• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

by Redaksi Bontang Post
13 Juli 2025, 12:07
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Hainun jadi satu-satunya perwakilan Kaltim saat Australian Award Short Course Women-Led Ready to Export akhir tahun lalu. Terkurasi dari ribuan usaha yang mendaftar. (IST/KP)

Hainun jadi satu-satunya perwakilan Kaltim saat Australian Award Short Course Women-Led Ready to Export akhir tahun lalu. Terkurasi dari ribuan usaha yang mendaftar. (IST/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Berawal dari semangat penghijauan, Hainun tak menyangka keputusannya menanam pohon gaharu di atas lahan kosongnya 13 tahun lalu mengantarkannya menjadi pelaku usaha berbasis lingkungan yang kini mulai menembus pasar ekspor.

Pada 2011, ketika Gubernur Kaltim saat itu, Awang Faroek Ishak, mencanangkan program “One Man Five Trees”. Hainun yang saat itu memiliki lahan tidur hanya ditumbuhi ilalang, memilih menanam pohon gaharu.

“Dari pada menanam tanaman yang tak punya nilai ekonomi, saya cari tanaman apa yang bisa. Ketemulah gaharu, yang disebut sebagai emas hijau,” kenangnya.

Dia pun menanam gaharu di dua lokasi seluas sekitar dua hektare. Sejak awal, tujuannya bukan sekadar bisnis.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Muhammad Kholid Khodir (265); Budayakan Sedekah ke Jemaah Masjid, Kepercayaan Jadi Modal Utama

“Saya ingin penghijauan, bersedekah pada alam. Menanam juga harus estetik, enak dipandang. Jadi memang ditanam itu rapi,” katanya.

 

Setelah usianya tiga tahun, per enam bulan, tanaman gaharu itu perlu dipangkas. Daun-daun dan ranting muda beraroma harum yang sebelumnya hanya dibuang, justru menginspirasi Hainun.

“Sekali dipangkas itu bertruk-truk, aduh sayang sekali. Saya coba lah cari-cari tahu, bisa dimanfaatkan jadi apa ya,” sambungnya.

Dia mulai membaca jurnal-jurnal ilmiah dan menemukan bahwa gaharu memiliki kandungan antioksidan tinggi, serta manfaat anti kanker dan anti radikal bebas.

Temuannya mengarah pada Malaysia, negara pertama yang mengembangkan gaharu sebagai minuman.

Hainun pun terbang ke Selangor, belajar langsung di sana. Lalu memulai eksperimen di rumah. “Saya mencoba membuat tehnya. Tapi kalau hanya kering, diseduh biasa, rasanya hambar. Saya ingin aroma khasnya keluar,” ujarnya.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: H.M.A. Sarkowi (250); Politisi yang Jadi Mubalig, Berkiprah Cerdaskan Umat      

Setelah bertahun-tahun riset, kegagalan demi kegagalan, akhirnya pada 2019 lahirlah CV Sekatup Sari Indonesia, UMKM yang tidak hanya menawarkan teh gaharu, tetapi juga kopi daun gaharu, cookies herbal, hingga produk gluten-free dari tepung daun gaharu, talas, dan gula aren. Produk itu telah dipasarkan di berbagai pameran dan marketplace.

Di balik rumah produksinya, tersimpan semangat ekonomi inklusif dan gender equality. “Lebih dari 60 persen karyawan kami ibu rumah tangga. Mulai dari proses pencucian, penjemuran, pengemasan, hingga produksi,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia juga menggandeng kelompok wanita tani (KWT) untuk mengelola kebun gaharu. “Kami ingin produk ini bukan hanya mendatangkan rezeki, tapi juga memberdayakan masyarakat. Ini cara kami menjalankan prinsip SDGs,” tambahnya.

Baca Juga:  Berkat Bahasa Inggris, Jadi Wasit Bulu Tangkis Asia 

Kini Sekatup Sari tak hanya dikenal di Bontang. Produk mereka juga tersedia di toko oleh-oleh bandara, dan sempat dikirim ke Korea Selatan, Malaysia, hingga Arab Saudi sebagai sampel.

Dengan konsep green economy, dia berharap upayanya bisa memberi dampak ekonomi dan lingkungan sekaligus.

“Saya ingin usaha ini terus berkembang. Bukan cuma menjual produk, tapi menanam manfaat bagi masyarakat dan alam,” pungkas Hainun. (Roro/KP)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: featurekisah inspiratif
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gegara Stempel, Puluhan Kurir Grab Datangi Mie Gacoan Bontang

Next Post

Operasi Patuh Mahakam, Polres Bontang Sasar Pelanggaran Kasat Mata

Related Posts

Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00
Feature

Kisah Warga Kaltim yang Menjalani Puasa di Luar Negeri; Nisa (1)

29 Maret 2023, 21:00
Mengenal Sosok Suaji, Warga Bontang Penerima Kalpataru
Bontang

Mengenal Sosok Suaji, Warga Bontang Penerima Kalpataru

11 Juni 2022, 14:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.