan PLTU Teluk Kadere,” kata Kepala SD 014 Bontang Selatan Masitah.

Ia mengaku butuh durasi satu jam untuk tiba ke sekolah. Dengan kecepatan 70 kilometer per jam. SD 014 terdiri atas 27 siswa dengan jumlah enam guru. (*/ak/kri/k16/prokal)

Tags: Guru Pesisir
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hasil Riset IFJ-AJI: Kekerasan Masih Menjadi Ancaman Serius Jurnalis Indonesia

Next Post

Jelang Pilkada, Kejati Kaltim Ambil Alih Kasus Perusda AUJ

Related Posts

Rp695 Juta Disiapkan, Disdikbud Bontang Sewa 4 Kapal untuk Antar-Jemput Guru Pesisir
Bontang

Rp695 Juta Disiapkan, Disdikbud Bontang Sewa 4 Kapal untuk Antar-Jemput Guru Pesisir

18 Februari 2026, 17:14
Badak LNG Bekali Pelatihan 30 Guru Pesisir
Advertorial

Badak LNG Bekali Pelatihan 30 Guru Pesisir

31 Januari 2020, 07:00
Masalah Pendidikan di Pesisir Bontang, Dua Mata Pelajaran Tanpa Guru
Bontang

Masalah Pendidikan di Pesisir Bontang, Dua Mata Pelajaran Tanpa Guru

29 November 2019, 16:00
Nasib Guru-Guru di Pesisir Kota Taman, Transportasi dari Kocek Pribadi
Bontang

Godok Regulasi BOS Daerah Pesisir

28 November 2019, 16:00
Permintaan Tambahan Subsidi Transportasi Guru di Pesisir, Dewan Sepakat, Begini Sikap Wali Kota
Bontang

Permintaan Tambahan Subsidi Transportasi Guru di Pesisir, Dewan Sepakat, Begini Sikap Wali Kota

27 November 2019, 16:00
Perjuangan Guru Sekolah Pesisir Kota Bontang di Hari Pendidikan Nasional
Feature

Perjuangan Guru Sekolah Pesisir Kota Bontang di Hari Pendidikan Nasional

3 Mei 2018, 11:50

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.