• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Perjuangan Guru Sekolah Pesisir Kota Bontang di Hari Pendidikan Nasional

by BontangPost
3 Mei 2018, 11:50
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
BERJUANG: Para siswa kelas VI dari SDN 011 Bontang Utara yang terletak di Gusung siap untuk melaksanakan USBN, tampak mereka didampingi gurunya.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

BERJUANG: Para siswa kelas VI dari SDN 011 Bontang Utara yang terletak di Gusung siap untuk melaksanakan USBN, tampak mereka didampingi gurunya.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sejatinya jangan hanya sebatas seremoni. Sebaliknya, Hardiknas  harus menjadi momen introspeksi terkait pendidikan di Tanah Air.

 

Di Kota Taman, masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana (sarpras) yang lengkap, seperti yang terlihat di sekolah pesisir. Para guru pun harus terus berjuang dengan segala keterbatasan yang ada.

Kristina, salah satu guru di SDN 011 Bontang Utara yang berada di Pulau Gusung  mengatakan, banyak suka duka yang ia lewati saat mengajar di pesisir.

Sebut saja sarana transportasi. Kata dia, kapal yang sering ia tumpangi kerap rusak ketika digunakan. Tak jarang, di tengah lautan, baling-baling kapal mereka terlepas dan harus menunggu hingga bantuan datang.  Selain itu, faktor alam juga terkadang menghambat perjalanan para guru untuk menunaikan kewajibannya memberikan pendidikan kepada calon penerus bangsa. “Kami hanya memiliki satu kapal dari Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang. Memang kapalnya masih bagus, tetapi kadang ada saja kerusakannya,” jelas Kristina saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Limau, Rabu (2/5) kemarin.

Baca Juga:  Rutin Komunikasi Via WhatsApp, Jadi Rombongan Paling Tertib

Selain sarana transportasi, dari cara mengajar pun terdapat satu kendala yakni cara komunikasi. Banyak murid pesisir yang tidak paham dengan Bahasa Indonesia. Sehingga, para guru harus bekerja ekstra membuat murid-murid pandai mengartikan setiap pertanyaan pada mata pelajaran. “Mereka masih terbiasa dengan bahasa di rumahnya. Jadi kalau baca soal itu tidak langsung paham. Tetapi kami harus artikan terlebih dahulu agar mereka paham. Makanya kami terus biasakan untuk berbicara menggunakan Bahasa Indonesia,” bebernya.

Sebenarnya lanjut Kristina, para muridnya sudah pandai menggunakan Bahasa Indonesia. Tetapi jika ada kata baku yang baru didengar, maka mereka akan kesulitan memahaminya.

Tak hanya itu, ditambahkan Suharti guru lainnya di sekolah yang sama,  di sekolah pesisir tidak ada listrik. Mengingat sollar cell yang tersedia tidak mampu untuk memfasilitasi seluruh listrik sekolah. Sehingga di SDN 011 tidak terdapat ruangan laboratorium komputer. “Memang ada beberapa unit komputer tetapi tidak bisa digunakan.  Listriknya tidak kuat, dan alatnya juga tidak lengkap,” ujarnya.

Baca Juga:  Ayah, Ibu, dan Anak Kompak Dulang Prestasi  

Selain berperan di sekolah, para guru di wilayah pesisir juga perlu melakukan penyuluhan kepada orang tua siswa. Pasalnya, mereka tak bisa hanya meminta para siswanya untuk memahami kebutuhan sekolah. Tetapi, orang tuanya pun harus diberi pemahaman agar bisa sejalan. “Jadi kami bukan hanya di sekolah, bahkan sampai ke rumah-rumah berikan penyuluhan,” ungkapnya.

Salah satu contohnya untuk melanjutkan pendidikan anak muridnya dari kelas VI SD yang akan masuk SMP. Biasanya, guru pesisir akan menguruskan hingga anak didiknya bisa masuk SMP. Mengingat sistem pendaftaran sudah berbasis online.

“Dari pendaftaran sampai berkas kami siapkan hingga mereka diterima di sekolah negeri, jika sudah diketahui bahwa mereka diterima maka kami lepas karena bukan tanggung jawab kami lagi,” kata Suharti yang telah mengabdi selama 18 tahun menjadi guru.

Baca Juga:  SD 2 YPK Siap Dinilai, Tim Penilai LSS Nasional 2017 Tiba di Bontang

Mendekati Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), para murid kelas VI akan diberikan bimbingan belajar (bimbel) di luar jam sekolah. Jika hari libur, maka murid-murid tersebut diminta untuk datang ke rumah wali kelasnya untuk belajar. “Kalau try out dilakukan di sekolah, untuk hasilnya ada yang bagus ada yang kurang. Tetapi menghadapi USBN ini, kami optimistis mereka telah siap,” ujarnya.

Mereka hanya berharap anak didiknya bisa mengikuti USBN dengan lancar dan diterima di SMP yang mereka inginkan. Karena, ketika melihat anak muridnya sukses hal itu suatu kebanggaan yang luar biasa. “Alhamdulillah banyak murid kami di Gusung itu yang sudah sukses. Ada yang kuliah, ada juga yang kerja di perusahaan tambang. Kalau melihat mereka sukses, itu jadi kebanggaan tersendiri buat kami,” tandasnya. (mga)

Tags: Guru Pesisirkisah inspiratifpendidikan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pers Indonesia “Belum Merdeka”

Next Post

Motor Dinas Sosial Raib Dicuri

Related Posts

Rp695 Juta Disiapkan, Disdikbud Bontang Sewa 4 Kapal untuk Antar-Jemput Guru Pesisir
Bontang

Rp695 Juta Disiapkan, Disdikbud Bontang Sewa 4 Kapal untuk Antar-Jemput Guru Pesisir

18 Februari 2026, 17:14
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Viral Pelajar di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini yang Dilakukan Kemendikbud
Nasional

Viral Pelajar di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini yang Dilakukan Kemendikbud

1 Maret 2023, 10:35
Berpotensi Jadi Temuan BPK, Tahun Ini Foto Ijazah Tak Lagi Dibebankan ke Sekolah
Bontang

Berpotensi Jadi Temuan BPK, Tahun Ini Foto Ijazah Tak Lagi Dibebankan ke Sekolah

25 Februari 2023, 21:13
Nadiem Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Pendidikan

Nadiem Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

8 September 2022, 10:07
Hetifah Tekankan Tak Boleh Ada yang Berhenti Kuliah Karena Pandemi
Kaltim

Hetifah Tekankan Tak Boleh Ada yang Berhenti Kuliah Karena Pandemi

31 Juli 2021, 21:36

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.